Trimegah Bangun Persada

News Detail

Pesona Mala-Mala, Pulau Tak Berpenghuni di Kawasan Hilirisasi

25 December 2022

Pulau Mala-mala yang berlokasi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara merupakan sebuah pulau tak berpenghuni dengan segudang panorama keindahan alamnya yang memanjakan mata. Hamparan pasirnya yang putih, perairan lautnya yang biru dan jernih menjadi daya tarik tersendiri bagi pulau yang terletak tak jauh dari area pertambangan nikel ini.

Untuk sampai ke pulau Mala-mala dapat ditempuh dengan menggunakan speedboat sekitar 20 menit jika berangkat dari Desa Kawasi, Pulau Obi–tempat salah satu industri hilirisasi nikel dan pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia berdiri. Meski lokasinya tak jauh dengan area pertambangan, nyatanya kondisi ekosistem Mala-mala masih terjaga sampai sekarang.

Tak hanya pemandangan di atas permukaan airnya saja yang indah. Mala-mala juga menyajikan pemandangan bawah lautnya yang menakjubkan dan pastinya sayang untuk dilewatkan. Tak heran jika pulau ini juga kerap dijadikan spot snorkeling dan diving bagi para pengunjung yang datang dan memiliki hobi berolahraga air. Selain itu, Pulau Mala-mala juga kaya akan biota lautnya yang cukup beragam. Tak jarang pengunjung yang berlibur ke pulau ini juga membawa peralatan memancing untuk menangkap ikan yang hidup di sekitar Mala-mala untuk bisa dikonsumsi dalam kondisi yang masih segar.

Letaknya yang berada di tengah laut, membuat pulau ini memang jarang disentuh orang. Rata-rata pengunjung yang datang ke Pulau Mala-mala adalah karyawan perusahaan tambang yang beroperasi di Pulau Obi. Dengan jarak tempuhnya yang tak begitu jauh membuat pulau ini kerap menjadi pilihan destinasi wisata untuk melepas penat kala hari libur kerja tiba.

Siang itu, puluhan karyawan Harita Nickel tampak tengah bersiap mengunjungi Pulau Mala-mala. Berbekal berbagai macam peralatan yang telah disiapkan sehari sebelumnya, kelompok karyawan tersebut berangkat menggunakan speedboat dari Desa Kawasi.

Sepanjang perjalanan menuju Mala-mala mereka tak henti-hentinya dimanjakan dengan pemandangan alam yang mempesona. Kondisi air laut yang sedang surut membuat perjalanan terasa lebih nyaman tanpa adanya guncangan dari ombak yang kerap membuat mabuk.

Sesampainya di Pulau Mala-mala, mereka disambut dengan lambaian pohon kelapa yang berjajar rapi di bibir pantai. Pada pesisir pantai itu dapat dengan mudah ditemukan puluhan bahkan ratusan bilolo atau kelomang yang berjalan dengan bentuk cangkang yang beragam.

Meski siang itu sangat terik, namun sapuan ombak dan angin di pesisir Pulau Mala-mala mampu membuat suasana terasa lebih teduh. Sesaat ketika para karyawan Harita Nickel menginjakkan kaki di pulau Mala-mala, masing-masing mulai melakukan kesibukannya sendiri. Ada yang sekadar bermain air di tepi, berenang, memancing, bahkan ada juga yang membawa alat snorkeling untuk selam permukaan di sekitar area pulau.

Di pulau tersebut juga terdapat perbukitan hijau yang membuatnya semakin menakjubkan. Cocok bagi pengunjung yang hobi berfotografi karena pemandangannya yang instagenic.

Mala-mala merupakan pulau tak berpenghuni. Tentunya membuat pulau ini memiliki kesan yang teramat sunyi. Tak ada kehidupan ataupun orang yang tinggal menetap di pulau ini. Sehingga siapapun yang tertarik untuk berkunjung ke pulau ini harus menyiapkan bekal pribadi. 

Seperti yang dilakukan oleh puluhan karyawan Harita Nickel yang berlibur di Pulau Mala-mala kala itu. Mereka membawa puluhan ekor ikan tangkapan dari Desa Kawasi yang berukuran cukup besar dan masih segar. Jangan salah, meskipun Kawasi terletak di area operasional industri ekstraksi, hal itu tak mempengaruhi tangkapan warga yang berprofesi sebagai nelayan di sekitar.

Ikan-ikan segar itu lantas dibumbui dan dibakar oleh mereka dan dijadikan santapan untuk makan siang. Seharian para karyawan Harita Nickel bersenang-senang di pulau tak berpenghuni itu. 

“Ikan Kawasi mantap!” kata Devina, salah satu dokter di Harita Nickel yang turut serta mengikuti liburan ke Pulau Mala-mala hari itu.

Dsc09502

Devina mengungkapkan itu adalah pengalamannya pertama kali pergi ke Pulau Mala-mala sejak memutuskan untuk berkarir di Harita Nickel. Ia takjub dengan pemandangan alam yang disuguhkan oleh pulau tak berpenghuni itu. Bagi Devina, keberadaan Pulau Mala-mala bak harta karun di tengah gurun. Sebab berada di sekitar area lingkar tambang tak membuat ekosistem Pulau Mala-mala tercemar.

“Takjub banget, ya. Gak nyangka ada pulau seindah ini di sekitar area pertambangan,” kata Devina yang tak henti-hentinya terpukau dengan keindahan alam Pulau Mala-malam. “Kondisi pulaunya pun masih asri dengan air laut yang jernih sehingga kita dapat melihat terumbu karang dan ikan warna-warni dengan mudah,”  kata Devina.

Tanpa terasa, waktu untuk ber-healing ria yang dilakukan oleh mereka pun berakhir pukul 3 sore. Mereka semua tampak berkemas merapikan barang bawaan sekaligus membersihkan sampah-sampahnya ke dalam kapal. Dengan demikian, ekosistem Pulau Mala-mala akan selalu terjaga dan dapat dinikmati kembali oleh mereka di waktu liburan berikutnya.*

Go Top