27 March 2025
Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap isu perubahan iklim dan pengurangan jejak karbon, Harita Nickel ikut serta dalam gerakan global Earth Hour, dengan memadamkan lampu beserta perangkat listrik lainnya selama satu jam secara serentak di Kota Ternate dan Site Pulau Obi pada 22 Maret lalu.
Di Kota Ternate, Harita Nickel menggelar aksi Earth Hour di halaman Kantor Wali Kota Ternate. Dalam pelaksanaannya, perusahaan menggandeng sejumlah pihak, diantaranya KATAM (Konsorsium Advokasi Tambang) Maluku Utara, Gerakan Persatuan Mahasiswa Obi, serta didukung penuh oleh Pemerintah Kota Ternate.
Earth Hour yang awalnya direncanakan berlangsung di Landmark Ternate ini harus dipindahkan ke halaman Kantor Wali Kota akibat hujan deras. Meski demikian, antusiasme peserta tetap tinggi, dengan suasana semakin khidmat saat lilin-lilin dinyalakan menggantikan cahaya lampu.
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, yang hadir secara langsung menyampaikan bahwa Earth Hour bukan sekadar aksi mematikan lampu, tetapi juga simbol kepedulian terhadap masa depan bumi. "Gerakan ini bukan sekadar memadamkan lampu selama satu jam, tetapi menjadi tanda kepedulian kita terhadap lingkungan dan keberlanjutan hidup generasi mendatang," ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Ternate memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan antara modernisasi dan kelestarian alam. Aksi mematikan lampu ini, imbuhnya, sebagai refleksi terhadap kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun, seperti tradisi Malam Ela-Ela yang dilakukan untuk memohon keselamatan bagi masyarakat.
Dalam kesempatan ini, Tauhid turut mengapresiasi inisiatif Harita Nickel yang mendukung gerakan peduli lingkungan. Sebelumnya, Harita Nickel telah memberikan satu unit truk pengangkut sampah kepada Pemerintah Kota Ternate, sebagai bagian dari kontribusinya terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
"Atas nama pemerintah dan masyarakat Ternate, kami menyampaikan terima kasih kepada Harita Nickel atas dedikasi dan dukungan mereka. Semoga aksi kebaikan ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut demi keberlanjutan lingkungan kita," ujarnya.
Sementara itu, Harita Nickel melalui unit bisnisnya juga menggelar Earth Hour dengan aksi pemadaman listrik selama satu jam. Insan Harita di Megah Surya Pertiwi (MSP) mematikan lampu dan perangkat listrik yang ada di area perkantoran. Sementara di Halmahera Persada Lygend (HPL), pemadaman listrik dilakukan di area Living Quarter dan Jetty Persada 4 pada pukul 21.00-20.00 WIT.
Direktur Health & Safety Environment Harita Nickel, Tonny Gultom, mengatakan keterlibatan Harita Nickel dalam gerakan Earth Hour sebagai wujud komitmen perusahaan dalam upaya menanggulangi global warming dan pengurangan jejak karbon. Menurutnya semangat penghematan energi tidak hanya dilakukan dalam momen ini saja, melainkan telah menjadi budaya Insan Harita dalam keseharian.
“Semangat Earth Hour tidak berhenti hanya dalam aksi mematikan listrik selama satu jam saja, tapi juga dilanjutkan dengan aksi penghematan energi yang dilakukan setiap saat,” ungkapnya, mengajak seluruh Insan Harita untuk hemat menggunakan listrik, dan juga sumber energi lain seperti air, secara bijak. Partisipasi aktif Harita Nickel dalam gerakan global Earth Hour menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi nyata dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Go Top