Trimegah Bangun Persada

News Detail

Harita Nickel Ajak Warga Soligi Belajar Pertanian Terpadu di Salam Kawasi

03 March 2025

Pagi itu, puluhan warga Desa Soligi mengunjungi Salam Kawasi, sebuah pusat pembelajaran pertanian terpadu yang dibangun oleh Harita Nickel untuk masyarakat lingkar operasionalnya di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Dalam kegiatan bertajuk edugathering yang diadakan oleh tim Community Development, warga diajak belajar konsep dan praktik pertanian terpadu secara langsung.

Mohammad Mona Putra, Agriculture & Fishery Superintendent Harita Nickel, menjelaskan bahwa acara ini secara khusus mengundang Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Nelayan Soligi Bersatu (KNSB) untuk berbagi pengetahuan seputar konsep dan implementasi pertanian terpadu. Selain transfer ilmu, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat demi kemitraan yang solid di masa depan.

Disamping itu, Mona menambahkan Harita Nickel membuka banyak peluang bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan lebih dari 20 ribu karyawan perusahaan. Hingga saat ini, banyak bahan pangan masih didatangkan dari luar Pulau Obi karena keterbatasan  pasokan dari supplier lokal.

Dalam kegiatan ini, warga diajak mengelilingi area Salam Kawasi seluas lima hektar, menyaksikan praktik langsung di area demonstration plot (demplot) yang berisi beberapa tanaman sayuran hijau seperti Sawi dan Cabai Rawit, serta buah-buahan dari Pepaya California hingga Golden Melon yang dibudidayakan di dalam green house. Area ini juga dilengkapi kolam ikan air tawar, rumah kompos dan area peternakan kambing.

23022025 hn edukasi keluarga nelayan wanita tani soligi di salam kawasi 88 11zon

Peserta tampak antusias mengikuti pembelajaran lapangan yang dipandu langsung oleh Albertus Darukumara dan Lukmanul Hakim, pendamping program pertanian dan perikanan dari Harita Nickel. Diskusi berlangsung interaktif, terutama saat dijelaskan bagaimana limbah organik seperti kotoran kambing dan sisa sayuran diolah menjadi pupuk kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Menurut Albertus, Salam Kawasi dulunya adalah lahan tandus, tetapi kini berhasil disuburkan melalui teknik pertanian terpadu. Ia berharap model ini bisa menjadi inspirasi bagi warga sekitar.

Ibrahim, ketua Kelompok Nelayan Soligi Bersatu (KNSB) Desa Soligi, mengatakan kunjungan ke Salam Kawasi telah memberikan wawasan baru, khususnya tentang budidaya perikanan air tawar yang notabene masih hal baru bagi sebagian besar nelayan di Obi. Sementara itu, Nur Kasim, anggota baru KWT, tertarik mengelola lahannya secara intensif untuk pertanian hortikultura guna mencukupi kebutuhan pangan secara mandiri.

Kegiatan ini juga menyenangkan bagi anak-anak yang hadir, karena mereka dapat bermain sambil belajar dengan didampingi tim edukasi dari Harita Nickel. “Terima kasih atas sambutan perusahaan yang begitu hangat. Kami bisa belajar pertanian, sementara anak dan cucu kami bermain dan belajar dengan senang,” ujar Nur Kasim. Kegiatan edugathering ini merupakan bagian dari  program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Harita Nickel, yang bertujuan untuk membangun kemandirian perekonomian masyarakat dan sekaligus melestarikan kearifan lokal. Melalui pendekatan ini, Harita Nickel menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi komunitas lokal.

Go Top