
Berbagai peralatan bertenaga dan bergerak mendukung kegiatan operasional Harita Nickel setiap hari. Peralatan beroperasi menggunakan sumber energi seperti listrik, hidraulik, pneumatik, atau mesin untuk menjalankan fungsinya. Namun, energi dan pergerakan tersebut juga dapat menimbulkan risiko, seperti tersangkut komponen berputar, terjepit, tertabrak, atau kehilangan kendali. Karena itu, keselamatan peralatan harus dikelola dengan baik melalui Critical Safety Compliance Protocol (CSCP).
Untuk mengendalikan risiko tersebut, setiap Insan Harita perlu memahami dan menerapkan enam aspek keselamatan dalam CSCP sebelum bekerja, selama bekerja, dan setelah melakukan pekerjaan. Keenam aspek tersebut meliputi kompetensi, kesiapan dokumen, pengendalian bahaya dan risiko, peralatan dan persyaratan, pengelolaan aspek kritis, serta tinjauan manajemen.
Pertama, kompetensi. Sebelum peralatan dioperasikan atau ditangani, dipastikan personel memiliki kompetensi sesuai tugasnya. Operator harus telah mengikuti pelatihan, memiliki sertifikasi yang dipersyaratkan, termasuk Surat Izin Operator (SIO) sesuai ketentuan, serta memahami cara mengoperasikan peralatan yang aman. Teknisi dan mekanik juga harus memiliki kompetensi dan sertifikasi yang sesuai dengan pekerjaannya. Jangan mengoperasikan atau menangani peralatan jika belum memiliki kewenangan dan kompetensi yang diperlukan.
Kedua, kesiapan dokumen. Prosedur Operasional Standar (SOP) serta dokumen pengoperasian, pemeriksaan, dan pemeliharaan harus tersedia, masih berlaku, dan dipahami oleh personel terkait. Surat tugas operator, teknisi, dan mekanik, daftar petugas, serta catatan inspeksi peralatan juga harus dikelola dengan baik. Sebelum pekerjaan dimulai, pastikan dokumen yang diperlukan tersedia di tempat kerja dan menjadi acuan pelaksanaan pekerjaan, bukan sekadar kelengkapan administrasi.
Ketiga, pengendalian bahaya dan risiko. Setiap peralatan yang digunakan harus teridentifikasi dan tercatat, termasuk jenis, lokasi, sumber tenaga, dan fungsinya. Kenali bagian yang berpotensi membahayakan, seperti komponen berputar, dan titik jepit (pinch point), serta pastikan tanda peringatan terpasang dengan jelas. Pemeriksaan dan pemeliharaan rutin harus dilakukan sesuai SOP atau manual pabrikan, termasuk pemeriksaan rem, lampu peringatan, klakson, dan sistem hidraulik. Jika ditemukan kerusakan atau kondisi tidak aman, laporkan dan pastikan tindak lanjut dilakukan sebelum peralatan digunakan kembali sesuai prosedur yang berlaku.
Keempat, peralatan dan persyaratan. Pastikan peralatan dilengkapi dengan fitur keselamatan yang dipersyaratkan. Komponen berputar harus memiliki pelindung untuk mencegah kontak langsung dengan bagian yang bergerak. Titik isolasi energi harus tersedia agar sumber energi dapat diisolasi sebelum pekerjaan dilakukan. Peralatan juga harus memiliki alat pemutus darurat untuk menghentikan operasi ketika terjadi kondisi berbahaya. Selain itu, setiap peralatan harus melalui proses commissioning dan verifikasi kesiapan sebelum mulai dioperasikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kelima, pengelolaan aspek kritis. Keselamatan tidak hanya berkaitan dengan operator dan peralatan, tetapi juga dengan orang-orang di sekitar area operasi serta masyarakat yang berpotensi terdampak. Penggunaan peralatan di dekat permukiman perlu mempertimbangkan potensi dampaknya terhadap keselamatan dan lingkungan sosial. Pengamanan peralatan juga harus dilakukan sesuai kebutuhan untuk mencegah akses yang tidak berwenang dan menjaga keselamatan selama kegiatan operasional.
Keenam, tinjauan manajemen. Penerapan CSCP perlu dievaluasi secara berkala untuk memastikan pengendalian keselamatan tetap efektif. Tinjauan juga perlu dilakukan ketika terdapat perubahan peraturan, kegiatan bisnis, atau kondisi lain yang dapat mempengaruhi aspek keselamatan dan sosial. Evaluasi mencakup kondisi dan pemeliharaan peralatan, hasil pemeriksaan serta kompetensi operator, teknisi dan mekanik. Audit dan penilaian harus dilakukan setidaknya satu kali dalam setahun oleh personel yang telah mendapatkan pelatihan dan surat tugas. Temuan evaluasi perlu ditindaklanjuti agar efektivitas pengendalian meningkat, kesalahan serupa tidak terulang, dan kualitas kinerja terus berkembang.
Peralatan bertenaga dan bergerak merupakan bagian penting dari kegiatan operasional Harita Nickel. Keselamatannya bergantung pada personel yang kompeten, dokumen yang siap digunakan, bahaya yang dikendalikan, peralatan yang memenuhi persyaratan, serta evaluasi yang dilakukan secara konsisten. Setiap Insan Harita memiliki peran dalam memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan aman, serta kondisi tidak aman dapat ditangani sebelum menimbulkan insiden.
Pahami risiko. Kendalikan bahaya. Hentikan pekerjaan jika tidak aman.


