.jpg&w=3840&q=75)
Di setiap langkah dan keputusan saat bekerja, setiap Insan Harita membawa misi yang sama: menyelesaikan pekerjaan dengan selamat dan kembali ke rumah tanpa cedera. Di lingkungan operasional Harita Nickel yang melibatkan alat berat, instalasi bertegangan tinggi, hingga bahan kimia, keselamatan tidak cukup hanya mengandalkan kehati-hatian. Diperlukan standar yang dipahami dan diterapkan secara konsisten oleh setiap orang.
Untuk mewujudkannya, Harita Nickel membangun budaya keselamatan yang kuat agar risiko kecelakaan pada pekerjaan berisiko tinggi dapat dikendalikan. Salah satu implementasinya adalah Critical Safety Compliance Protocol (CSCP) atau Cara Selamat Capai Produksi, sebuah kerangka kerja yang dikembangkan oleh tim Occupational Health and Safety (OHS) sebagai panduan penerapan keselamatan di seluruh unit bisnis.
Vice President OHS & Management System Harita Nickel, Supriyanto Suwarno, menjelaskan bahwa CSCP dirancang untuk membantu mencegah terjadinya insiden fatal melalui pendekatan yang terstandardisasi.
"CSCP dikembangkan untuk membantu mencegah kejadian fatal dalam setiap aktivitas kerja. Melalui kerangka ini, bahaya utama di seluruh unit bisnis, mulai dari pertambangan hingga pemrosesan, dipetakan ke dalam satu standar keselamatan yang sama," ujarnya.
Dalam penerapannya, CSCP dibangun di atas enam aspek utama yang menjadi prinsip dasar sebelum, selama, dan setelah pekerjaan berisiko tinggi dilakukan. Keenam aspek tersebut meliputi:
-
Competency (Kompetensi): Memastikan setiap pekerja memiliki kompetensi, pelatihan, dan sertifikasi yang sesuai dengan pekerjaannya.
-
Document (Dokumen): Memastikan prosedur kerja, izin kerja, dan dokumen pendukung telah lengkap sebelum pekerjaan dimulai.
-
Risk Control (Pengendalian Risiko): Memastikan seluruh pengendalian risiko diterapkan, termasuk prosedur Lock Out Tag Out (LOTO) dan safety review.
-
Equipment (Peralatan): Memastikan seluruh peralatan dalam kondisi laik operasi, aman digunakan, dan diperiksa secara berkala.
-
Critical Aspect (Aspek Kritis): Memastikan seluruh aspek kritis yang dapat memengaruhi keselamatan, lingkungan, maupun masyarakat telah diidentifikasi dan dikendalikan.
-
Management Review (Tinjauan Manajemen): Memastikan efektivitas pengendalian keselamatan melalui evaluasi dan tinjauan manajemen secara berkala.
Keenam aspek tersebut diterapkan pada 13 Fatality Intervention Elements, yaitu kelompok pekerjaan dengan tingkat risiko fatal tertinggi di lingkungan operasional Harita Nickel. Cakupannya meliputi berbagai aktivitas berisiko tinggi, mulai dari pengoperasian alat berat, pekerjaan kelistrikan, penanganan bahan kimia, hingga pekerjaan yang melibatkan gas berbahaya maupun logam cair.
Melalui CSCP, Harita Nickel mendorong agar keselamatan tidak berhenti sebagai komitmen, tetapi menjadi standar kerja yang diterapkan secara konsisten di seluruh area operasional. Kerangka ini juga menempatkan setiap Insan Harita sebagai bagian aktif dari sistem keselamatan, bukan sekadar objek pengawasan, melainkan sebagai individu yang berperan dalam mengidentifikasi bahaya, mengendalikan risiko, dan menjaga keselamatan bersama.
"Sosialisasi CSCP telah kami laksanakan sejak 2025 di seluruh unit kerja. Melalui kerangka ini, kami mengajak setiap Insan Harita untuk memahami risiko di area kerjanya, mematuhi setiap prosedur keselamatan, dan berani menghentikan sementara pekerjaan apabila kondisi dinilai tidak aman," tutup Supriyanto.
Pahami risiko. Kendalikan bahaya. Hentikan pekerjaan jika tidak aman.
Mulai dari Agustus 2026, newsletter Bentala Halmahera akan mengulas satu per satu 13 Fatality Intervention Elements dalam CSCP. Ikuti setiap edisinya untuk memahami bagaimana setiap Insan Harita berperan dalam menjaga keselamatan diri sendiri, rekan kerja, dan seluruh lingkungan operasional.


