Pilih

Dekarbonisasi

 

Menuju Net Zero 2060

 

Produk nikel memiliki peran penting dalam mendukung transportasi rendah emisi, menjadikannya bagian dari solusi menuju masa depan yang lebih bersih. Namun, kami percaya bahwa menghasilkan mineral untuk keberlanjutan tidak boleh mengorbankan kelestarian bumi.

bumi

Di Harita Nickel, kami berkomitmen pada praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Bersama lembaga ahli bertaraf internasional, kami sedang menyusun strategi dekarbonisasi yang terukur dan ambisius. Dengan langkah ini, kami optimis dapat mencapai net zero emission pada tahun 2060.

 

Peta Jalan

 

Hasil yang dicapai saat ini

Upaya Kami

 Acid Plant Waste Heat 


Dengan teknologi ini, Harita Nickel memanfaatkan memanfaatkan panas limbah dari proses produksi asam sulfat untuk menghasilkan energi terbarukan.  
 
Inisiatif ini membantu perusahaan meningkatkan efisiensi energi. Pada tahun 2025, kapasitas Rekuperasi Panas Limbah Pabrik Asam meningkat dua kali lipat dikarenakan penambahan unit bisnis yaitu PT ONC yang sebelumnya hanya di PT HPL saja. 
 
Proses ini menghasilkan energi baru dan terbarukan sebesar 11.637.506 GJ energi atau menghindari 1.289.291 tCO2e emisi GRK

Sistem Solar Photovoltaic


Harita Nickel menggunakan tiga aplikasi panel surya: penerangan jalan, sistem terpasang di tanah untuk Menara Telekomunikasi, dan instalasi atap di perumahan atau mess karyawan.  
 
Hingga akhir tahun 2025, inisiatif panel surya yang sudah ada menghasilkan 615 GJ energi dan menghindari 210 tCO2e emisi GRK. Pada tahun 2025, Perseroan menambah kapasitas 40 MWp panel surya atap dengan konstruksi yang berlangsung pada 2025–2026 dan ditargetkan selesai pada 2026. 

Pemanfaatan Gas Batubara 


Harita Nickel mengubah batu bara menjadi syngas yang selanjutnya digunakan untuk menghasilkan panas dalam pemrosesan RKEF sehingga dapat mengurangi konsumsi batu bara secara keseluruhan serta menurunkan emisi. Pada tahun 2025, terdapat penambahan unit bisnis, yaitu PT KPS. Pemanfaatan gas batu bara juga diintegrasikan ke dalam proses RKEF untuk lebih meningkatkan efisiensi energi. Proses ini menghasilkan 25.206.050 GJ energi baru terbarukan, menghindari 1.706.476 tCO2e emisi GRK. 

 

Pemanfaatan Biosolar


Pemanfaatan biodiesel menjadi salah satu upaya Harita Nickel untuk menurunkan ketergantungan pada bahan bakar fosil konvensional sekaligus menekan intensitas emisi di area operasi. Mulai Februari 2025, PT TBP telah menerapkan B40 pada seluruh unit bisnis. Inisiatif ini menghasilkan 2.091.593 GJ energi dan mereduksi 153.272 tCO2e emisi GRK sepanjang tahun 2025. 

 

Pemanfaatan Kembali Minyak Jelantah


MSP mendaur ulang minyak goreng bekas di tungku pembakaran untuk mengurangi konsumsi batu bara. Inisiatif ini berangkat dari upaya memanfaatkan limbah menjadi sumber energi, termasuk untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan efisiensi biaya produksi. Proses ini menghasilkan 1.926 GJ energi dan mereduksi 1.755 tCO2e emisi GRK.

 

 

Penggunaan Kendaraan Listrik


HPL menggunakan kendaraan penarik dan forklift listrik di gudang nikel sulfat untuk mengurangi emisi aktivitas transportasi internal. Inisiatif ini menghasilkan 216 GJ energi terbarukan dan mereduksi 9 tCO2e emisi GRK.