(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Seri CSCP #3: Caranya Harita Mengoperasikan Alat Angkat dengan Prinsip Keselamatan

Kategori

:
Lingkungan & K3.

14 September 2026 | media

detail

Alat angkat digunakan untuk mendukung berbagai pekerjaan di Harita Nickel, mulai dari mengangkat hingga memindahkan material. Karena melibatkan beban yang besar, pekerjaan pengangkatan memiliki risiko yang perlu dikendalikan. Oleh karena itu, pengelolaan dan pengoperasian alat angkat menjadi salah satu bagian penting dalam kerangka Critical Safety Compliance Protocol (CSCP).

Kejadian seperti melebihi kapasitas, kondisi peralatan yang tidak layak, hingga kesalahan komunikasi dapat menghasilkan risiko keselamatan. Untuk mengendalikan risiko tersebut, setiap Insan Harita yang terlibat dalam pekerjaan pengangkatan perlu memperhatikan enam aspek keselamatan CSCP, mulai dari kesiapan sebelum bekerja hingga evaluasi setelah pekerjaan selesai.

Sebelum pekerjaan dimulai, pastikan pekerjaan dilakukan oleh orang yang memiliki kompetensi. Operator alat angkat wajib memiliki sertifikasi dan Surat Izin Operasi (SIO) yang sesuai. Pekerjaan pengangkatan juga perlu melibatkan personel dengan kompetensi yang sesuai, seperti rigger dan inspektur rigging.

Kesiapan dokumen juga harus dipastikan. SOP pengoperasian serta pemeriksaan dan pemeliharaan alat harus tersedia dan dikomunikasikan kepada semua pihak. Setiap pekerjaan juga wajib dilengkapi dengan Izin Kerja, Job Safety Analysis (JSA), dan Lifting Plan sebagai dasar untuk menetapkan bahwa pekerjaan dilakukan dengan aman.

Saat pekerjaan berlangsung, pengelolaan bahaya dan risiko menjadi bagian yang krusial. Beban perlu selalu dihitung, kapasitas kemampuan angkat alat, konfigurasi pengangkatan, personel yang terlibat, serta kondisi di lapangan seperti radius aman, hambatan seperti kabel listrik, serta kondisi tempat pengangkatan. Komunikasi antara operator dan tim pengangkatan juga harus menggunakan metode yang sesuai, seperti radio komunikasi atau hand signal yang terstandarisasi. 

Hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah kapasitas alat angkat. Setiap alat dan komponen seperti sling dan shackle memiliki beban kerja aman (SWL) yang menjadi batas aman penggunaannya. Selama proses pengangkatan, area kerja juga harus dikendalikan dan dibatasi aksesnya bagi orang yang tidak berkepentingan.

Kondisi peralatan perlu selalu dipastikan melalui pemeriksaan, inspeksi, serta uji riksa dan sertifikasi sesuai ketentuan. Alat bantu angkat seperti sling dan shackle juga harus diperiksa sebelum digunakan. Peralatan yang rusak atau tidak layak digunakan juga harus diberi tanda Out of Service dan tidak boleh digunakan sampai dinyatakan aman oleh personel yang berwenang.

Keselamatan dalam pekerjaan pengangkatan tidak hanya menjadi tanggung jawab tim yang berada di lokasi pekerjaan. Aspek kritis seperti kondisi di sekitar area kerja perlu diperhatikan. Ini termasuk memastikan area berbahaya diberi tanda dan informasi mengenai bahaya disampaikan kepada pihak yang dapat terdampak. 

Untuk pekerjaan tertentu, seperti pengangkatan B3 atau pekerjaan di dekat batas wilayah operasi, persetujuan dari pihak terdampak juga perlu dipastikan sebelum pekerjaan dilakukan.

Setelah pekerjaan selesai, penerapan keselamatan perlu dievaluasi melalui tinjauan manajemen secara reguler. Ini mencakup kompetensi dan SIO operator serta hasil pemeriksaan dan uji riksa peralatan. Penerapan ketentuan pengelolaan alat angkat juga diaudit dan dinilai secara berkala untuk memastikan standar keselamatan tetap diterapkan.

Keselamatan ketika bekerja dengan alat pengangkatan bergantung pada banyak aspek. Perencanaan yang baik, personel yang kompeten, peralatan yang layak, komunikasi yang jelas, dan kepatuhan terhadap prosedur menjadi krusial dalam upaya menjaga keselamatan ketika bekerja. 

Dengan menjalankan setiap aspek keselamatan, kita dapat mendukung upaya pekerjaan berjalan dengan lancar dan aman sehingga setiap Insan Harita dapat kembali dengan selamat. 

Pahami risiko. Kendalikan bahaya. Hentikan pekerjaan jika tidak aman.