(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Seri CSCP #2: Caranya Harita Mengelola dan Mengoperasikan Alat Berat

Kategori

:
Lingkungan & K3.

20 Agustus 2026 | media

detail

Di Harita Nickel, alat berat menjadi tulang punggung kegiatan operasional perusahaan di berbagai lini dan lokasi. Dengan tenaga besar dan mobilitas tinggi, unit-unit ini bergerak setiap hari di area yang sama dengan pekerja atau kendaraan lain. Perpaduan antara bobot alat, mobilisasi yang tinggi, dan lalu lintas yang padat ini membuat pengelolaan dan pengoperasian alat berat secara tepat menjadi salah satu bagian penting dalam kerangka Critical Safety Compliance Protocol (CSCP).

Tantangan keselamatan dalam pengoperasian alat berat beragam, seperti tertabrak atau insiden serupa lainnya yang dapat disebabkan oleh beberapa alasan, di antaranya adalah keterbatasan pandangan operator karena titik buta, kelalaian, dan pengoperasian alat oleh pihak yang tidak berwenang. Sebagai bentuk upaya menghindari terjadinya kecelakaan di area kerja, setiap Insan Harita yang mengoperasikan alat berat perlu menaati keenam aspek keselamatan yang menjadi fondasi CSCP, dari sebelum pekerjaan dimulai hingga setelah pekerjaan selesai.

Sebelum memulai pekerjaan dengan alat berat, operator wajib dipastikan kompetensinya. Setiap Insan Harita yang mengemudikan alat berat wajib memiliki Surat Izin Mengemudi Perusahaan (SIMPER), Surat Izin Operasi (SIO), telah lulus ujian, serta dinyatakan sehat melalui pemeriksaan kesehatan. Kesiapan dokumen juga perlu ditaati. Prosedur operasi standar (SOP) pengoperasian, SOP pemeriksaan dan perawatan, Surat Izin Laik Operasi (SILO), Surat Izin Alat (SIA), serta daftar kendaraan dan operator harus tersedia dan masih berlaku.

Selama melaksanakan pekerjaan, operator alat berat harus selalu mengelola bahaya dan risiko. Setiap unit yang digunakan wajib memenuhi standar dan melalui Pemeriksaan dan Pengecekan Harian (P2H). Selain itu, area parkir, batas kecepatan maksimum, serta jarak aman harus selalu dicermati. Terdapat pula sanksi disiplin jika prosedur keselamatan dan SOP tidak dipatuhi.

Kesiapan dan kondisi peralatan juga penting untuk diperhatikan saat melaksanakan kegiatan. Setiap kendaraan dan alat berat yang dioperasikan harus dilengkapi dengan peralatan keselamatan seperti sabuk pengaman, lampu strobo, alat pemadam api ringan (APAR), dan selengkapnya. Seluruh unit harus melalui pemeriksaan, inspeksi dan perawatan berkala sesuai ketentuan pemerintah.

Aspek-aspek kritis selama proses pekerjaan juga harus dipertimbangkan karena dapat memengaruhi keselamatan di sekitar area operasi. Dampak operasi kepada masyarakat perlu dimasukkan ke dalam identifikasi bahaya, akses kendaraan perusahaan ke jalan umum dibatasi, serta bahaya ditandai dengan jelas. Dari sisi karyawan, rambu dan lampu lalu lintas dipasang di sepanjang jalur yang dilalui alat berat, dan jalur pejalan kaki ditetapkan untuk menghindari kontak langsung antara pekerja dan alat berat.

Setelah pekerjaan selesai dilaksanakan, seluruh aspek keselamatan perlu melalui tinjauan manajemen. Peninjauan ini mencakup evaluasi surat izin, kompetensi operator, pemeliharaan alat berat, analisis pelanggaran serta tindakan disiplin, hingga penyelidikan terhadap insiden jika ada yang terjadi.

Di area operasi, alat berat dan manusia bergerak di ruang yang sama setiap hari. Melalui ketaatan terhadap enam aspek keselamatan CSCP, Insan Harita dapat berperan secara aktif dalam upaya memastikan pengoperasian alat tetap terkendali, sehingga kita semua dan orang-orang di sekitar dapat bekerja dengan aman.

Pahami risiko. Kendalikan bahaya. Hentikan pekerjaan jika tidak aman.