(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Seri CSCP #1: Cara Harita Jaga Keselamatan di Area Operasi Pabrik

Kategori

:
Lingkungan & K3.

18 Agustus 2026 | media

detail

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan dan pengolahan bijih nikel, area operasional Harita Nickel terdapat sejumlah titik berisiko tinggi yang menuntut ketelitian lebih dari setiap pekerja. Salah satunya adalah area operasi pabrik. Di area ini, proses pengolahan berjalan tanpa henti. Kondisi inilah yang membuat keselamatan di area pabrik menjadi salah satu bagian penting dalam kerangka Critical Safety Compliance Protocol (CSCP)

Tantangan keselamatan di area pabrik pun beragam, mulai dari tersengat listrik, terjepit, jatuh dari ketinggian, kebakaran, hingga paparan bahan kimia dan gas beracun. Melalui penerapan CSCP, setiap Insan Harita yang melakukan pekerjaan di area ini perlu menaati enam aspek keselamatan yang menjadi fondasi CSCP, dari sebelum pekerjaan dimulai hingga setelah pekerjaan selesai.

Hal pertama yang perlu diperhatikan sebelum memulai pekerjaan di area pabrik adalah kompetensi pekerja. Operasi pabrik hanya boleh dijalankan oleh pekerja yang terlatih dan memiliki sertifikasi sesuai ketentuan. Selain itu, memastikan kesiapan dokumen juga penting. Prosedur operasi standar (SOP), izin kerja, serta dokumen pendukung seperti Material Safety Data Sheet (MSDS) dan peta jalur evakuasi harus tersedia dan masih berlaku.

Selama melaksanakan pekerjaan di area pabrik, Insan Harita harus selalu memperhatikan pengelolaan bahaya dan risiko. Pengelolaan mencakup pelaksanaan tinjauan keselamatan secara menyeluruh melalui prosedur seperti Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC). Setiap perubahan pada peralatan, proses, maupun prosedur harus melalui Management of Change (MOC) yang terdokumentasi. Seluruh sumber energi wajib dikendalikan melalui prosedur Lock Out Tag Out (LOTO). 

Peralatan yang digunakan dalam bekerja di pabrik juga harus diperiksa dan memiliki izin yang sesuai dengan ketentuan pemerintah. Furnace dan instalasi pembangkit yang digunakan wajib mengantongi Sertifikat Laik Operasi, bejana tekan wajib dilengkapi pressure relief valve, struktur bangunan wajib memiliki Sertifikat Laik Fungsi, dan peralatan lain juga harus memiliki sertifikat yang sesuai serta petugas yang terlatih.   

Ada juga aspek-aspek kritis yang perlu diperhatikan. Ini mencakup hal-hal di luar alat atau aktivitas yang dapat memengaruhi keselamatan di area sekitar operasi. Dari sisi masyarakat, dampak operasi pabrik juga dimasukkan ke dalam proses identifikasi bahaya. Area dan fasilitas berisiko tinggi perlu ditandai serta mekanisme pelaporan perlu disampaikan ke masyarakat. Sementara dari sisi keamanan, akses menuju area operasi harus dijaga. Informasi mengenai bahaya di wilayah yang bersinggungan dengan pihak ketiga juga harus dipastikan tersampaikan dengan baik.

Setelah pekerjaan selesai dilaksanakan, seluruh penerapan aspek keselamatan ditinjau kembali melalui tinjauan manajemen terkait keselamatan operasi pabrik. Peninjauan ini mencakup kompetensi personel, masa berlaku perizinan peralatan, hasil pemeriksaan dan perawatan fasilitas, penanganan keadaan darurat, hingga temuan investigasi insiden. Penerapan standar ini juga diaudit minimal satu kali setiap tahun.

“Kondisi kerja di pabrik membutuhkan kewaspadaan yang konsisten dari semua orang. Sekecil apa pun langkah yang kita lewatkan, dampaknya bisa sangat besar. Jadi, kami menerapkan pengawasan berlapis pada setiap pekerjaan sebagai bentuk upaya untuk memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan secara benar dan aman. Kami mengevaluasi setiap potensi masalah dari setiap pekerjaan serta menetapkan langkah-langkah pencegahan dan pengamanan yang sesuai,” jelas Risky Dharmawan, selaku Deputy Head of Acid Plant PT Halmahera Persada Lygend (HPL).

Di area pabrik, proses yang berjalan tanpa henti menuntut kewaspadaan yang juga tidak boleh berhenti. Keenam aspek keselamatan dalam CSCP hadir untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan di area ini berlangsung dengan kontrol yang jelas, sehingga proses produksi dapat terus berjalan tanpa mengorbankan keselamatan siapa pun di dalamnya.

Pahami risiko. Kendalikan bahaya. Hentikan pekerjaan jika tidak aman.