(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Belajar dari Alam, Bertindak untuk Masa Depan bersama Harita Nickel

Kategori

:
Lingkungan & K3.

12 Juni 2026 | media

detail

Memperingati momen Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2026, Harita Nickel melalui PT Trimegah Bangun Persada Tbk (TBP) kembali menggelar kegiatan enviro talk untuk membahas isu-isu terkini terkait alam. Bertemakan “Inspired by Nature, For Climate, For Our Future," diskusi  ini dikemas dalam suasana santai namun sarat akan wawasan. 

Acara dibuka dengan sambutan dari  Younsel Evand Roos, Direktur Operasional Harita Nickel. Dalam sambutannya, Younsel menyampaikan bahwa sebagai manusia, tanggung jawab kita bersama adalah menciptakan lingkungan yang baik dan layak bagi kehidupan. Ia mengingatkan bahwa target ini hanya bisa diraih dengan memperhatikan alam dan konsisten taat kepada aturan serta prosedur operasi standar yang berlaku.

Dari sambutan, sesi inti acara kemudian diisi oleh dua narasumber internal perusahaan. Sesi diskusi pertama dibawakan oleh Alam Firdausi, Environmental Superintendent Harita Nickel. Alam memaparkan perubahan iklim sebagai salah satu isu terbesar yang dihadapi dunia saat ini. Di Indonesia, fenomena ini ditandai dengan pergeseran temperatur, perubahan pola curah hujan, hingga kenaikan tinggi air laut. 

Lebih lanjut, Alam menjelaskan bahwa dampak dari perubahan iklim ini juga sangat luas. “Perubahan iklim berdampak pada meningkatnya risiko bencana dan munculnya gangguan kesehatan baru, hingga terancamnya keanekaragaman hayati akibat kondisi ekosistem yang berubah secara signifikan,” jelasnya.

Salah Satu Pembicara di EnviroTalk - Alam Firdausi yang adalah Environmental Superintendent Harita Nickel

Oleh sebab itu, pelaksanaan aktivitas industri secara bertanggung jawab menjadi kunci. Menariknya, ia menjelaskan bahwa tidak semua aktivitas pertambangan otomatis merusak lingkungan. Kegiatan pertambangan yang menerapkan konsep keberlanjutan tentunya telah melalui berbagai proses hingga terbitnya persetujuan lingkungan perusahaan yang mengacu pada regulasi pemerintah.

Menutup paparannya, Alam mengajak peserta bisa memberikan dampak positif kepada alam melalui hal-hal sederhana seperti memilah sampah, dan menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R). Ia menggarisbawahi bahwa langkah-langkah ini sebenarnya sudah dipahami banyak orang, namun tantangannya ada pada konsistensi. "Memilah sampah terdengar sederhana dan banyak yang sudah tahu. Tapi kuncinya justru ada pada konsistensi kita menjalankannya," ungkapnya.

Memasuki sesi kedua, Dodig Pratama, Mine Reclamation Superintendent Harita Nickel, memperdalam diskusi dengan mengangkat reklamasi dan revegetasi sebagai salah satu bentuk mitigasi nyata dan terukur yang dilakukan oleh perusahaan. "Setiap pohon yang kita tanam itu ada nilainya. Ia menghasilkan oksigen, menyerap karbon, dan manfaatnya akan terus dirasakan bahkan oleh generasi setelah kita," paparnya.

Dalam konteks ini, reklamasi dan revegetasi yang dilakukan perusahaan tidak semata-mata bertujuan menanam kembali pohon di lahan pascatambang. Tujuan utama dari reklamasi adalah sebagai upaya memulihkan ekosistem secara menyeluruh. Dodig menjelaskan bahwa ketika vegetasi yang menjadi sumber pakan satwa liar mulai tumbuh, satwa akan kembali hadir dan secara bertahap ekosistem pun terbentuk kembali.

Salah Satu Pembicara di EnviroTalk - Dodig Pratama yang adalah Environmental Superintendent Harita Nickel

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti pada kebutuhan generasi saat ini. Setiap langkah yang diambil hari ini, menurutnya, merupakan amanah yang kelak dipertanggungjawabkan kepada generasi mendatang. “Kita ini bukan mewariskan kehidupan kepada anak cucu kita, melainkan meminjam kehidupan dari mereka yang harus kita kembalikan di masa depan," pungkasnya.

Di sela diskusi, Dodig juga menyoroti sejumlah inisiatif lingkungan yang tengah dikembangkan TBP. Salah satunya adalah KUSO, inovasi pengolahan dan pemanfaatan kembali sampah organik. Program yang semula hanya menyerap sampah organik dari dua kantin karyawan TBP itu kini diperluas hingga mencakup tiga kantin kontraktor. Dengan cakupan yang lebih luas, volume sampah organik yang dikelola pun meningkat secara signifikan. Selain itu, TBP juga tengah mematangkan persiapan implementasi Rencana Pascatambang (RPT), yang menjadi salah satu fokus utama ke depan.

Enviro Talk adalah satu dari rangkaian kegiatan yang digelar Harita Nickel dalam memperingati HLH 2026. Selain diskusi ini, perusahaan juga menggelar aksi bersih pantai, edukasi lingkungan bersama pelajar dari Desa Soligi dan Kawasi, jalan sehat, serta penanaman ratusan pohon di Desa Kawasi. Keseluruhan rangkaian ini menjadi bukti bahwa komitmen perusahaan terhadap lingkungan diwujudkan melalui tindakan konkret dalam operasional sehari-hari.