(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Torang Jaga Kawasi, Kolaborasi Insan Harita dan Generasi Muda Hijaukan Obi

Kategori

:
Lingkungan & K3.

06 Juni 2026 | media

detail

Pagi itu, pelataran Gedung Serbaguna di permukiman baru Desa Kawasi riuh oleh tawa dan antusiasme. Ratusan pelajar dari tingkat SD hingga SMA dari Desa Kawasi dan Desa Soligi berbaur hangat dengan karyawan Harita Nickel. Bersama-sama, mereka menyusuri jalan menuju lokasi penanaman.

Di sisi jalan, lubang tanam telah menanti bersama bibit cemara laut, ketapang kencana, dan tumpukan KUSO, pupuk organik olahan sisa makanan kantin Harita Nickel. Pemandangan harmoni lintas generasi dan profesi ini menjadi suguhan utama puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026 di Pulau Obi, Sabtu (6/6/2026). Membumikan ratusan bibit pohon ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata kolaborasi menjaga urat nadi keberlanjutan lingkungan.

Environmental Superintendent Harita Nickel, Indra Maizar, menyebut aksi ini sebagai investasi sosial. "Keterlibatan pelajar bertujuan menumbuhkan kepedulian alam sejak dini," jelasnya. Sebanyak 530 bibit dipilih untuk mendukung ekosistem pesisir sekaligus memberikan keteduhan, dirangkai dengan berbagai kegiatan sosial.

 

Dari Pesisir hingga Regulasi Desa

Aksi hijau di jantung permukiman baru Kawasi ini adalah puncak dari rangkaian panjang sarat makna. Sebelumnya, peringatan HLH 2026 dibuka dengan bersih pantai Kawasi. Karyawan dan warga bergotong royong menyisir pesisir dan memilah limbah.

"Senang melihat pesisir kembali bersih. Apalagi dengan adanya aturan desa, warga makin sadar urusan sampah adalah tanggung jawab bersama," ungkap Wildon Marsan Totonunu, warga Kawasi sekaligus Ketua Kelompok PUSPA (Pusat Pengelolaan Sampah) yang turut menyisir pesisir pagi itu.

Agar dampaknya lebih mengakar di masyarakat, sinergi ini diperkuat melalui penandatanganan draft Peraturan Desa (Perdes) tentang Pengelolaan Sampah. Regulasi ini memperkuat keberlanjutan program "Kawasi Berseri", kolaborasi perusahaan dan Pemerintah Desa Kawasi dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

Karyawan dan warga bergotong royong menyisir pesisir dan memilah limbah

 

Garda Terdepan Perubahan

Jika regulasi desa menjadi fondasi hukum, edukasi adalah jaminan masa depan. Melalui kampanye “Torang Jaga Kawasi, Aksi Nyata untuk Obi”, ratusan pelajar mendapat materi komprehensif. Mereka menyelami pentingnya kebersihan dan membedah ekonomi sirkular, seperti pemanfaatan sisa organik menjadi pupuk KUSO dan pengolahan sampah plastik dengan metode pirolisis menjadi bahan bakar cair. 

"Saya senang ikut kegiatan ini. Baru tahu sisa makanan bisa diolah jadi pupuk, dan barang bekas bisa berguna lagi kalau tahu cara memanfaatkannya," ujar Gilang Muhammad, siswa SMP asal Desa Soligi.

Kasi Kesejahteraan Masyarakat Desa Kawasi, Bambang Bakir, membenarkan pentingnya menanamkan karakter peduli lingkungan. “Lingkungan bersih tidak tercipta dalam sehari. Anak-anak harus jadi pelopor yang mengajak keluarganya peduli alam,” tegasnya.

Gayung bersambut, Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, menyatakan esensi keberlanjutan berada pada keseimbangan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kualitas manusia. “Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kebiasaan memilah sampah berdampak masif jika dihidupi secara konsisten oleh generasi muda sebagai agen perubahan masa depan Obi,” kata Broto.

Momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 ini menjadi potret utuh bagaimana operasional industri dan kelestarian alam dapat berjalan beriringan. Melalui kolaborasi, edukasi, dan aksi nyata yang menyatukan setiap individu dengan alam, Harita Nickel dan masyarakat meletakkan fondasi kokoh demi masa depan Pulau Obi yang lebih hijau, asri, dan berkelanjutan.