(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Pulau Obi: Fakta Lingkungan dan Tata Kelola Nikel Harita

Kategori

:
Lingkungan & K3.

04 Juni 2026 | Admin

detail

Pulau Obi, Maluku Utara – Dalam beberapa tahun terakhir, Pulau Obi menyedot perhatian nasional maupun internasional. Sebagai lokasi hilirisasi nikel terintegrasi, pulau ini menyimpan dua narasi yang kerap dipertentangkan: di satu sisi sebagai motor penggerak ekonomi dan transisi energi, maupun sebagai industri yang membawa dampak terhadap lingkungan.

Di tengah sorotan dua narasi itu, publik berhak mendapatkan gambaran yang utuh, berdasarkan fakta terkini yang terverifikasi. Artikel ini menyajikan temuan dari observasi independen, data pengelolaan lingkungan, serta langkah-langkah transparansi yang dilakukan Harita Nickel.

Perkumpulan Telapak, NGO yang bergerak di bidang keberlanjutan sejak tahun 1997, dalam observasinya pada Juni 2025 bersama Tim Peneliti Universitas Indonesia (UI), mencatat temuan penting yang jarang tersorot media:

"Secara umum perairan laut Kawasi masih tergolong bagus, Telapak tidak menemukan adanya perubahan kualitas dan kerusakan ekologis yang disebabkan oleh aktivitas perusahaan."
(Laporan Observasi Lingkungan Telapak, Juni 2025)

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa nelayan di sekitar Kawasi dan Soligi tetap beroperasi normal dengan hasil tangkapan yang produktif. Aktivitas memancing yang rutin dilakukan masyarakat sekitar menjadi bukti nyata bahwa kualitas perairan mendukung kehidupan biota laut.

Fakta Pengelolaan Air

Salah satu isu yang paling sering disorot adalah pengelolaan air tambang. Sejak awal beroperasi, Harita Nickel telah membangun sistem pengelolaan air terintegrasi yang dirancang untuk memastikan air yang kembali ke lingkungan memenuhi standar kualitas.

Saat ini, perusahaan mengoperasikan 58 kolam pengendapan (settling ponds) yang berfungsi untuk menjernihkan air limpasan (air hujan yang melewati area tambang) sebelum dialirkan ke lingkungan. Dua kolam utama, yakni Tuguraci (luas 43 hektare dengan 11 kompartemen) dan Bunaken (luas 20 hektare dengan 5 kompartemen), mampu menampung jutaan meter kubik air. Di fasilitas ini, air diolah menggunakan teknologi koagulan dan flokulan untuk memastikan partikel tersuspensi mengendap sempurna.

Yang membedakan pendekatan Harita Nickel adalah prinsip pemisahan yang jelas: tidak ada saluran drainase, kolam sedimentasi, atau saluran pembuangan yang bersinggungan dengan sumber air minum alami atau sungai. Prinsip ini mencerminkan komitmen untuk memastikan infrastruktur pertambangan tidak pernah mengganggu sistem sumber daya air masyarakat.

Untuk menjamin transparansi, Harita Nickel juga terkoneksi dengan SPARING (Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Industri Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan). Sistem ini terhubung langsung dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Data kualitas air di outlet akhir dapat dipantau secara real-time oleh pemerintah, memastikan kepatuhan terhadap baku mutu.

"Transparansi bukan hanya tentang memublikasikan laporan tahunan. Transparansi adalah memberikan akses real-time kepada regulator untuk memantau aspek operasional pengelolaan air. Itulah yang kami lakukan melalui SPARING."

(Tonny Gultom, Direktur HSE Harita Nickel)

Fakta Pengelolaan Tailing

Jika bicara tentang pengelolaan air dan lingkungan, ada satu isu yang juga mengemuka. Apakah Harita membuang limbah tailing ke laut? Tudingan itu sering muncul. Bagaimana faktanya? Harita Nickel secara tegas tidak melakukan praktik Deep Sea Tailings Placement (DSTP). Seluruh tailing dikelola di fasilitas darat dengan sistem Dry Stack Tailing Facility (DSTF) yang menggunakan lapisan pengaman berlapis, dilengkapi dengan geomembran dan sistem drainase vertikal, untuk meminimkan risiko kontak dengan lingkungan.

Dalam proses High Pressure Acid Leach (HPAL), Harita Nickel menerapkan metodologi paten yang dikembangkan bersama mitra teknis untuk mengurangi pembentukan kromium-6. Inovasi ini pertama kali dilaporkan dalam Sustainability Report 2023 dan terus disempurnakan. Studi yang dilakukan pihak ketiga menunjukkan bahwa tailing yang dihasilkan tidak bersifat eksplosif, tidak mudah terbakar, tidak reaktif, tidak korosif, dan tidak beracun, berdasarkan standar LC50 dan LD50 yang berlaku.

Fakta Ikan dan Nelayan Obi

Lingkungan yang sehat harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sejak tahun 2023, Harita Nickel rutin menggelar Obi Fishing Tournament. Pada tahun 2025, kegiatan ini diikuti oleh 135 peserta dan berhasil menangkap ikan-ikan besar seperti kerapu dan kakap, spesies yang sensitif terhadap perubahan kualitas air. Fakta ini menjadi indikator penting bahwa ekosistem laut di sekitar kawasan operasional tetap produktif.

Perusahaan menginisiasi program SUTAN (Sentra Pengolahan Ikan Nelayan) di Kawasi dan Soligi, program yang memfasilitas nelayan dengan cold storage dan bantuan pemasaran hasil tangkapan langsung ke rantai pasok perusahaan. Sepanjang 2024, kelompok nelayan SUTAN telah menyalurkan 28,5 ton ikan, menciptakan rantai ekonomi yang stabil dan keberlanjutan sosial yang solid.

Fakta Permukiman Kawasi Baru

Isu relokasi masyarakat Desa Kawasi sering menjadi sorotan. Perlu dipahami bahwa proses ini merupakan program yang dipimpin oleh pemerintah dan sepenuhnya bersifat sukarela. Pada tahun 2018, Desa Kawasi dikategorikan sebagai desa tertinggal, sering mengalami banjir, rentan terhadap kenaikan muka air laut, serta terdampak peristiwa cuaca ekstrem.

Harita Nickel membantu pengembangan permukiman di lahan seluas 103 hektare  yang terintegrasi dengan fasilitas umum, seperti akses listrik 24 jam, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), masjid, gereja, balai pertemuan, pusat olahraga, dan area komersial. Lahan produktif di sekitarnya dilengkapi fasilitas pelatihan pertanian untuk mendukung kemandirian ekonomi warga.

Yunince, salah satu warga relokasi awal, memberikan testimoni yang mencerminkan dampak nyata:

"Kalau hujan tidak becek, kalau panas tidak berdebu. Di sini listrik dan air 24 jam penuh. Di rumah lama saya tidak pakai AC, tapi di sini sampai pasang tiga AC." (Yunince, Warga Kawasi Baru)

Nur Eneng Rahmat, warga lain yang sempat kembali ke rumah lama, menyadari perbedaan signifikan. Dia mengatakan, di rumahnya yang lama sangat bising karena dekat jalan utama. Kini, di tempat baru, dia merasa jauh lebih nyaman. Kampungnya lebih tertata, bisa bertemu tetangga lebih sering, dan kegiatan keagamaan juga aktif. Bahkan, dia kini bisa membuka usaha sembako dengan omzet Rp1-2 juta per hari.

Pada 19 November 2025, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Halmahera Selatan, Ikbal Hi. Mustafa, menyerahkan sertipikat tanah kepada warga Kawasi yang telah menempati permukiman baru, memastikan kepastian hukum kepemilikan tanah.

Fakta Standar Global: IRMA dan RMI RMAP

Komitmen Harita Nickel untuk melampaui sekadar kepatuhan regulasi nasional (beyond compliance) diuji melalui keterbukaan terhadap audit standar global. Perusahaan ini menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang secara sukarela menjalani audit Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), standar pertambangan bertanggung jawab paling ketat di dunia dengan lebih dari 400 indikator penilaian.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif IRMA Aimee Boulanger di media:

"Kami di sini bukan untuk memberikan stempel hijau. Kami di sini untuk mengubah ekspektasi industri."

Proses audit IRMA yang sedang berjalan mencakup penilaian mendalam terhadap pengelolaan air, keanekaragaman hayati, hak asasi manusia, hingga hubungan dengan masyarakat. Hasil audit akan dipublikasikan secara terbuka sebagai bagian dari komitmen transparansi.

Selain IRMA, Harita Nickel juga mengikuti proses Responsible Minerals Initiative – Responsible Minerals Assurance Process (RMI RMAP) untuk memastikan praktik rantai pasok yang bertanggung jawab sesuai prinsip HAM dan tata kelola transparan, merujuk pada UN Guiding Principles on Business and Human Rights, ILO Core Conventions, dan OECD Guidelines.

Fakta Investasi Lingkungan dan Sosial

Pada tahun 2024, Harita Nickel menginvestasikan sumber daya signifikan dalam pengelolaan lingkungan dan inisiatif keberlanjutan. Program-program komunitas, mulai dari koperasi yang dipimpin perempuan hingga inisiatif ketahanan pangan lokal, telah memberikan dampak nyata, dengan rata-rata Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,62. Artinya, setiap satu rupiah yang diinvestasikan menghasilkan lebih dari dua kali lipat nilai manfaat sosial. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap program-program ini rata-rata mencapai 89 dari 100, dengan kategori "sangat baik".

Fakta Peningkatan Berkelanjutan

Harita Nickel berkomitmen menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk peningkatan secara berkelanjutan.

Dengan membuka diri terhadap audit internasional dan penelitian independen dari universitas (IPB, Universitas Indonesia, Universitas Khairun), Harita Nickel menegaskan bahwa tata kelola perusahaan di Pulau Obi didasarkan pada data dan verifikasi valid di lapangan. Sebuah indikator bahwa ekosistem pesisir relatif terjaga.

Perjalanan menuju pertambangan yang bertanggung jawab adalah proses berkelanjutan dan setiap langkah maju adalah bukti komitmen untuk terus belajar dan berbenah.

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

 

Bagaimana Harita Nickel mengelola air tambang?

Harita Nickel membangun 58 sediment pond untuk mengelola air limpasan. Air dipantau real-time melalui sistem SPARING yang terhubung langsung ke KLHK. Setiap settling pond dirancang dengan kapasitas sesuai catchment area, seperti Pond Tuguraci 2 yang mampu menampung 10.000-50.000 m³/jam dengan waktu retensi 10-15 jam untuk proses pengendapan optimal.

 

Apa itu IRMA dan mengapa penting?

IRMA (Initiative for Responsible Mining Assurance) adalah standar audit pertambangan global paling ketat dengan 400+ indikator ESG yang mencakup aspek lingkungan, sosial, HAM, dan tata kelola. Harita Nickel adalah perusahaan tambang pertama di Indonesia yang secara sukarela menjalani audit IRMA, menunjukkan komitmen beyond compliance terhadap praktik pertambangan bertanggung jawab. Proses ini dilakukan oleh auditor independen internasional.

 

Bagaimana kondisi ekonomi masyarakat sekitar perusahaan setelah 15 tahun beroperasi?

Program pemberdayaan ekonomi Harita Nickel pada 2024 mencatat: transaksi dengan 65 UMKM lokal mencapai Rp150 miliar, program SUTAN menyerap 28,5 ton ikan dari nelayan lokal dengan omzet Rp784 juta, rata-rata Social Return on Investment (SROI) 2,62 (setiap Rp1 investasi menghasilkan Rp2,62 manfaat sosial), dan Indeks Kepuasan Masyarakat 89/100. Program-program seperti Obi Sehati (omzet Rp1,06 M), HOP Mart (omzet Rp2,9 M), dan Kabar Mapan menunjukkan dampak ekonomi yang terukur.

 

Apakah hasil penelitian independen mendukung klaim Harita tentang kualitas air?

Ya. Penelitian IPB (2022) oleh Prof. Dr. Ir. Etty Riani, MS menunjukkan kandungan nikel ikan 0,01-0,58 mg/kg (batas FDA: 80 mg/kg) dan Indeks Pencemaran Pulau Obi 4,30-4,72 (tercemar ringan), lebih baik dari Bacan (5,41) dan Ternate (5,37) yang tercemar sedang. Penelitian Universitas Khairun (2025) oleh Prof. Dr. M. Janib Achmad mengkonfirmasi parameter kualitas air memenuhi baku mutu dengan kesimpulan "pengelolaan tambang dilaksanakan dengan prinsip bertanggung jawab."

 

Bagaimana Harita menangani kandungan zat berisiko dalam proses HPAL?

Tailing dikelola dengan Dry Stack Tailings Facility (DSTF) dengan lapisan pengaman berlapis, di mana tailing dinetralkan, disaring menggunakan filter press untuk mengurangi kadar air.

Uji toksisitas oleh pihak ketiga menunjukkan tailing tidak bersifat eksplosif, mudah terbakar, reaktif, korosif, atau beracun. DSTF didukung oleh sistem drainase dan untuk lindi (leachate) yang dikumpulkan di kolam penampungan untuk diuji dan diolah jika diperlukan. Pemantauan air tanah secara berkala dilakukan guna memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan. PT TBP telah melakukan penilaian risiko secara menyeluruh untuk mengidentifikasi risiko dan langkah mitigasi, termasuk yang berasal dari tahap pengembangan, operasional, dan penutupan.

 

Apakah relokasi Desa Kawasi dilakukan secara paksa?

Tidak. Relokasi Desa Kawasi merupakan proses yang dipimpin oleh pemerintah dan sepenuhnya bersifat sukarela. Harita Nickel berperan sebagai pendukung dengan menyediakan infrastruktur, dan fasilitas, dan mendukung untuk memastikan bahwa proses relokasi berjalan dengan menghormati Hak Asasi Manusia (HAM).

Di Harita Nickel, semua karyawan dan keamanan perusahaan mengikuti pelatihan hak asasi manusia berdasarkan Voluntary Principles on Security and Human Rights. Perusahaan juga memastikan proses Human Rights Due Diligence dilakukan secara komprehensif dengan mengacu pada UN Guiding Principles on Business and Human Rights, IRMA Bab 1.3, serta IFC Performance Standards.

Proses relokasi juga dievaluasi sesuai IRMA Standard Bab 2.4. Pada tahun 2018, desa lama dikategorikan sebagai desa tertinggal dengan masalah banjir, keterbatasan listrik dan air bersih. Warga yang telah pindah melaporkan peningkatan signifikan dalam kualitas hidup, dan pada 19 November 2025, pemerintah menyerahkan sertipikat tanah kepada warga untuk kepastian hukum kepemilikan.

 

Bagaimana transparansi sistem monitoring lingkungan Harita?

Sistem SPARING (Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Industri Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan) milik KLHK terpasang di setiap outlet sediment pond Harita.

Data kualitas air dikirim real-time ke server KLHK setiap menit. Jika parameter melebihi baku mutu, alarm otomatis berbunyi dan valve pelepasan tertutup otomatis. Selain itu, Harita melakukan pengujian berkala dengan laboratorium independen terakreditasi dan membuka akses untuk penelitian independen oleh universitas dan NGO.