(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Panen Perdana Kelompok Tani Milenial Obi Lampaui Target Nasional

Kategori

:
Sorotan.

16 September 2026 | media

detail

Di tengah kemarau panjang dan cuaca tak menentu, Kelompok Tani Milenial Desa Buton, Kecamatan Obi, berhasil mencatat produktivitas sedikitnya 6,5 ton padi per hektare, melampaui target panen nasional sebesar 5,7 ton per hektare.

Hasil tersebut dipanen dari lahan seluas 12,5 hektare dalam Panen Raya Padi bertema “Sinergi Membangun Negeri”, Senin (7/9). Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pertanian Halmahera Selatan Suryatmi Aldjokja, BPP Pertanian Obi, Forkopincam, serta perwakilan pemerintah desa di Kecamatan Obi.

Berdasarkan hasil ubinan tim pendamping, produktivitas panen mencapai sedikitnya 6,5 ton per hektare dari sejumlah varietas, antara lain Inpari, padi gogo, dan Mentik Wangi. Panen ini sekaligus menjadi panen perdana Kelompok Tani Milenial yang baru dibentuk pada awal tahun.

Ketua Kelompok Tani Milenial Ruslan Kasman mengatakan, pencapaian tersebut tidak lepas dari tantangan cuaca. Bibit yang pertama ditanam sempat mati setelah hujan, sementara penanaman kembali harus menghadapi kemarau panjang.

“Kami sempat hampir putus asa. Kami berterima kasih kepada pemerintah dan perusahaan yang terus mendampingi, termasuk dalam pengadaan irigasi, sehingga pengairan tetap lancar,” kata Ruslan.

Suryatmi menilai panen perdana tersebut menunjukkan perkembangan positif sekaligus memperkuat upaya ketahanan pangan di Halmahera Selatan. Menurutnya, pengembangan pertanian sejalan dengan konsep Agromaritim Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan yang mengintegrasikan potensi pertanian, kelautan, dan perikanan secara terpadu dan berkelanjutan.

“Dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak sangat diperlukan, termasuk pihak swasta. Kami serius berjuang meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Suryatmi. Ia juga mengapresiasi pendampingan Harita Nickel dalam mendukung program ketahanan pangan daerah.

Pendampingan tersebut dilakukan melalui Sentra Ketahanan Pangan Obi (SENTANI). Dari semula dua kelompok, kini berkembang menjadi tiga kelompok tani, yakni Milenial, Akemoriri, dan Batu Putih, dengan total 42 anggota dan lahan garapan 30 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Halmahera Selatan, Suryatmi Aldjokja, memotong padi secara simbolis saat menghadiri Panen Raya Padi di Desa Buton, Kecamatan Obi.

Kepala Dinas Pertanian Halmahera Selatan, Suryatmi Aldjokja, memotong padi secara simbolis saat menghadiri Panen Raya Padi di Desa Buton, Kecamatan Obi. 

Pada musim panen ini, ketiga kelompok tersebut akan memanen sekitar 25 hektare. Selain Milenial, kelompok Akemoriri dan Batu Putih juga dijadwalkan melakukan panen. Bahkan hasil ubinan dari kelompok ini ada yang mencapai lebih dari 8 ton per hektar.

Community Development Manager Harita Nickel Broto Suwarso mengatakan, hasil panen di tengah anomali cuaca menunjukkan pentingnya pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus berbasis pengetahuan lokal.

“Petani Obi memiliki kearifan lokal dalam membaca perubahan cuaca, kondisi lahan, dan ketersediaan air. Pengetahuan ini penting untuk dikembangkan agar pertanian semakin adaptif dan mampu memperkuat ketahanan pangan,” kata Broto.

Adaptasi dilakukan melalui pemilihan varietas sesuai kondisi lahan, pengaturan irigasi secara bergilir, serta pemanfaatan area kering untuk tanaman palawija. Minat masyarakat untuk bertani juga mulai tumbuh. Sekitar 15 warga berencana membentuk kelompok tani baru.

Ketua Komunitas Pelangi (Perintis Kedaulatan Pangan Obi) sekaligus perintis pertanian Desa Buton, Darwan Aduhasan, menilai pertumbuhan tersebut perlu didukung ekosistem pertanian yang memberikan kepastian bagi petani.

“Pertanian bagi kami adalah masa depan, bukan masa lalu. Kita ingin membangun petani yang modern dan pertanian yang memakmurkan masyarakat,” ujarnya.

Panen perdana Kelompok Tani Milenial menjadi salah satu gambaran potensi pertanian Obi. Dengan kolaborasi lintas sektor, pengetahuan lokal, dan pendampingan berkelanjutan, pengembangan pertanian di Obi dapat turut memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.