(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Mengenal Mangrove: Fungsi, Manfaat, dan Upaya Pelestariannya di Pulau Obi

Kategori

:
Koleksi.

25 Mei 2026 | Admin

detail

Mangrove adalah salah satu ekosistem pesisir yang perannya sering kali tidak disadari, padahal dampaknya sangat besar baik bagi lingkungan maupun bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya. Di Indonesia, hutan mangrove tumbuh di banyak wilayah, termasuk di Pulau Obi yang merupakan karakteristik wilayah pesisir dan memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi.

Ekosistem mangrove di pulau Obi sendiri dapat ditemukan di kawasan pesisir selatan dan utara, dengan keberadaan yang cukup signifikan di Desa Soligi, Desa Anggai, dan Desa Madapolo Barat yang sekaligus menjadi area fokus pelestarian melalui penanaman bibit endemik Maluku Utara. 

Dengan banyaknya permukiman yang berada tepat di tepi pantai/pesisir, keberadaan mangrove di Pulau Obi bukan sekadar soal lingkungan, ia menjadi salah satu bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir pulau Obi.

Apa Itu Mangrove?

Mangrove atau bakau adalah tumbuhan yang hidup di kawasan pesisir, di mana daratan dan laut bertemu secara langsung. Ia bisa tumbuh di kondisi yang cukup ekstrem: seperti kadar garam tinggi, tanah berlumpur, dan minim oksigen, kondisi yang membuat kebanyakan tanaman lain tidak bisa bertahan.

Food and Agriculture Organization (FAO) menyebut mangrove sebagai ekosistem unik dengan kemampuan adaptasi tinggi sekaligus fungsi ekologis yang kompleks.

Beberapa ciri khas mangrove yang mudah dikenali:

  • Memiliki akar napas (pneumatofora) yang muncul ke permukaan tanah

  • Tumbuh di daerah pasang surut

  • Tahan terhadap kadar garam tinggi

Fungsi dan Manfaat Mangrove di Pulau Obi

1. Melindungi Pesisir sebagai Greenbelt Alami

Salah satu fungsi mangrove yang paling nyata adalah melindungi garis pantai dari abrasi dan hantaman gelombang laut. Akar-akarnya yang kuat bekerja seperti jangkar alami, menahan tanah agar tidak tergerus, sekaligus meredam energi gelombang sebelum mencapai daratan.

Di Pulau Obi, di mana sebagian besar aktivitas ekonomi dan permukiman berada di wilayah pesisir, fungsi ini menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas kawasan pantai dalam jangka panjang.

2. Menjadi Habitat Berbagai Biota Laut

Selain fungsi secara fisik mangrove sebagai pelindung garis pantai, mangrove juga memiliki secara ekologis yaitu menjadi tempat hidup dan berkembang biak bagi berbagai jenis ikan, kepiting, dan organisme laut lainnya. Ekosistem ini juga berkontribusi terhadap keberlanjutan sumber daya perikanan masyarakat.

3. Menyerap Karbon dalam Jumlah Besar (Blue Carbon)

Mangrove dikenal sebagai salah satu ekosistem penyerap karbon paling efektif di dunia.

Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), mangrove mampu menyimpan karbon dalam jumlah besar, terutama di dalam sedimen tanah. Kemampuan ini menjadikan mangrove sebagai bagian dari blue carbon ecosystem yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim.

Pelestarian mangrove tidak hanya berdampak pada lingkungan lokal, tetapi juga berkontribusi pada upaya global dalam mengurangi emisi karbon.

4. Menjaga Kualitas Air Pesisir

Mangrove juga berperan sebagai penyaring alami. Sedimen, dan polutan yang terbawa arus akan tertahan sebelum masuk ke laut, sehingga kualitas perairan di sekitar kawasan mangrove cenderung lebih terjaga dibandingkan wilayah pesisir tanpa tutupan vegetasi.

Baca Juga: Kondisi Laut Obi dan Pengelolaan Lingkungan Harita Nickel

Upaya Pelestarian Mangrove di Pulau Obi

Pelestarian mangrove menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Upaya ini dilakukan melalui rehabilitasi, penanaman, serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Di Indonesia, program rehabilitasi mangrove juga menjadi bagian dari agenda nasional yang didorong oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Di Pulau Obi,  fokus area pelestarian mangrove berada di Desa Soligi, Desa Anggai, dan Desa Madapolo Barat. Pelestarian mangrove di Pulau Obi tidak hanya dilakukan melalui program formal, tetapi juga tumbuh dari inisiatif masyarakat lokal.

Salah satu contoh adalah kelompok masyarakat seperti Kelompok Tongke di Desa Soligi, yang sejak 2019 secara swadaya menjaga dan merawat hutan mangrove di wilayah pesisir mereka.

Kelompok ini lahir dari kesadaran masyarakat akan pentingnya mangrove bagi lingkungan maupun masyarakat. Dengan luas mangrove sekitar 23 hektare di wilayah Soligi, keberadaan komunitas ini menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Kolaborasi Pelestarian Mangrove di Pulau Obi

Dalam perkembangannya, upaya pelestarian mangrove di Pulau Obi semakin kuat melalui kolaborasi antara masyarakat dan berbagai pihak.

Sebagai bagian dari wilayah operasional, Harita Nickel turut berkontribusi melalui pendekatan berbasis masyarakat.

Kolaborasi ini mencakup:

  • Aktivitas Penanaman Bibit Mangrove

  • Pendampingan kelompok masyarakat seperti Kelompok Tongke

  • Pelatihan pembibitan dan teknik penanaman mangrove

  • Monitoring dan evaluasi ekosistem secara berkelanjutan

Pendekatan ini dirancang agar masyarakat tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola dan merawat mangrove secara mandiri ke depannya. 

Menjaga Mangrove, Menjaga Kehidupan 

Mangrove merupakan ekosistem penting yang memiliki berbagai fungsi, mulai dari melindungi pesisir sebagai greenbelt alami hingga menyerap karbon dalam jumlah besar sebagai bagian dari blue carbon ecosystem.

Di Pulau Obi, menjaga mangrove berarti menjaga sumber penghidupan, keberadaan mangrove tidak hanya menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir. Melalui upaya pelestarian yang melibatkan masyarakat dan dukungan berbagai pihak, termasuk Harita Nickel, mangrove diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.