Pentingnya Air di desa Kawasi
Kawasi, sebuah desa di Pulau Obi, Maluku Utara, merupakan salah satu pusat kegiatan operasional tambang Harita Nickel. Seiring dengan berkembangnya aktivitas industri, kebutuhan akan air bersih di Kawasi juga semakin meningkat, baik untuk masyarakat sekitar maupun untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.
Air bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga penopang kehidupan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat. Karena itu, menjaga kualitas dan ketersediaan air di Kawasi menjadi tanggung jawab bersama.
Komitmen Harita Nickel dalam Pengelolaan Air
Sebagai perusahaan pertambangan yang beroperasi di Pulau Obi, Harita Nickel memiliki komitmen kuat untuk menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan. Salah satu fokus utamanya adalah pengelolaan air di kawasan area pertambangan dan Desa Kawasi agar kualitasnya tetap terjaga.
Komitmen ini tidak hanya diwujudkan melalui pengelolaan air di area operasional, tetapi juga melalui upaya perlindungan terhadap sumber air yang digunakan masyarakat. Sebagai informasi, jalur air dari sistem pengelolaan sedimentasi Harita Nickel tidak beririsan dengan jalur mata air Kawasi yang berasal dari Danau Karo, sehingga sumber air masyarakat tetap terlindungi dan tidak terdampak oleh aktivitas operasional tambang.
Implementasi Program
Beberapa langkah nyata yang sudah dijalankan Harita Nickel dalam pengelolaan air di kawasan area pertambangan dan desa Kawasi antara lain:
-
Rutin monitoring mata air Kawasi
Tim lingkungan Harita Nickel melakukan pemantauan berkala terhadap kualitas mata air Kawasi yang menjadi sumber utama warga. Hasil pengujian menunjukkan air layak konsumsi dan aman digunakan masyarakat. -
Penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat
Pada Permukiman Baru Desa Kawasi, setiap rumah warga telah disediakan akses air bersih 24 jam.
-
Pemanfaatan air hujan dan daur ulang air
Air hujan yang ditampung di area operasional dimanfaatkan kembali, sementara lebih dari 10 juta meter kubik air sudah berhasil didaur ulang untuk kebutuhan industri. -
Pembangunan kolam sedimentasi
Lebih dari 50 kolam sedimen dibangun untuk menahan limpasan air hujan agar tidak membawa material tanah ke sungai atau mata air. Air yang keluar dari kolam ini dipastikan memenuhi baku mutu yang dipersyratkan dalam regulasi. -
Pengelolaan limbah cair secara aman
Sisa hasil pengolahan pabrik tidak dialirkan ke laut. Harita Nickel mengelola sisa hasil pengolahan dari proses HPAL melalui fasilitas Dry Stack Tailings Facility (DSTF), yaitu sistem penanganan tailing dengan cara dipadatkan dan kemudian ditempatkan secara aman di area bekas tambang. Metode ini terbukti ramah lingkungan serta memenuhi standar nasional dan internasional. Selain itu, seluruh kegiatan pengelolaan sisa hasil pengolahan ini telah memiliki perizinan resmi dari pemerintah, memastikan setiap proses berjalan sesuai regulasi lingkungan yang berlaku.
Kolaborasi dengan Masyarakat
Upaya menjaga kualitas air di Kawasi tidak hanya dilakukan melalui pengelolaan teknis di area operasional tambang, tetapi juga lewat keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitar permukiman. Harita Nickel menyadari bahwa sumber air yang bersih juga bergantung pada kondisi lingkungan desa, terutama dari pengelolaan sampah dan saluran air. Oleh karenanya, Harita Nickel menjalin kolaborasi dengan warga setempat melalui berbagai program kegiatan, seperti:
-
Rutin melakukan aksi bersih-bersih lingkungan
Bersama warga, Harita Nickel rutin menggelar kegiatan bersih desa, salah satunya seperti pada momen World Cleanup Day. Dalam kegiatan ini, 4,5 ton sampah berhasil dikumpulkan untuk mencegah penumpukan yang dapat menyumbat saluran air. -
Pengelolaan sampah terpadu
Warga dilibatkan dalam pemilahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah plastik didaur ulang menjadi barang bernilai guna. Langkah ini mencegah sampah mencemari sungai atau terbawa ke sumber air. -
Edukasi lingkungan sejak dini
Melalui program Harita Mengajar, ratusan siswa di Kawasi mendapatkan pelatihan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Edukasi ini menanamkan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar tidak berakhir pada pencemaran air. -
Sosialisasi dan pelatihan siaga bencana
Harita Nickel juga melatih masyarakat Kawasi agar siap menghadapi potensi bencana, termasuk banjir. Program ini tidak hanya membekali warga dengan keterampilan tanggap darurat, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih dan bebas hambatan aliran air.
Dengan keterlibatan masyarakat, upaya menjaga air bersih menjadi lebih berkelanjutan karena tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab bersama. Air di Kawasi adalah aset berharga yang harus dijaga bersama. Melalui kolaborasi antara Harita Nickel dan masyarakat, pengelolaan air dapat dilakukan dengan lebih efektif dan berkelanjutan. Upaya ini bukan hanya mendukung kebutuhan sehari-hari warga, tetapi juga memastikan keberlangsungan lingkungan di Pulau Obi untuk masa depan.


