.jpg&w=3840&q=75)
Kawasan konservasi Sagu akan dibentuk dan dikelola oleh Pemerintah Desa Kawasi. Pengelolaan kawasan ini sepenuhnya berada di tangan komunitas lokal. Harita Nickel dan mitra lain menyediakan dukungan teknis. Perusahaan tidak punya hak atas tanah tersebut.
Area konservasi Sagu dekat Permukiman Baru Desa Kawasi, April 2026
Harita Nickel sepenuhnya hormati hak komunitas atas tanah tersebut, dan perusahaan serta mengoordinasikan setiap langkah secara erat bersama masyarakat lokal.
Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan telah melaksanakan berbagai kegiatan (link 1, link 2) untuk mendukung ketahanan pangan dan konservasi, termasuk konservasi sagu, bersama dengan masyarakat setempat.
Penyuluhan Konservasi Sagu oleh BKSDA, dihadiri oleh Pemdes, Masyarakat dan ketua adat Desa Kawasi, April 2026
Studi awal Sagu Kawasi, dengan ahli akademisi Sagu, August 2025
Dalam koordinasi dengan Pemerintah Desa dan komunitas lokal akan melibatkan Seksi Konservasi Wilayah I Ternate, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku, Kementrian Kehutanan dan Harita Nickel dalam pembentukan kawasan konservasi tersebut. Ini bagian dari komitmen jangka panjang terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan kebutuhan masyarakat lokal.
Diskusi Ketua adat desa Kawasi dengan Kepala BKSDA Maluku terkait dengan perlindungan dan pengelolaan area Sagu Heritage, April 2026
Sebagai bagian dari penguatan berbasis ilmiah, Harita Nickel akan bekerja sama dengan ahli Sagu Nasional untuk melakukan kajian terkait pengayaan dan pengelolaan kawasan sagu, serta menyelenggarakan pelatihan pengolahan sagu bagi masyarakat sekitar. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan.


