.jpg&w=3840&q=75)
Baru-baru ini, pembicaraan publik mengenai praktik pertambangan semakin meningkat—banyak di antaranya lahir dari kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat, dan masa depan bumi kita. Harita Nickel menyambut baik setiap percakapan tersebut karena bagi kami, perhatian publik mengingatkan bahwa pekerjaan kami berdampak luas, dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab harus selalu dibangun di atas dialog, bukti, dan perbaikan berkelanjutan.
Kami memahami bahwa sejumlah pihak, termasuk beberapa organisasi masyarakat sipil, telah menyuarakan kekhawatiran terkait kegiatan pertambangan nikel di Pulau Obi. Kekhawatiran tersebut kami pandang bukan sebagai sesuatu yang dihindari, melainkan sebagai kesempatan untuk mendengarkan, memperjelas, dan terus memperbaiki cara kami bekerja.
Komitmen yang Berdasar pada Tanggung Jawab
Perjalanan kami dimulai dari satu keyakinan sederhana: pertambangan yang dijalankan secara bertanggung jawab dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Keyakinan inilah yang menjadi dasar setiap kebijakan dan praktik kami.
Kebijakan Keberlanjutan Harita Nickel mewajibkan kepatuhan ketat terhadap rekomendasi hasil studi Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value/HCV) dan berupaya menghindari kegiatan operasi di kawasan hutan primer sejauh hal tersebut memungkinkan secara teknis dan geologis. Kami juga telah menetapkan target jangka panjang untuk mencapai net conservation gain pada tahun 2043, sehingga perlindungan keanekaragaman hayati dan integritas ekosistem menjadi pusat dari setiap langkah kami. Sebagai inisiatif tambahan untuk mencapai target keuntungan konservasi bersih, Harita Nickel membentuk tim konservasi khusus yang berkolaborasi dengan masyarakat setempat. Kolaborasi ini dilakukan untuk mengedukasi tentang keanekaragaman hayati dan ajakan melakukan pemantauan bersama. Sebagai bagian dari inisiatif ini, kawasan sagu yang bernilai budaya penting telah secara sukarela disisihkan sebagai kawasan konservasi yang tidak akan digunakan untuk operasi industri. Untuk informasi lebih lanjut tentang konservasi sagu, silakan merujuk ke artikel situs web ini
Untuk memahami risiko lingkungan secara lebih mendalam, kami mengembangkan Landscape-based Nature Risk Assessment (LNRA), sebuah pendekatan ilmiah yang menilai sensitivitas ekologis di seluruh Pulau Obi. Kajian menunjukkan bahwa sepanjang 2009 hingga 2023, kegiatan pertambangan Harita Nickel memengaruhi sekitar 400 hektare hutan alami, atau setara dengan sekitar 0,15% dari total luas Pulau Obi. Sebagai perbandingan, seluruh aktivitas pertambangan kami di Pulau Obi secara keseluruhan mencakup sekitar 1,4% dari total luas pulau. Angka ini menunjukkan komitmen nyata kami untuk meminimalkan gangguan terhadap alam sambil tetap menjalankan kegiatan secara bertanggung jawab.
Masyarakat dalam Pusat Perjalanan Kami
Kami memahami bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang alam, tetapi juga manusia. Di seluruh wilayah operasi, Harita Nickel aktif berinteraksi dengan masyarakat melalui pendekatan Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) serta membangun dialog berkelanjutan dengan pemerintah daerah dan kelompok masyarakat sipil.
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) kami mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi, pelestarian budaya, dan pembangunan infrastruktur. Semua ini bukan sekadar inisiatif jangka pendek, melainkan kemitraan jangka panjang untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat setempat.
Untuk mengantisipasi risiko banjir selama musim hujan dengan curah hujan tinggi di beberapa wilayah Pulau Obi, kami bersama pemerintah daerah memperkuat sistem drainase dan membangun kolam pengendapan baru.
Lebih jelasnya, seluruh lahan di Pulau Obi adalah milik pemerintah, termasuk lahan yang digunakan untuk pemukiman baru desa Kawasi. Untuk relokasi ini, Harita Nickel secara sukarela menyediakan lahan milik pemerintah yang sebelumnya dialokasikan untuk keperluan industri untuk dialihkan sebagai pemukiman baru. Selain itu, perusahaan menyediakan layanan publik seperti listrik gratis, pasokan air, serta infrastruktur sosial dan keagamaan. Infrastruktur tersebut berupa dua sekolah, dermaga khusus yang terhubung langsung ke desa melalui akses jalan, masjid, gereja, balai warga, dan area komersial. Pembangunannya kini telah selesai.

Menjaga Air, Udara, dan Lingkungan
Kami menyadari bahwa air adalah sumber kehidupan, dan menjaganya adalah tanggung jawab yang kami pegang teguh. Kualitas udara dan air di sekitar area operasi Harita Nickel di Pulau Obi dipantau secara berkala sesuai baku mutu dan regulasi lingkungan yang berlaku, selaras dengan praktik terbaik internasional.
Penilaian independen, termasuk yang dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Tempo, turut meninjau sistem pengelolaan air kami untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas.
Saat ini kami mengoperasikan 52 kolam pengendapan dengan luas keseluruhan sekitar 80 hektare untuk menampung dan mengolah sedimen sebelum air dikembalikan ke lingkungan, menjaga agar kualitas air yang dilepaskan tetap sesuai standar lingkungan.
Kami juga menerapkan teknologi Dry Stack Tailings Facility (DSTF) yang tidak memerlukan bendungan tailing konvensional dan secara signifikan mengurangi risiko lingkungan. Semua fasilitas ini dirancang, dipantau, dan dipelihara dengan standar keselamatan dan keberlanjutan yang ketat.
Mengurangi Emisi, Memaksimalkan Dampak Positif
Proses pengolahan nikel memerlukan energi dalam jumlah besar, dan di pulau terpencil seperti Obi, menjaga pasokan listrik yang stabil menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kami menerapkan peta jalan dekarbonisasi komprehensif yang dikembangkan bersama USAID SINAR dan Climate Smart Ventures.
Sejak 2021, Harita Nickel telah menginvestasikan lebih dari Rp796 miliar untuk inisiatif energi berkelanjutan, dan berhasil menghindari sekitar 1,6 juta ton emisi karbon. Kami menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca absolut sebesar 30% pada tahun 2030, yang diukur berdasarkan baseline dan skala operasional tahun 2022, serta pencapaian net zero emission pada tahun 2060. Target ini saat ini mencakup fasilitas yang telah beroperasi hingga tahun 2022, sementara fasilitas baru setelah periode tersebut akan dimasukkan secara bertahap dalam pembaruan peta jalan dekarbonisasi berikutnya.
Di tahun 2025, kami telah menuntaskan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di kawasan industri kami.
Verifikasi Independen: Perjalanan Kami Bersama IRMA
Akuntabilitas yang baik perlu didukung oleh verifikasi independen. Karena itu, Harita Nickel tengah menjalani audit pihak ketiga di bawah Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), sebagai entitas pertama di Indonesia yang menjalani audit dengan standar global paling ketat untuk pertambangan yang bertanggung jawab.
Audit ini dilakukan oleh SCS Global Services, mencakup penilaian kepada lebih dari 400 kriteria yang meliputi kinerja lingkungan, hak asasi manusia, keselamatan kerja, dan keterlibatan masyarakat. Proses audit dimulai pada November 2024 dengan tahap peninjauan dokumen, dilanjutkan dengan audit lapangan pada April 2025. Kami saat ini sedang meninjau draf laporan dari auditor independen dan menyiapkan langkah-langkah tindak lanjut sesuai dengan proses IRMA. Setelah proses ini selesai, kami akan membagikan informasi terbaru mengenai langkah berkelanjutan kami dalam memperkuat keselarasan dengan praktik terbaik internasional.
Bagi kami, audit ini bukan sekadar kewajiban, melainkan pernyataan komitmen untuk terus belajar, meningkatkan diri, dan memastikan bahwa praktik kami sejalan dengan standar terbaik dunia.
Menegakkan Hak Asasi dan Tata Kelola Keamanan yang Beretika
Kami menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap segala bentuk pelecehan, intimidasi, atau kekerasan. Seluruh personel perusahaan dan keamanan menjalani pelatihan tentang Prinsip Sukarela untuk Keamanan dan Hak Asasi Manusia (Voluntary Principles on Security and Human Rights) untuk memastikan praktik pengamanan menghormati hak asasi manusia.
Kami juga memiliki mekanisme pengaduan dan pelaporan pelanggaran (whistleblowing) yang terbuka bagi seluruh pihak, bagi karyawan, mitra, maupun masyarakat, sehingga setiap kekhawatiran dapat disampaikan dengan aman dan ditangani secara transparan. Apabila laporan terverifikasi, kami berkomitmen untuk menyelidiki secara tuntas dan bertindak tegas sesuai prinsip keadilan, dengan menjaga kerahasiaan pelapor serta kebijakan non-retaliasi.
Terus Berkembang, Terus Mendengar
Keberlanjutan bukan garis akhir—ia adalah perjalanan panjang yang menuntut kerendahan hati, pembelajaran, dan kolaborasi. Kami menyadari masih ada tantangan yang harus diatasi, dan bahwa perspektif eksternal—baik dari LSM, akademisi, maupun media—memegang peran penting untuk menjaga akuntabilitas industri.
Di Harita Nickel, kami tidak melihat masukan tersebut sebagai lawan, melainkan sebagai mitra menuju kemajuan. Kami percaya transparansi, data, dan kolaborasi yang tulus adalah jalan terbaik bagi masa depan pertambangan Indonesia. Kami mengundang seluruh pemangku kepentingan—masyarakat lokal, lembaga swadaya masyarakat, pemerintah, dan rekan seindustri—untuk bersama membangun model pertambangan yang benar-benar melayani manusia dan bumi.
Bagi kami, pertambangan yang bertanggung jawab bukan hanya tentang menggali mineral dari bumi—tetapi tentang menggali sisi terbaik dari diri kita sebagai manusia: integritas, kepedulian, dan keberanian untuk terus memperbaiki diri.




