Jelajah Obi: Ajak Siswa Soligi Kenali Satwa dan Habitatnya

Kategori

:
Lingkungan & K3.

18 Oktober 2026 | media

detail

Mengenal satwa dan habitatnya menjadi pengalaman baru bagi siswa SMP Soligi melalui program Jelajah Obi yang mengajak mereka mengenali keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar.

Melalui Departemen Sustainability, Harita Nickel menggelar kegiatan Awareness Satwa Liar Dilindungi dengan pesan “Temukan, Kenali, Lindungi”. Kegiatan ini dirancang secara interaktif untuk memperkenalkan kekayaan satwa Pulau Obi sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian alam.

Dalam sesi pengenalan, para siswa mempelajari satwa khas Pulau Obi, seperti kuskus Obi dan srigunting Obi. Mereka juga diperkenalkan pada burung migran, termasuk trinil dan gajahan, yang memanfaatkan kawasan pesisir sebagai tempat beristirahat dan mencari makan selama perjalanan migrasi.

Pengenalan ini membuka wawasan siswa tentang keberadaan satwa di lingkungan yang selama ini dekat dengan kehidupan mereka. “Saya baru tahu kalau ternyata ada banyak satwa khas Pulau Obi yang hidup di sekitar sekolah saya,” ungkap Salasabila La Hamiru, siswi kelas 8A SMP Soligi.

Dari Mengenal, Belajar Menjaga

Pembelajaran berlanjut melalui simulasi pemantauan satwa di lingkungan sekolah. Dalam kelompok kecil, para siswa menjelajahi empat zona pengamatan, yaitu hutan sekolah, taman, bangunan, dan pesisir.

Praktik Lapangan para Siswa dalam Mengamati Satwa di sekitar Area Sekolah
Praktik Lapangan para Siswa dalam Mengamati Satwa di sekitar Area Sekolah

Berbekal peta, kartu identifikasi, dan formulir pencatatan, mereka belajar mengenali ciri-ciri satwa serta mendokumentasikan hasil pengamatan. Setiap kelompok kemudian mencocokkan catatan dan mempresentasikan temuan mereka.

Para siswa juga mempelajari etika pemantauan satwa, termasuk menjaga jarak aman serta tidak mengganggu satwa dan habitatnya. Melalui praktik ini, mereka memahami bahwa mengenali satwa tidak cukup hanya dengan mengetahui nama dan cirinya, tetapi juga perlu disertai perilaku yang menghormati kehidupan liar.

Muharmansyah, Conservation Specialist Harita Nickel, menjelaskan bahwa pengenalan keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar merupakan langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian terhadap konservasi.

“Ketika anak-anak mengenal satwa dan habitat yang ada di sekitar mereka, mereka akan lebih memahami mengapa keduanya perlu dijaga. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong mereka untuk mulai mengamati, menghargai, dan melindungi keanekaragaman hayati dari lingkungan terdekat,” ujarnya.

Pembelajaran tersebut menegaskan bahwa kepedulian terhadap alam dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan lingkungan, tidak menangkap atau memburu satwa liar, serta menjaga habitat tempat satwa hidup.

Pengamatan oleh salah satu peserta atau Siswa SMP Soligi
Pengamatan oleh salah satu peserta atau Siswa SMP Soligi

Menumbuhkan Kepedulian Sejak Dini

Melalui program Jelajah Obi, Harita Nickel mendorong generasi muda untuk mengenali keanekaragaman hayati di sekitar mereka dan memahami pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Pengetahuan yang diperoleh di sekolah diharapkan dapat dibagikan kepada keluarga dan masyarakat, sehingga kepedulian terhadap satwa turut tumbuh di lingkungan yang lebih luas.

Dari SMP Soligi, pesan “Temukan, Kenali, Lindungi” mengajak para siswa untuk memulai langkah konservasi dari lingkungan terdekat: mengenali satwa yang hidup di sekitar mereka, menghormati habitatnya, dan ikut menjaga kelestarian alam Pulau Obi.