
Tidak semua hal besar dimulai dengan perencanaan panjang. Kadang, ia berawal dari kebutuhan sederhana. Seperti ketika beberapa karyawan PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF), PT Karunia Permai Sentosa (KPS), dan PT Obi Sinar Timur (OST) berkumpul dan menyadari bahwa minat kreatif mereka membutuhkan ruang untuk tumbuh.
Dari kebutuhan itulah, gagasan tentang sebuah ruang kreatif internal mulai terbentuk. Potensi ini lebih dulu ditangkap oleh Christoforus Nanda Rahardian, Industrial Relations Specialist HJF. Ia melihat bahwa banyak karyawan memiliki minat dan kemampuan kreatif, namun belum memiliki wadah bersama.
Menurut Christo, gagasan ini berangkat dari pengamatan sederhana atas keseharian di site. “Saya melihat banyak potensi kreatif di teman-teman. Ada yang suka foto, ada yang tertarik bikin video, tapi semuanya berjalan sendiri-sendiri. Dari situ muncul keinginan untuk menghadirkan ruang yang lebih cair, supaya mereka bisa saling belajar dan merasa punya tempat,” ujarnya.
Dari sana, terbentuklah Herocreative, komunitas internal yang menjadi ruang belajar dan berkolaborasi bagi karyawan Harita Nickel di Pulau Obi, dijalankan oleh karyawan, untuk karyawan.
Ketua Herocreative, Rudianto Sapsuha dari departemen Fire Emergency Service, menilai Herocreative hadir sebagai ruang yang menjembatani minat kreatif karyawan dengan semangat kolaborasi. “Banyak teman-teman yang sebenarnya punya ketertarikan di bidang kreatif, tapi belum tahu harus mulai dari mana. Nah, di sini kita belajar bareng, saling bantu, dan kalau bisa, berkontribusi juga untuk perusahaan,” ujarnya.
Yang membuat komunitas ini menarik adalah keberagamannya. Ada anggota yang baru pertama kali memegang kamera, ada yang hanya bermula dari belajar mengedit video lewat tutorial online, dan ada juga yang sudah lama menekuni fotografi namun belum pernah punya ruang untuk berbagi. Perpaduan kemampuan itu justru membuat mereka berkembang. Tidak ada yang merasa lebih unggul, tidak ada yang tertinggal, semuanya tumbuh bersama.
Muhammad Rizal Tahir, salah satu anggota Herocreative dari departemen Equipment yang sering terlibat aktif dalam kegiatan internal perusahaan, mengatakan pengalaman ini mengubah cara ia memandang rutinitasnya. “Banyak hal di lapangan yang ternyata menarik. Dulu sering saya lewatkan begitu saja, tapi setelah ikut Hero Creative, rasanya jadi lebih peka terhadap hal-hal yang bisa saya jadikan konten,” tuturnya.
Sementara itu, Nur Fadhilah Ahmad dari departemen Produksi merasakan hal yang tidak jauh berbeda. Meski berasal dari latar belakang kerja yang jauh dari dunia kreatif, baginya Herocreative membuka cara pandang baru dalam melihat kesehariannya di site.
“Senang banget bisa bergabung dengan Herocreative. Saya yang dari awal belum begitu paham cara membuat konten, sekarang mulai belajar menghasilkan ide yang lebih menarik,” jelasnya.
Perempuan yang bekerja di HJF sejak 2023 itu juga mengaku bahwa keberadaan Hero Creative membuat lingkungan kerja terasa lebih nyaman. Ditambah, perusahaan rutin mengadakan berbagai event menarik yang melibatkan komunitas ini. “Jadi tidak terlalu jenuh dengan rutinitas yang itu-itu saja,” terangnya.
Seiring waktu, kegiatan Herocreative semakin berkembang. Dari sesi shooting kecil-kecilan hingga terlibat dalam dokumentasi berbagai event internal, komunitas ini mulai berperan dalam menghadirkan visual yang lebih tertata. Mereka bukan bekerja sebagai tim profesional, tetapi kontribusi mereka membuat banyak divisi dan departemen melihat kegiatan perusahaan dari sudut pandang yang lebih dekat.
Dampaknya pun terasa lebih luas dari yang mereka bayangkan. Anggota dari berbagai departemen yang sebelumnya jarang berinteraksi kini bisa duduk bersama, berdiskusi, saling memberi masukan, bahkan tertawa ketika meninjau hasil foto yang meleset fokus.

Bagi Harita Nickel, kehadiran komunitas Herocreative menambah warna baru dalam pengembangan engagement internal. Komunitas ini menunjukkan bahwa kreativitas bisa bertumbuh di lingkungan manapun selama diberi kesempatan, dukungan, dan ruang.
Herocreative mungkin berkembang perlahan, tetapi fondasi yang mereka bangun sudah kuat: inisiatif yang difasilitasi perusahaan dan dijalankan sepenuhnya oleh karyawan. Mereka bukan sebuah unit formal, bukan tim besar, namun kehadirannya mengingatkan bahwa di balik setiap aktivitas operasional selalu ada cerita manusia yang layak dirayakan.
Di situlah Herocreative menemukan perannya, membawa perspektif baru, menghadirkan cerita dari balik layar, dan menegaskan bahwa kreativitas selalu punya tempat, sepanjang ada yang bersedia memberi ruang.


