(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Harita Nickel Tuntaskan Audit RMAP Kedua, Perkuat Komitmen Rantai Pasok Bertanggung Jawab

Kategori

:
Sorotan.

18 November 2025 | media

detail

Sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam mengembangkan industri hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik, Harita Nickel kembali mencatat capaian penting dalam memastikan praktik rantai pasok yang bertanggung jawab dan transparan.

Melalui salah satu unit bisnisnya yang beroperasi di Pulau Obi, PT Obi Nickel Cobalt (PT ONC), Harita Nickel berhasil menyelesaikan audit Responsible Minerals Assurance Process (RMAP) yang dilakukan oleh Responsible Minerals Initiative (RMI) untuk dua komoditas sekaligus: nikel dan kobalt. Sebelumnya, unit bisnis lainnya, PT Halmahera Persada Lygend (PT HPL), juga telah menyelesaikan audit serupa dan tahun ini menjalani audit tahunan kedua.

Capaian ini menegaskan komitmen Harita Nickel dalam membangun rantai pasok mineral yang transparan, etis, dan selaras dengan standar global melalui penerapan sistem uji tuntas (due diligence) yang terstandarisasi.

Audit RMAP tertanggal 29 Mei 2025 menandai bahwa PT ONC telah lulus asesmen menyeluruh terkait praktik responsible sourcing, mencakup pengelolaan risiko, audit independen, serta keterbukaan publik. Dengan hasil ini, Harita Nickel menjadi salah satu pelaku industri nikel dan kobalt di Indonesia yang memenuhi panduan due diligence internasional seperti OECD, Uni Eropa, dan Dodd-Frank Act di Amerika Serikat.

Menurut Klaus Oberbauer, Sustainability Manager Harita Nickel, pemenuhan terhadap standar RMAP merupakan pengakuan internasional atas upaya perusahaan memastikan seluruh proses rantai pasok mineral dikelola secara etis, transparan, dan bertanggung jawab.

“Penerapan prinsip responsible mining dan responsible sourcing merupakan bagian penting dari strategi ESG Harita Nickel dalam mendukung industri baterai global yang berkelanjutan dan memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok hilirisasi nikel nasional,” ujarnya.

RMAP sendiri dikembangkan oleh RMI sebagai standar global untuk memastikan rantai pasok mineral yang transparan dan bebas dari risiko konflik serta pelanggaran hak asasi manusia. Melalui proses asesmen yang ketat, RMAP menjadi acuan internasional bagi perusahaan pemurnian mineral dalam meningkatkan kredibilitas dan keterlacakan rantai pasok.

Keberhasilan PT ONC dan PT HPL dalam memenuhi standar RMAP menunjukkan bahwa praktik operasional dan sistem tata kelola Harita Nickel telah dinilai selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diakui secara global. Penerapan sistem uji tuntas yang terstandarisasi memperkuat integritas Harita Nickel dalam memastikan setiap mineral yang diproduksi dapat ditelusuri asal-usulnya dan bebas dari sumber konflik.

“Capaian ini bukan hanya keberhasilan korporasi, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata Indonesia dalam mendukung transisi energi global melalui hilirisasi nikel yang bertanggung jawab. Kami percaya, praktik yang bertanggung jawab bukan sekadar kewajiban, tetapi fondasi kepercayaan antara perusahaan, pelanggan, dan masyarakat dunia,” tambah Klaus.

Ke depan, Harita Nickel akan terus memperkuat sistem uji tuntas dan keterlibatan pemasok melalui audit berkelanjutan agar senantiasa selaras dengan ekspektasi pelanggan dan perkembangan kebijakan internasional.

Informasi lebih lanjut mengenai Responsible Sourcing dan Laporan Keberlanjutan tersedia di situs resmi perusahaan.