
Harita Nickel menegaskan komitmennya terhadap dekarbonisasi dan transisi energi berkelanjutan melalui partisipasi dalam International Bangkok Climate Action Week (BKKCAW) 2025, yang digelar pada 28–29 September di Bangkok. Forum internasional bertema "Renewable Energy and Mining Synergies in Indonesia" ini mempertemukan pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk membahas penerapan energi terbarukan dan tantangan dekarbonisasi dalam dunia tambang.
Zahedi Zakaria, ESG Transformation Manager Harita Nickel, dalam sesi diskusi panel, memaparkan langkah langkah nyata Harita Nickel dalam upaya dekarbonisasi di wilayah operasionalnya dan tantangannya.
“Kami beroperasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, sekitar 200 km dari sumber listrik nasional, jauh dari pusat energi, namun tetap berkomitmen untuk menerapkan prinsip dekarbonisasi secara konsisten. Tantangannya besar, tapi justru di situlah pentingnya inovasi dan kolaborasi,” ungkapnya.
Berbagai upaya dekarbonisasi telah dilakukan Harita Nickel, mulai dari pembangunan fasilitas coal dome untuk mengurangi debu, pemasangan panel surya di area perkantoran dan mess pekerja, hingga pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan bakar alternatif.
“Harita Nickel terus berupaya mengembangkan potensi dekarbonisasi. Bekerja sama dengan peneliti hingga pemerintah untuk mendukung target dekarbonisasi, baik di tingkat operasional maupun di tingkat nasional,” Zahedi menambahkan.
Selain perwakilan Harita Nickel, panel diskusi ini turut menghadirkan Dr. Adji Kawigraha dari BRIN, Fahmi Islami dari Mandala Consulting, Dr. Muyi Yang dari Ember Energy, dan Dr. Rachel Zhou dari Reach Advisory. Para pakar yang hadir berbagi wawasan terkait penerapan energi terbarukan dan sinergi sektor tambang di Indonesia.
Partisipasi Harita Nickel di BKKCAW 2025 menegaskan peran aktif perusahaan dalam mendukung transisi energi global. Melalui kolaborasi strategis dengan seluruh pemangku kepentingan, Harita Nickel berkomitmen untuk terus mengembangkan solusi berkelanjutan dan memperkuat kontribusinya terhadap pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang energi bersih dan aksi iklim.


