(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Harita Nickel Pacu Daya Saing Pelaku Usaha Lokal melalui Pelatihan Kewirausahaan

Kategori

:
CSR.

16 November 2025 | media

detail

Harita Nickel kembali memperkuat dukungan bagi pelaku usaha lokal di Pulau Obi melalui pelatihan kewirausahaan bertema “QCD & Entrepreneur Development”. Kegiatan ini diikuti oleh 43 peserta dari UMKM, koperasi pertanian dan perikanan, serta supplier lokal binaan perusahaan.

Seiring pesatnya pertumbuhan Kawasan Industri Obi, kebutuhan bahan baku makanan untuk mendukung operasional perusahaan terus meningkat. Saat ini, Harita Nickel bersama para vendor katering telah bermitra dengan 67 supplier lokal, angka yang mencerminkan besarnya peran komunitas dalam rantai pasok perusahaan. Kondisi ini membuat peningkatan kapasitas dan standar usaha menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda.

Community Development Superintendent Harita Nickel, Suryo Aji, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga investasi jangka panjang bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin membuka jaringan, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat kemampuan UMKM serta supplier lokal agar mampu memenuhi standar perusahaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penyelarasan kualitas, ketepatan pengiriman, dan efisiensi biaya merupakan tantangan utama dalam rantai pasok lokal. 

Kelompok binaan Harita Nickel bergerak di tiga sektor yakni pengolahan pangan, pertanian, dan perikanan. Hingga kini, kelompok binaan itu telah memasok kebutuhan empat unit bisnis perusahaan, mulai dari kantin, kafe, hingga minimarket.

“Pemberdayaan UMKM telah menghasilkan omzet bulanan sekitar Rp14 miliar, melibatkan 26 kelompok usaha, serta 65 supplier lokal. Secara keseluruhan, program ini telah menciptakan 729 lapangan kerja,” tambahnya.

Pemerintah Desa Kawasi turut memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Frans Datang, Sekretaris Desa Kawasi, menilai pelatihan tersebut memiliki dampak langsung bagi pelaku usaha lokal. Ia berharap kolaborasi antara perusahaan dan UMKM terus diperkuat sehingga peluang ekonomi bagi masyarakat semakin terbuka lebar.

Dampak positif pelatihan juga dirasakan oleh peserta. Putri Ibrahim (36), ketua kelompok Pro Mama yang mengolah minyak kelapa, menuturkan bahwa pendampingan perusahaan membantu kelompoknya meningkatkan kualitas dan pemasaran sehingga usaha mereka kini lebih stabil dan berkelanjutan.

“Pendampingan dari perusahaan membantu kami meningkatkan kualitas dan pemasaran. Usaha kami lebih stabil dan berdampak besar pada ekonomi keluarga,” tuturnya.

Selain materi pengembangan usaha dan keamanan pangan, kegiatan ini juga memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha lokal dan lembaga pembiayaan guna memperluas akses permodalan UMKM.

Foto para peserta pelatihan kewirausahaan Harita Nickel sedang duduk dan menyimak materi yang disampaikan.

Workshop yang diselenggarakan pada 15 November 2025 di Activity Center PT Halmahera Persada Lygend ini menghadirkan pengusaha kuliner sekaligus founder Baba Rafi, Hendy Setiyono, serta pemateri dari tim Industrial Hygiene and Occupational Health (IHOH) Harita Nickel. Turut hadir Kepala Teknik Tambang PT Trimegah Bangun Persada Tbk, Primus Priyanto, bersama perwakilan manajemen unit bisnis lainnya.

Kegiatan workshop kewirausahaan ini menegaskan komitmen Harita Nickel dalam memperkuat pondasi ekonomi masyarakat melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang berkelanjutan, serta memastikan bahwa perkembangan industri berjalan seiring dengan tumbuhnya kapasitas usaha lokal

Harita Nickel juga mengantongi angka 89 untuk Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 2024, dengan rata-rata Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,62.