(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Harita Nickel Kirim Karyawan Lokal Belajar Teknologi Pengolahan Nikel di Tiongkok

Kategori

:
Insan Harita.

04 November 2018 | media

detail

Harita Nickel melalui PT Megah Surya Pertiwi (MSP) memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui program pembelajaran teknologi pengolahan nikel di Tiongkok. Sebanyak 242 karyawan mengikuti program tersebut sebagai bagian dari upaya perusahaan melakukan transfer pengetahuan dan teknologi sekaligus meningkatkan kesiapan SDM dalam mendukung operasional.

Program ini memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mempelajari secara langsung teknologi dan proses pengolahan feronikel yang digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan. Selain aspek teknis dan pengoperasian peralatan, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai praktik kerja dan penerapan keselamatan yang relevan dengan teknologi tersebut.

Chief Deputy Head External Relations and CSR Harita Nickel, Alexander Lieman, mengatakan pengembangan kompetensi karyawan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun SDM yang mampu mendukung keberlanjutan operasional.

“Program ini merupakan bagian dari transfer pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kompetensi karyawan. Karena teknologi yang digunakan dalam proses produksi berasal dari Tiongkok, pembelajaran secara langsung di sana memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memahami teknologi dan cara pengoperasiannya secara lebih mendalam,” kata Alexander.

Dari 242 karyawan yang mengikuti program tersebut, sebanyak 177 orang berasal dari berbagai wilayah di Provinsi Maluku Utara, antara lain Desa Kawasi, Laiwui, Wayaloar, Labuha, dan Ternate. Sebanyak 65 peserta lainnya berasal dari Ambon, Surabaya, Malang, dan Jakarta.

Keterlibatan talenta lokal menjadi bagian penting dalam program ini. Kesempatan belajar di Tiongkok memberikan pengalaman dan wawasan bagi karyawan asal Maluku Utara untuk mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri pengolahan nikel.

Salah satunya Kamarullah, warga asli Desa Kawasi, yang mengikuti program pembelajaran di Tiongkok selama tiga bulan. Bersama tiga peserta lainnya dari Kawasi, ia mempelajari teknologi yang digunakan dalam proses produksi perusahaan.

“Saya tidak pernah menyangka bisa mendapat kesempatan belajar sampai ke Tiongkok. Selama tiga bulan di sana, saya belajar bagaimana mengoperasikan teknologi yang digunakan perusahaan,” ujar Kamarullah.

Menurut Kamarullah, pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memperluas pengetahuan sekaligus meningkatkan kemampuannya dalam menjalankan pekerjaan.

Pengalaman serupa dirasakan Abdullah. Setelah mengikuti program di Tiongkok, ia merasakan perubahan dalam cara bekerja, terutama dalam hal kedisiplinan dan penerapan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan.

“Pengalaman yang paling berharga saat belajar di Tiongkok adalah mengenai disiplin. Banyak pelajaran yang bisa kami ambil untuk diterapkan di Indonesia, terutama dengan membagikan pengalaman tersebut kepada teman-teman,” ujarnya.

Abdullah kini dipercaya sebagai ketua kelompok di bagian percetakan nikel. Menurutnya, pengalaman belajar di Tiongkok tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tetapi juga dapat dibagikan kepada rekan kerja setelah kembali ke Indonesia.

Bagi Harita Nickel, pengembangan kompetensi karyawan merupakan investasi jangka panjang untuk mendukung keberlanjutan operasional. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui program ini diharapkan dapat diterapkan dalam pekerjaan dan dibagikan kepada karyawan lainnya.

Melalui penguatan kompetensi tersebut, perusahaan juga berupaya membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta lokal untuk berkembang dan memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan SDM yang semakin kompeten, Harita Nickel berharap karyawan dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung operasional yang aman, produktif, dan berkelanjutan.