Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Sungai Akelamo, Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, ditangani bersama pemerintah desa, warga, dan Harita Nickel sejak 1 Oktober 2026.
Penanganan dipimpin Sekretaris Desa Kawasi Frans Datang bersama lebih dari 17 warga dan empat perwakilan Pemerintah Desa Kawasi. Bersama tim gabungan Harita Nickel, mereka bergerak menangani titik api dan mencegah kebakaran meluas.
“Penanganan kebakaran ini membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah desa, masyarakat, dan perusahaan bersama-sama turun ke lapangan sesuai peran masing-masing agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujar Frans.
Untuk mendukung upaya tersebut, Harita Nickel mengerahkan sekitar 100 personel gabungan dari berbagai unit bisnis, termasuk Fire and Emergency Services, tim medis Klinik Harita Nickel Obi (KHNO), dan tim suplai logistik. Dukungan peralatan meliputi 4 water truck, 1 fire truck, 1 ambulans, dan 3 alat berat.
Erich Mongdong, Fire & Emergency Services Superintendent Harita Nickel, mengatakan dukungan lintas unit bisnis disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
“Tim gabungan terus menyesuaikan dukungan dengan kondisi di lapangan. Selain personel dan peralatan, kami memastikan kebutuhan logistik serta dukungan medis tetap tersedia selama proses penanganan,” ujar Erich.
Selain mendukung kebutuhan operasional personel, tim medis KHNO juga disiagakan untuk memastikan dukungan kesehatan selama proses penanganan. Keterlibatan warga Desa Kawasi turut memperkuat upaya pengendalian di area terdampak.
Hingga Minggu (4/10), pemadaman dan pengendalian masih terus dilakukan dengan pemantauan area terdampak untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api dan mencegah kebakaran meluas.
“Musim kemarau yang cukup panjang menjadi perhatian kami. Kondisi cuaca yang semakin tidak menentu menuntut kewaspadaan lebih terhadap potensi kebakaran. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan jika menemukan potensi kebakaran,” ujar Frans.
Upaya menjaga lingkungan membutuhkan kepedulian dan kewaspadaan dari semua pihak. Dengan saling mengingatkan, menjaga area sekitar, dan segera bertindak saat menemukan potensi kebakaran, masyarakat dan Insan Harita dapat bersama-sama menjaga Obi tetap aman dan lestari. Dari langkah sederhana inilah semangat Satu Harita, Saling Menjaga terus tumbuh dalam keseharian.


