(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Harita Nickel Dorong Pertanian Berkelanjutan Lewat Pengelolaan Lahan Organik

Kategori

:
CSR.

20 November 2025 | media

detail

Harita Nickel terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan melalui program pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian.  Salah satu wujudnya tampak dalam penyelenggaraan Sekolah Ladang, program pelatihan pertanian organik yang digelar di Desa Kawasi pada 5–6 November 2025.

Program ini menjadi ruang belajar bagi 45 petani dari Kecamatan Obi dan Obi Selatan untuk memperdalam praktik pertanian ramah lingkungan. Tak hanya teori, mereka langsung terjun ke lahan percontohan untuk mempraktikkan cara membuat pupuk organik padat dan cair, pestisida alami, serta teknik persemaian dan penanaman hortikultura dengan bahan-bahan lokal. Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat kolaborasi dan jejaring antar petani agar praktik pertanian berkelanjutan semakin meluas di wilayah Kepulauan Obi.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Obi, Hamka Kamarullah, menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai bahwa Sekolah Ladang menjadi wadah penting bagi peningkatan kapasitas petani lokal. Dalam sambutannya, ia mengajak para peserta menjadi petani yang produktif dan mampu menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Harapannya, petani bisa lebih produktif tanpa harus mengorbankan kesuburan tanah. Jangan hanya mengandalkan pupuk kimia, karena keberlanjutan pertanian adalah investasi untuk masa depan,” ujar Hamka. 

Ia menambahkan bahwa setiap peserta memiliki peran penting sebagai agen perubahan di komunitasnya. Dengan membagikan pengalaman dan pengetahuan yang didapat, manfaat program ini bisa dirasakan lebih luas dan memberi dampak nyata bagi seluruh wilayah Kepulauan Obi.

Sementara itu, Suryo Aji, Community Development Superintendent Harita Nickel, menjelaskan bahwa Sekolah Ladang merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong kemandirian petani melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

“Tujuan kami sederhana, yaitu membantu petani Obi menjadi mandiri dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Dengan begitu, pertanian mereka bisa lebih produktif sekaligus ramah lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua local heroes di bidang pertanian, Siti Marnia dan Darwin Adu Hasan, yang telah berhasil menerapkan sistem pertanian organik hasil pendampingan Harita Nickel. Mereka berbagi pengalaman inspiratif tentang bagaimana penerapan prinsip pertanian berkelanjutan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga kesuburan tanah.

Salah satu peserta, Siti Ria dari Desa Fluk, mengaku mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan ini. “Saya senang bisa belajar membuat pupuk sendiri dan diajari teknik persemaian tanaman yang benar. Ilmu seperti ini sangat berguna dan bisa langsung diterapkan di kebun kami,” ungkapnya.

Melalui program ini, Harita Nickel menegaskan komitmennya untuk mendukung pertanian berkelanjutan, salah satunya melalui pengelolaan lahan organik, sebagai bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Program ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan lokal yang berdaya saing, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.