(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Harita Nickel Berbagi Inovasi ESG di Forum KAGAMA HSE 2026

Kategori

:
Lingkungan & K3.

29 Juni 2026 | media

detail

Pengalaman Harita Nickel dalam menerapkan berbagai inisiatif keberlanjutan menjadi salah satu materi yang dibagikan pada Seminar Nasional Health, Safety, and Environment (HSE) KAGAMA 2026. Forum ini menjadi ajang bertukar pengetahuan antara akademisi, regulator, praktisi HSE, dan pelaku industri dalam menjawab tantangan keberlanjutan di sektor industri. 

Seminar yang mengusung tema Bridging Science, Policy, and Industry: Integrated Disaster Preparedness and Climate Resilience for Industrial Sectors tersebut berlangsung di Auditorium Gedung Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, awal Juni 2026. Forum ini menjadi wadah untuk membahas strategi dan inovasi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan industri.

Dalam forum tersebut, Executive Vice President Environmental Affairs Harita Nickel, Iwan Syahroni, membagikan pengalaman perusahaan dalam mengelola operasi pertambangan dan pemrosesan nikel di Pulau Obi melalui berbagai inisiatif ESG yang diterapkan secara berkelanjutan.

"Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan dan pemrosesan nikel, kami menyadari bahwa skala operasi yang besar membawa tanggung jawab yang sama besarnya. Karena itu, setiap inisiatif yang kami jalankan selalu berangkat dari komitmen untuk beroperasi secara bertanggung jawab dan terukur," ujar Iwan.

Salah satu inovasi yang dipaparkan adalah pemanfaatan slag nikel, sisa hasil pengolahan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), sebagai soil ameliorant atau pembenah tanah untuk mendukung rehabilitasi dan reklamasi lahan pascatambang. Inovasi ini menjadi contoh bagaimana sisa hasil pengolahan dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Iwan juga memperkenalkan berbagai upaya dekarbonisasi yang dijalankan perusahaan, mulai dari pemanfaatan panas sisa proses produksi, penggunaan panel surya di kawasan operasional, hingga pemanfaatan bahan bakar alternatif seperti minyak jelantah. Berbagai inisiatif tersebut didukung oleh sistem pemantauan kualitas air dan emisi udara secara real-time yang terintegrasi dengan sistem pemantauan pemerintah sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan perusahaan.

"Bagi kami, praktik yang bertanggung jawab bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi bagian dari cara kami menjalankan operasional. Setiap inovasi yang kami kembangkan diarahkan untuk memastikan kegiatan pertambangan dapat terus memberikan manfaat dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial," tambah Iwan.

Keikutsertaan Harita Nickel dalam Forum KAGAMA HSE 2026 mencerminkan kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan untuk berbagi pengalaman dengan para profesional HSE, akademisi, regulator, dan pelaku industri. Melalui forum ini, berbagai praktik dan inovasi yang dikembangkan di area operasional Pulau Obi diharapkan dapat memperkaya diskusi sekaligus mendorong penerapan praktik pertambangan yang semakin berkelanjutan di Indonesia.