
Harita Nickel memiliki komitmen yang kuat dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Tidak hanya fokus pada keselamatan fisik, perusahaan juga memberi perhatian khusus terhadap kesehatan mental pekerja.
Hal itu ditunjukkan melalui pelatihan Psychological First Aid (PFA) atau Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) bersama dosen sekaligus psikolog dari Pijar Integra Psikologi Universitas Padjadjaran (PIP Unpad), Hari Setyowibowo, M.Psi., Ph.D, pada 15-19 September 2025 di Activity Center PT Halmahera Persada Lygend.
Pelatihan itu membekali peserta dengan keterampilan dasar untuk mengenali tanda-tanda tekanan psikologis, memberikan dukungan awal, serta menjaga kesehatan mental diri sendiri maupun rekan kerja.
Melalui sesi interaktif, peserta diajak mempelajari empat modul utama. Pertama membantu mereka memahami ciri-ciri individu yang sehat, baik secara fisik maupun psikologis. Kedua membekali strategi mengelola stres, baik dengan cara mandiri maupun dengan dukungan orang lain. Ketiga melatih keterampilan memberikan dukungan psikologis awal bagi rekan kerja. Modul terakhir berfokus pada penerapannya dalam pekerjaan sehari-hari.

Peserta pun turut berbagi pengalaman dan strategi yang sudah mereka lakukan untuk mengelola stres di lingkungan kerja. Menurut Hari, hal ini menunjukkan bahwa para peserta memiliki kesadaran dan inisiatif yang baik. “Saya melihat antusiasme yang besar. Mereka tidak hanya memahami sumber stres, tetapi juga mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang melindungi kesehatan mental,” tambahnya.
Inisiatif ini dinilai langkah maju dalam praktik keselamatan kerja di sektor tambang. Hari menekankan bahwa tidak banyak perusahaan tambang yang memperhatikan psychological safety. Ia mengapresiasi Harita Nickel yang secara konsisten memperluas perhatian, dari aspek fisik hingga mental. “Saya respect dengan Harita Nickel karena berani melangkah ke ranah ini. Harapannya, keterampilan yang diperoleh peserta dapat ditularkan kepada rekan-rekan lain di lapangan,” ujarnya.
Setelah pelatihan, program berlanjut dengan sesi konseling tatap muka pada 19 September - 11 Oktober, yang didampingi secara langsung oleh dua psikolog dari PIP Unpad. Layanan ini ditujukan bagi karyawan yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut, baik karena hasil screening, inisiatif pribadi, maupun rujukan dari atasan.
OHS Manager Harita Nickel, Supriyanto Suwarno, menegaskan bahwa kesehatan mental harus dipandang sama pentingnya dengan kesehatan kerja lain. “Jika biasanya kita mengenal faktor bahaya fisik, biologi, kimia, atau fisiologi, maka psikologi juga termasuk faktor penting. Tujuannya agar karyawan bisa mengenali diri sendiri, menjaga kondisi kerja dengan aman, berkoordinasi, berkomunikasi, dan saling mengingatkan. Hal ini sejalan dengan tagline kita, Satu Harita Saling Menjaga,” jelasnya.
Melalui program ini, Harita Nickel menegaskan bahwa investasi terbesar perusahaan adalah pada manusianya. Upaya memperkuat safety behavior tidak berhenti pada aturan kerja, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan mental yang pada akhirnya mendukung produktivitas dan keberlanjutan operasional.


