Festival Harmoni Obi 2026, Rayakan Budaya dan Jaga Kekayaan Laut

Kategori

:
Sorotan.

28 Oktober 2026 | media

detail

Ribuan warga dan karyawan Harita Nickel berkumpul di Kawasan Komersial Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada 24–25 Oktober 2026. Melalui Festival Harmoni Obi, masyarakat dan perusahaan merayakan kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya, potensi usaha lokal, dan sumber daya laut Pulau Obi.

Warga Kawasi, Soligi, dan desa sekitar berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan seni dan musik, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga Obi Fishing Tournament dan memasak bersama.

Sekretaris Desa Kawasi, Frans Datang, mengapresiasi festival yang mempertemukan masyarakat dan karyawan dalam suasana akrab.

Pertunjukan dari Kelompok Sanggar Tari Anak-anak di Pulau Obi
Pertunjukan dari Kelompok Sanggar Tari Anak-anak di Pulau Obi

“Melalui festival ini, warga tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga dapat menampilkan budaya, memperkenalkan produk usaha, dan menunjukkan potensi Pulau Obi. Kami berharap kegiatan seperti ini terus menjadi ruang kebersamaan dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Merayakan Budaya, Mendukung Usaha Lokal

Kolaborasi masyarakat dan perusahaan terlihat dalam pertunjukan seni dan musik. Dua kelompok tari lokal dan paduan suara anak-anak tampil bersama Sanggar Masigero, kelompok tari tradisional yang beranggotakan karyawan Harita Nickel. Panggung festival juga dimeriahkan oleh musisi asal Maluku Utara, Rama Arief, serta band karyawan perusahaan.

Bazar UMKM oleh Kelompok UMKM Ibu-ibu desa Kawasi
Bazar UMKM oleh Kelompok UMKM Ibu-ibu desa Kawasi

Di area bazar, sepuluh pelaku UMKM lokal menawarkan kuliner dan jajanan khas Obi serta Maluku Utara. Mama-mama binaan Harita Nickel turut memperkenalkan produk seperti Obi Snack dan olahan buah pala. 

Antusiasme pengunjung membuat seluruh dagangan habis terjual dalam waktu kurang dari satu jam.

Mengenal Potensi Laut Obi

Obi Fishing Tournament menjadi salah satu kegiatan yang paling dinantikan. Tahun ini, lebih dari 270 peserta mendaftar, mayoritas nelayan dari Kawasi, Soligi, dan desa sekitar wilayah operasional. Jumlah ini meningkat dari 135 peserta pada tahun sebelumnya.

Panitia Harita Nickel bersama Asosiasi Pemancing Republik Indonesia menilai hasil tangkapan berdasarkan jenis dan bobot ikan. Beragam ikan, termasuk kakap merah, kerapu, tuna, dan giant trevally, berhasil ditangkap.

Salah satu Peserta Obi Fishing Tournament
Hasil Tangkapan dari salah satu Peserta Obi Fishing Tournament

Kompetisi berlangsung di perairan depan kawasan, dengan ketentuan yang berfokus pada ikan target yang lazim dikonsumsi atau diperdagangkan. Ikan yang dilindungi tidak boleh ditangkap.

“Pulau Obi memiliki potensi laut yang besar. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kelestariannya agar manfaatnya bisa terus dirasakan oleh masyarakat,” kata Frans.

Festival ditutup dengan kegiatan memasak dan makan bersama. Puluhan Mama-mama berkolaborasi dengan Stephanie Meyerson, juara MasterChef Indonesia musim ke-13, mengolah hasil tangkapan menjadi hidangan seperti ikan asam pedas dan sate lilit ikan. Warga dan karyawan kemudian menikmati hidangan bersama.

VP Environmental Marine Harita Nickel, Windy Prayogo, mengatakan, “Bagi kami, Pulau Obi bukan hanya tempat beroperasinya perusahaan, tetapi juga rumah bagi masyarakat dengan budaya, potensi, dan kebersamaan yang perlu terus dijaga.”

Melalui Festival Harmoni Obi 2026, masyarakat dan Harita Nickel berbagi ruang untuk merayakan budaya, mendukung usaha lokal, dan mengenalkan kekayaan laut Pulau Obi. Kebersamaan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap alam dan budaya setempat.