(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Festival Hari Anak Obi Tumbuhkan Kreativitas Anak Lewat Ruang Berkarya

Kategori

:
CSR.

25 Juli 2026 | media

detail

Sorak sorai dan tepuk tangan bergema di panggung Festival Hari Anak Obi 2026. Satu per satu peserta tampil membawakan tarian, menjawab pertanyaan, hingga menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Di hadapan guru, orang tua, dan warga yang memenuhi lokasi acara, sekitar 200 pelajar dari Desa Kawasi dan Soligi belajar mengalahkan rasa gugup sekaligus membangun kepercayaan diri.

Mengusung tema "Obi Ceria, Obi Ramah Anak", festival ini menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional di Pulau Obi. Berbagai kompetisi digelar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, mulai dari Lomba Tarian hingga Class of Champion, kompetisi yang menguji kemampuan akademik. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk berekspresi, belajar, dan menunjukkan potensi yang mereka miliki.

Community Development Superintendent Harita Nickel, Suryo Aji, mengatakan Festival Hari Anak Obi dirancang sebagai ruang belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong anak-anak berani tampil di depan publik.

"Kami ingin anak-anak memiliki ruang untuk belajar, berekspresi, dan percaya pada kemampuan mereka. Festival ini bukan akhir dari pembinaan. Ke depan, kami akan melanjutkannya melalui Sanggar Anak agar mereka terus memiliki wadah untuk belajar dan berkarya," ujarnya.

Para Siswi dari salah satu sekolah yang ada di Pulau Obi dalam lomba "Obi Menari".

Bagi para pendidik, pengalaman tampil di depan publik menjadi nilai penting yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas. Guru SMP Negeri 39 Halmahera Selatan, Dameria Silaya, melihat perubahan itu langsung pada para siswanya.

"Anak-anak yang biasanya pendiam atau malu-malu menjadi lebih berani tampil. Pengalaman seperti ini membantu membangun rasa percaya diri mereka, dan itu akan bermanfaat ketika mereka menghadapi tantangan di masa depan," katanya.

Hal serupa dirasakan Fahril Muhlis, siswa SMA Negeri 39 Halmahera Selatan. Meski sempat diliputi rasa gugup, ia tetap memberanikan diri mengikuti perlombaan.

"Saya sebenarnya kurang percaya diri. Tapi lewat kegiatan ini saya ingin membuktikan kalau saya bisa. Mudah-mudahan teman-teman lain juga ikut berani menunjukkan kemampuan mereka," tuturnya.

Salah satu regu yang ada dalam perlombaan Class of Champion

Festival ini juga menjadi awal dari langkah yang lebih panjang. Harita Nickel berencana meluncurkan Sanggar Anak, program pembinaan rutin yang akan menghadirkan berbagai kegiatan seni, kreativitas, dan pengembangan keterampilan setiap bulan. Melalui program tersebut, anak-anak diharapkan memiliki ruang untuk terus belajar, berlatih, dan menampilkan hasil karya mereka secara berkelanjutan.

Kepala Seksi Kesejahteraan Pemerintah Desa Kawasi, Bambang Bakir, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, anak-anak membutuhkan lebih banyak ruang positif untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun karakter.

"Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Semakin banyak anak yang memiliki kesempatan untuk belajar dan berani tampil, semakin besar pula peluang mereka berkembang sesuai potensi yang dimiliki," ujarnya.

Panitia bersama Pemenang Lomba yang ada di Festival Hari Anak 2026

Bagi sebagian anak, panggung Festival Hari Anak Obi mungkin menjadi pengalaman pertama tampil di depan banyak orang. Melalui Sanggar Anak yang akan segera hadir, pengalaman itu diharapkan tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi menjadi awal perjalanan mereka untuk terus belajar, berkarya, dan meraih prestasi.