(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Fadli Wahda: Ditempa Tantangan Lapangan, Matang dalam Kepemimpinan

Kategori

:
Insan Harita.

28 Januari 2026 | media

detail

Bekerja di industri pertambangan menuntut ketangguhan fisik dan mental, serta keberanian mengambil tanggung jawab. Hal ini dibuktikan oleh Fadli Wahda, atau yang akrab disapa Akha. Lulusan S1 Teknik Pertambangan Universitas Muhammadiyah Ternate ini membuktikan bahwa karier cemerlang tidak datang instan, melainkan tumbuh dari konsistensi di lapangan.

Cerita Akha bermula pada 2018 di Buli, Halmahera Timur. Di sanalah ia pertama kali menempa diri sebagai petugas keselamatan kerja, belajar disiplin di tengah ritme operasional tambang yang keras dan dinamis.

Bekal pengalaman itu ia bawa saat menyeberang ke Pulau Obi bergabung dengan Harita Nickel pada Oktober 2019. Saat itu, kondisi site belum semapan sekarang. Sebagai personel Field Safety, Akha langsung terjun ke fase awal konstruksi yang penuh tantangan.

Koordinasi Tim Safety
Fadli Wahda (Akha) saat memimpin briefing lapangan bersama tim Harita Nickel di Pulau Obi.

Bayangkan situasi saat itu: aktivitas konstruksi yang masif, alat berat hilir mudik, dan pekerja dari berbagai kontraktor berbaur. Tugas Akha bukan sekadar memegang kertas ceklis, tapi memastikan setiap rekan kerjanya pulang dengan selamat di tengah hiruk-pikuk tersebut.

“Waktu itu tantangannya luar biasa. Kita tidak cuma menjalankan prosedur, tapi ikut membangun budaya. Bagaimana caranya menegur pekerja agar patuh safety tanpa membuat tersinggung, itu seni komunikasi yang saya pelajari setiap hari,” kenang Akha.

Kerja keras dan pendekatannya yang luwes membuah hasil. Pada 2021, Akha dipercaya naik posisi menjadi Foreman. Ini menjadi ujian mental terberatnya. Transisi dari seorang rekan kerja menjadi atasan bukanlah hal mudah. Ada rasa canggung saat harus memberi instruksi atau menegur teman yang dulu sama-sama berjuang di level yang sama.

“Tantangan terberatnya adalah mental. Dulu sama-sama di lapangan, sekarang harus memberi arahan. Tapi saya memilih pendekatan merangkul, bukan menunjuk,” ujarnya, menambahkan bahwa sebagai Foreman ia dituntut mampu mengelola persoalan di lapangan sekaligus memastikan koordinasi berjalan efektif dengan atasan.

Akha mulai beradaptasi dengan posisi barunya yang memimpin belasan anggota. Ia lebih sering berada di lapangan dan berdiskusi dengan tim, mencari cara agar pekerjaan berjalan rapi tanpa jarak yang kaku.

Gaya kepemimpinannya yang humble namun tegas ini dinilai efektif oleh manajemen. Sejak September 2025, Akha resmi mengemban amanah baru sebagai OHS Monitoring Supervisor. Cakupan kerjanya kini lebih luas dan strategis, namun jiwanya tetap orang lapangan.

Promosi ini mendapatkan apresiasi langsung dari Safety Superintendent Harita Nickel, Tomy Bongga. Menurut Tomy, Akha adalah contoh pemimpin yang tumbuh dari tempaan lapangan.

“Akha punya kemampuan adaptasi yang sangat baik. Kelebihan utamanya adalah mampu menerjemahkan kebijakan perusahaan menjadi bahasa operasional yang mudah dipahami teman-teman di lapangan. Promosi ini adalah apresiasi atas inisiatif dan cara dia memimpin tim,” ungkap Tomy.

Tim Safety Harita Nickel
Bagi Akha, kebersamaan dan komunikasi lapangan menjadi fondasi kepemimpinannya dalam membangun budaya keselamatan kerja.

Bagi Akha, Harita Nickel lebih dari sekadar tempat mencari nafkah. Ini adalah rumah tempatnya bertumbuh. Jerih payahnya di Obi kini terwujud nyata; sebuah hunian nyaman bagi keluarga tercinta di Ternate dan masa depan yang lebih tertata. Harita menjadi jembatan bagi mimpi-mimpinya.

Meski kini sudah di level Supervisor, Akha memegang teguh satu prinsip: jangan cepat puas. “Selama kesempatan masih terbuka, selalu ada ruang untuk bertumbuh. Kuncinya cuma satu: terus belajar, jaga integritas, dan tetap rendah hati kepada siapa saja,” tutupnya.