(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Di Forum FINI, Harita Nickel Dorong Penguatan Standar Keselamatan Smelter Nasional

Kategori

:
Lingkungan & K3.

25 Desember 2025 | media

detail

Seiring menguatnya industri nikel Indonesia dan dorongan hilirisasi, kebutuhan akan pembangunan dan peningkatan standar pengoperasion smelter nikel terus meningkat. Harita Nickel, sebagai perusahaan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi, menekankan bahwa pertumbuhan industri nasional perlu diiringi dengan penguatan standar keselamatan kerja yang semakin holistik agar hilirisasi berjalan berkelanjutan. 

Pesan ini disampaikan oleh Supriyanto Suwarno, Manager Operational Health and Safety (OHS) & Management System Harita Nickel, dalam diskusi eksklusif pemangku kepentingan industri nikel yang digelar oleh Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) bersama DSS Sustainable Solutions (dss+).

Melalui presentasinya dalam acara yang bertajuk “Transforming Indonesia’s Smelting Industry,” Supriyanto menjelaskan bahwa langkah-langkah yang diterapkan Harita Nickel untuk penguatan standar keselamatan di smelter perusahaan mengacu pada ketentuan yang berlaku serta memperkuat pendekatan berbasis risiko di tingkat operasional.

“Kami menerapkan sistem keselamatan yang tidak hanya berfokus pada kepatuhan, tetapi juga pada pendekatan berbasis risiko dan penguatan keseluruhan proses. Dengan teknologi smelter yang semakin kompleks, keselamatan harus dikelola secara terukur dan menyeluruh,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan keselamatan dibangun berdasarkan kerangka kerja OHS yang terintegrasi lintas fungsi dalam organisasi dan melibatkan para pemangku kepentingan. Program OHS Harita Nickel mencakup tiga aspek utama, yaitu kegiatan operasi, komunitas masyarakat, dan pemangku kepentingan.

“Ruang lingkup program OHS kami tidak hanya mencakup pengendalian risiko di area operasi, tetapi juga kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar, manajemen darurat, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk menjaga standar keselamatan berjalan di seluruh ekosistem perusahaan,” ujar Supriyanto.

Supriyanto menutup paparannya dengan menekankan bahwa kesuksesan industri smelter di Indonesia sangat tergantung kepada kemitraan yang kuat dan komitmen bersama antar pelaku industri, pemerintah, asosiasi industri, akademisi, masyarakat, dan partner global. 

“Ke depan, sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam membangun kerangka kerja OHS yang terstandarisasi dengan baik. Membangunnya, dimulai dengan keterbukaan untuk berbagi pengetahuan, memperkuat regulasi keselamatan, hingga membangun kompetensi lokal agar industri smelter Indonesia dapat tumbuh dengan standar yang semakin tinggi dan relevan dengan kebutuhan global,” pungkasnya.