(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Dari Sungai Akelamo, Air Bersih Mengalir untuk Warga Kawasi

Kategori

:
Sorotan.

08 September 2026 | media

detail

Air mengalir selama 24 jam menjadi bagian dari keseharian warga Permukiman Baru Desa Kawasi. Dari kebutuhan sederhana seperti mandi dan mencuci hingga memasak, pasokan air bersih tersedia kapan pun dibutuhkan.

“Air selalu ada untuk mandi, mencuci, dan memasak. Mau mandi lima kali sehari juga airnya tetap cukup,” ujar Yunince, warga Permukiman Baru Desa Kawasi.

Bagi Tina Nomor, pelaku UMKM di permukiman tersebut, ketersediaan air dan listrik yang stabil turut mendukung aktivitas sehari-hari dan usahanya. Meski tersedia sepanjang waktu, ia menyadari pentingnya menggunakan kedua sumber daya tersebut secara bijak.

“Air dan listrik yang lancar sangat membantu usaha kami. Semuanya juga disediakan sehingga bisa meringankan kebutuhan sehari-hari. Meski begitu, kami tetap menggunakannya seperlunya,” katanya.

Di balik pasokan tersebut, terdapat rangkaian proses yang memastikan air dari Sungai Akelamo dapat diolah sebelum sampai ke rumah warga. Air baku dipompa melalui fasilitas water intake menuju Water Purification Plant (WPP) yang dikelola Harita Nickel.

Mahasiswa KKN UGM dan rombongan media melihat langsung proses pengolahan air di Water Purification Plant (WPP) yang menyuplai air bersih bagi warga Permukiman Baru Desa Kawasi.

Mahasiswa UGM dan media melihat langsung proses pengolahan air di Water Purification Plant (WPP) yang memasok air bersih bagi warga Permukiman Baru Desa Kawasi. 

Di WPP, air terlebih dahulu menjalani proses penjernihan di Rectangular Clarifier dengan bantuan koagulan dan flokulan untuk mengendapkan partikel. Air yang telah jernih kemudian ditampung di Reservoir Pond sebelum menjalani proses desinfeksi menggunakan Sodium Hypochlorite (NaOCl) untuk mengendalikan mikroorganisme.

Head of Technical Support PT Obi Sinar Timur, Amiruddin, menjelaskan bahwa setiap tahapan merupakan bagian dari proses pengolahan air sebelum didistribusikan kepada masyarakat dan kawasan industri.

“Air baku terlebih dahulu melalui proses pengolahan dan penjernihan sebelum didistribusikan. Kualitasnya juga dipantau secara berkala,” jelasnya.

Pengawasan kualitas dilakukan sejak air berada di sumber, selama proses pengolahan, hingga pada titik distribusi. Pengujian dilakukan oleh tim internal dan diverifikasi secara berkala melalui laboratorium eksternal terakreditasi.

Untuk kebutuhan warga Permukiman Baru Desa Kawasi, WPP memasok sekitar 42.000 meter kubik air bersih setiap bulan. Fasilitas yang sama juga mendukung kebutuhan air kawasan industri dengan rata-rata penggunaan sekitar 1,75 juta meter kubik per bulan.

Pengelolaan air tidak berhenti pada proses pengolahan dan distribusi. Efisiensi penggunaan sumber daya juga menjadi bagian dari sistem tersebut melalui pemanfaatan kembali air proses dalam kegiatan operasional.

Air bersih hasil pengolahan Sungai Akelamo mengalir 24 jam ke rumah-rumah warga di Permukiman Baru Desa Kawasi.

Air bersih hasil pengolahan Sungai Akelamo mengalir 24 jam ke rumah-rumah warga di Permukiman Baru Desa Kawasi. 

Layanan air bersih juga diberikan kepada warga yang masih tinggal di Permukiman Lama Desa Kawasi. Kualitas air pada jaringan distribusi tersebut dipantau secara rutin melalui pengujian internal dan diverifikasi secara berkala oleh laboratorium eksternal terakreditasi.

Bagi warga, manfaatnya terasa sederhana: air tersedia ketika dibutuhkan. Namun di balik aliran tersebut, terdapat proses pengolahan dan pengawasan yang berlangsung setiap hari. Dari Sungai Akelamo, air diolah melalui tahapan berjenjang sebelum akhirnya mengalir ke rumah-rumah warga Kawasi.

Upaya ini menjadi bagian dari dukungan Harita Nickel terhadap perluasan akses masyarakat terhadap air minum layak dan sanitasi, sekaligus mendorong pengelolaan sumber daya air yang efisien dan berkelanjutan di Pulau Obi.