
Tidak semua kontribusi terhadap keselamatan kerja lahir dari ruang kontrol, prosedur, atau rapat evaluasi. Bagi Ade Fridolin, Security Harita Nickel di Kawasan Industri Obi, budaya aman justru berawal dari interaksi sederhana yang ia lakukan setiap hari: menyapa, membantu, dan membangun kepercayaan.
Di industri pertambangan yang mengutamakan keselamatan, Ade percaya bahwa lingkungan kerja yang aman tidak hanya dibangun melalui sistem dan pengawasan, tetapi juga melalui kepedulian antar sesama pekerja. Komunikasi yang baik dan sikap saling menghargai, menurutnya, menjadi pondasi penting untuk menumbuhkan kesadaran bersama dalam bekerja secara aman.
“Semua itu perlu dimulai dari diri sendiri. Kuncinya adalah bekerja dengan tulus agar hasil yang diperoleh tetap sejalan dengan motivasi awal kita, yaitu memberikan pelayanan dengan sepenuh hati,” ujar Ade.
Cara pandang tersebut dibentuk oleh perjalanan hidupnya. Pria asal Ambon ini pernah bercita-cita menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Meski sempat mengikuti seleksi, jalan hidup membawanya berkarier sebagai tenaga keamanan. Pengalaman merantau dan bekerja di sektor keamanan mengajarkannya bahwa rasa aman tidak hanya hadir karena adanya petugas yang berjaga, tetapi juga karena orang merasa dilayani, diperhatikan, dan dihargai.
Pemahaman itu terus ia bawa hingga kini. Setiap hari, Ade menyambut karyawan, tamu, maupun calon pekerja yang datang ke Main Office 909 PT Halmahera Persada Lygend (HPL) dengan senyum dan sapaan hangat. Baginya, interaksi sederhana dapat menciptakan suasana kerja yang lebih terbuka dan memudahkan komunikasi, termasuk saat mengingatkan pentingnya menjalankan prosedur keselamatan kerja.
“Kalau orang merasa nyaman dan saling percaya, mereka akan lebih mudah menerima masukan atau pengingat terkait keselamatan kerja. Dari situ budaya keselamatan bisa tumbuh bersama,” ujarnya.
Pendekatan yang dilakukan Ade turut dirasakan oleh rekan-rekan kerjanya. Afrizal Ryan, HR Recruitment Officer PT HPL, menilai kehadiran Ade memberikan kesan positif bagi karyawan maupun calon pekerja yang datang ke area kantor.
“Pak Ade selalu menyapa kami saat tiba di kantor maupun ketika pulang kerja. Sikapnya yang ramah membuat kami merasa nyaman dan dihargai,” ujar Ryan.
Menurut Ryan, Ade juga dikenal sigap membantu para kandidat yang menjalani proses rekrutmen sehingga mereka lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru.
Dedikasi tersebut mendapat apresiasi dari Mirnawa Rambing, Danru Security PT HPL. Menurutnya, Ade menunjukkan bahwa peran security tidak hanya menjaga area kerja, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang membuat karyawan merasa aman dan dihargai.
“Ade menunjukkan bahwa tugas security bukan hanya menjaga area kerja, tetapi juga memberikan pelayanan yang membuat karyawan merasa aman dan dihargai. Sikap seperti ini menjadi teladan bagi anggota tim lainnya,” ujar Mirna.
Sikap yang ditunjukkan Ade mencerminkan nilai-nilai HARITA, khususnya kerendahan hati dalam melayani dan akuntabilitas dalam menjalankan tanggung jawab. Melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten, ia turut berkontribusi membangun lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan mendukung budaya keselamatan di Harita Nickel.
Kisah Ade Fridolin menunjukkan bahwa budaya keselamatan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar atau teknologi canggih. Di balik perannya sebagai petugas keamanan, ia membuktikan bahwa kepedulian, pelayanan, dan komunikasi yang tulus juga menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya aman di lingkungan pertambangan.


