(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Dari Pengelolaan LB3 ke Lapangan Upacara: Peran Ummu Iqrima dalam Kepemimpinan Operasional

Kategori

:
Insan Harita.

02 Maret 2026 | media

detail

Peringatan Bulan K3 Nasional (BK3N) 2026 di PT Megah Surya Pertiwi, unit bisnis Harita Nickel, menghadirkan momen yang berbeda. Untuk pertama kalinya, pemimpin upacara dalam kegiatan tersebut adalah seorang perempuan.

Ummu Iqrima Alqibtia, Foreman pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3), dipercaya memimpin jalannya upacara. Penunjukan ini menjadi bagian dari dinamika organisasi yang terus berkembang, termasuk dalam membuka ruang kepemimpinan di fungsi operasional.

Dalam kesehariannya, Ummu bertanggung jawab memastikan pengelolaan LB3 berjalan sesuai prosedur dan regulasi. Tugas ini mencakup pengawasan administrasi, pengendalian penyimpanan, serta kesiapan penanganan potensi insiden. Ketelitian dan konsistensi menjadi kunci karena setiap penyimpangan dapat berdampak pada aspek keselamatan kerja dan lingkungan.

Penunjukan sebagai pemimpin upacara dilakukan melalui proses internal. Ketika kesempatan dibuka, Ummu menyatakan kesiapannya dan memperoleh persetujuan tim.

“Atas inisiatif sendiri, dan tim kita sepakat,” ujar Rivai Zamzam, Environmental Supervisor.

Bagi Ummu, memimpin upacara bukan soal simbol seremonial. Kepemimpinan ia maknai sebagai kesadaran bahwa setiap detail memiliki konsekuensi terhadap keselamatan bersama, sama seperti keputusan-keputusan kecil yang ia jaga setiap hari di area kerja. 

Sikap ini dibentuk melalui proses panjang. Pendidikan di SMK Kehutanan Makassar membiasakan Ummu dengan disiplin lapangan dan ketegasan dalam eksekusi. Pengalaman tersebut diperkuat melalui studi Kehutanan di Universitas Khairun Ternate serta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di ITS Surabaya dengan fokus Teknik Lingkungan.

“Pengelolaan lingkungan itu satu sistem. Kalau satu bagian longgar, dampaknya ke semua,” ujarnya.

Selain memastikan kepatuhan prosedur, ia juga terlibat dalam simulasi kesiapsiagaan seperti oil spill drill untuk memperkuat respons tim terhadap potensi risiko.

Kehadiran Ummu sebagai pemimpin upacara mencerminkan bahwa peran kepemimpinan di operasional ditentukan oleh kompetensi dan rekam kerja, bukan oleh gender. Dalam fungsi yang menuntut ketelitian dan konsistensi, keberagaman perspektif menjadi bagian dari penguatan budaya kerja.

Bagi PT Megah Surya Pertiwi, dan juga unit bisnis Harita Nickel lainnya, momen ini menegaskan bahwa inklusivitas di lingkungan operasional berjalan seiring dengan penerapan standar keselamatan dan kepatuhan regulasi. Kepemimpinan tumbuh dari tanggung jawab yang dijalankan secara konsisten dalam pekerjaan sehari-hari.