Dari Obi ke Panggung Internasional, Pelajar Surabaya Raih Emas Lewat Riset Slag Nikel

Kategori

:
Sorotan.

11 Oktober 2026 | media

detail

Terinspirasi pengelolaan lingkungan di Pulau Obi, Maluku Utara, lima pelajar SMA Negeri 10 Surabaya meraih medali emas dalam Indonesia Inventors Day (IID) 2026 melalui penelitian tentang potensi pemanfaatan slag nikel sebagai media tumbuh tanaman.

Melalui penelitian bertajuk LESAGO: The Use of Legume Cover Crops in Nickel Slag-Based Growing Media on Plant Growth with an Expansive Root System, tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 10 Surabaya mengkaji penggunaan media berbasis slag nikel yang dikombinasikan dengan tanaman leguminosa penutup tanah (legume cover crops).

Penelitian tersebut dipresentasikan pada IID 2026 yang diselenggarakan Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) pada 3–6 Oktober 2026 di Gedung SMESCO, Jakarta. Kompetisi ini mempertemukan pelajar dan inovator dari berbagai negara untuk mempresentasikan hasil penelitian dan inovasi.

Keberhasilan Tim Karya Ilmiah Remaja SMA Negeri 10 Surabaya meraih medali emas pada Indonesia Inventors Day 2026 menunjukkan bagaimana pengalaman industri dapat memantik inovasi generasi muda.

Keberhasilan Tim Karya Ilmiah Remaja SMA Negeri 10 Surabaya meraih medali emas pada Indonesia Inventors Day 2026 menunjukkan bagaimana pengalaman industri dapat memantik inovasi generasi muda.

Prestasi ini melanjutkan eksplorasi tim terhadap potensi pemanfaatan slag nikel. Sebelumnya, mereka meraih medali emas dalam ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2026 di Universitas Diponegoro melalui penelitian NISAGO: Utilization of Nickel Slag as a Planting Medium on Soil Properties and Growth Response of Ipomoea aquatica.

Dalam penelitian LESAGO, para siswa mengkaji pertumbuhan tanaman pada media berbasis slag nikel dengan melibatkan tanaman penutup tanah yang memiliki sistem perakaran luas. Penelitian ini berangkat dari ketertarikan mereka terhadap pengelolaan material sisa proses industri dan potensinya dalam mendukung revegetasi lahan.

“Awalnya kami tertarik melihat bagaimana slag nikel dapat dimanfaatkan, bukan hanya menjadi limbah industri. Dari situ kami mencoba mempelajari potensinya sebagai media tanam dan menghubungkannya dengan tanaman penutup tanah untuk mendukung proses revegetasi,” kata Abid Hakim Pradana, Ketua Tim Penelitian SMA Negeri 10 Surabaya.

Pengelolaan lingkungan di kawasan industri nikel di Pulau Obi menjadi salah satu konteks yang mendorong para siswa mengembangkan pertanyaan ilmiah mengenai pemanfaatan slag nikel. Pengalaman ini memperlihatkan bagaimana isu di dunia industri dapat menjadi bahan pembelajaran dan mendorong generasi muda untuk mengeksplorasi solusi melalui pendekatan ilmiah.

Harita Nickel mendukung tim LESAGO sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi dengan dunia pendidikan serta mendorong minat pelajar terhadap sains, teknologi, dan isu lingkungan.

Tim KIR SMA Negeri 10 Surabaya sebelumnya meraih medali emas di AISEEF 2026 melalui penelitian NISAGO.
Tim KIR SMA Negeri 10 Surabaya sebelumnya meraih medali emas di AISEEF 2026 melalui penelitian NISAGO. 

“Yang menarik dari penelitian ini bukan hanya medali yang diraih, tetapi bagaimana para pelajar melihat persoalan di dunia industri sebagai ruang untuk belajar, bertanya, dan mencari jawaban melalui pendekatan ilmiah,” kata Iwan Syahroni, Executive Vice President Environmental Affairs Harita Nickel.

Raihan emas di IID 2026 memperkuat rekam jejak tim KIR SMA Negeri 10 Surabaya dalam kompetisi inovasi sekaligus menunjukkan kesinambungan penelitian mereka, dari NISAGO di AISEEF 2026 hingga LESAGO di IID 2026.

Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri membuka kesempatan bagi pelajar untuk mempelajari persoalan nyata, mengembangkan rasa ingin tahu, dan menghasilkan gagasan berbasis sains.