Di lapangan basket site Harita Nickel Pulau Obi, Najabuddin Anwar, yang akrab disapa Naja, tak hanya berlatih untuk dirinya sendiri. Di sela kesibukan bekerja, ia meluangkan waktu membantu rekan-rekannya mempelajari teknik permainan. Pengalaman yang pernah ia miliki sebagai pemain basket profesional kini menjadi kesempatan untuk berbagi dan membangun kebersamaan.
Kecintaan terhadap basket pernah membawa Naja berkompetisi di Indonesian Basketball League (IBL). Pada musim 2016, ia tercatat sebagai pemain NSH Jakarta yang berubah nama ke NSH Mountain Gold Timika dengan posisi shooting guard. Kiprahnya di liga profesional juga tercatat dalam pemberitaan resmi IBL.
Seiring waktu, perjalanan karirnya berlanjut ke industri pertambangan sebagai Insan Harita sebagai HR Operations Harita Nickel. Meski tak lagi menjalani keseharian sebagai atlet profesional, ia tetap menekuni olahraga yang dicintainya di lingkungan kerja yang baru.
Keputusannya bekerja di industri pertambangan sempat disayangkan sejumlah teman. Mereka mengira kesibukan di site akan membuat Naja sulit bermain seperti dahulu. Namun, Naja justru menemukan rekan kerja yang tertarik mempelajari olahraga tersebut.
“Awalnya, banyak teman yang menyayangkan keputusan saya bekerja di industri pertambangan karena mengira saya tidak bisa bermain basket lagi. Ternyata, banyak rekan kerja di site yang ingin belajar. Dari situ, saya mulai membantu mereka berlatih agar kemampuan bermain mereka semakin berkembang,” cerita Naja.
Pengalaman selama menjadi atlet profesional kini menjadi bekal bagi Naja untuk mendampingi rekan-rekannya. Ia menikmati proses ketika mereka mulai memahami teknik permainan, semakin percaya diri, dan berani mencoba. Baginya, kecintaan terhadap basket terasa semakin bermakna ketika pengalaman yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Salah satu rekan kerja yang merasakan manfaat tersebut adalah La Ode Mizwar, Receiving and Distribution Logistic Crew Harita Nickel. Berawal dari ketertarikan untuk mencoba, Aidil mulai berlatih bersama rekan-rekannya hingga akhirnya mendapat kesempatan bergabung dengan tim untuk mengikuti pertandingan antar departemen.
“Awalnya, basket bukan keahlian saya. Namun, selama bekerja di site, saya mendapat kesempatan untuk belajar dan berlatih. Hingga akhirnya, saya bisa bergabung dengan tim untuk mengikuti pertandingan antar departemen,” ungkap Aidil.
Pengalaman Naja dan Aidil menunjukkan bahwa hobi dapat menjadi ruang untuk mencoba hal baru, mengembangkan potensi, sekaligus mempererat hubungan antar karyawan. Di tengah rutinitas pekerjaan, aktivitas ini memberi kesempatan bagi Insan Harita untuk saling mengenal di luar tugas sehari-hari.
HR & GA Manager Harita Nickel, Rangga Aji Pratama, menyampaikan bahwa perusahaan mendukung karyawan menyalurkan minat dan hobi dengan tetap memperhatikan tanggung jawab pekerjaan.
“Perusahaan sangat mendukung berbagai hobi dan minat karyawan. Kami berupaya memberikan ruang dan fasilitas agar Insan Harita dapat menyalurkan hobinya dengan baik, tanpa mengesampingkan tanggung jawab pekerjaan,” ujar Rangga.
Bagi Naja, bekerja di industri pertambangan bukan berarti harus meninggalkan olahraga yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Di Obi, ia menemukan cara baru untuk terus bermain sekaligus berbagi pengalaman dengan rekan kerja. Dari lapangan basket, kebersamaan pun tumbuh melalui minat yang sama dan kemauan untuk saling belajar.
Kisah Naja menjadi salah satu wujud #CaranyaHarita dalam mengembangkan potensi, berbagi pengalaman, dan membangun kebersamaan di tengah aktivitas kerja.


