
Komitmen Harita Nickel dalam menjaga keselamatan dan kesehatan karyawan tidak hanya diwujudkan lewat sistem dan fasilitas, tetapi juga melalui tenaga medis yang bekerja dengan empati. Salah satunya adalah Christian Mamuaya, Medical Supervisor di Klinik Harita Nickel Obi (KHNO), yang menanamkan nilai kepedulian dan kemanusiaan dalam setiap aspek pelayanan kesehatan.
Sejak bergabung pada 2020, pria asal Manado ini berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya cepat dan sigap, tetapi juga berempati terhadap setiap individu yang ditanganinya.
Saat pertama kali dirinya tiba di Site Pulau Obi, fasilitas klinik perusahaan masih sederhana, dengan lima ruangan dengan belasan tenaga medis. Kini, KHNO telah berkembang pesat menjadi fasilitas kesehatan yang jauh lebih lengkap, dengan lebih dari 80 tenaga kesehatan dan puluhan ruang perawatan serta fasilitas pendukung.
Namun, bagi Christian, kemajuan bukan hanya diukur dari pertumbuhan fisik, melainkan dari kualitas hubungan antara petugas medis dan pasien. “Yang paling penting bukan hanya fasilitasnya, tapi bagaimana kita memperlakukan orang yang datang untuk mencari pertolongan,” ujarnya.
Christian percaya bahwa empati adalah inti dari pelayanan kesehatan. Ia masih mengingat satu pengalaman yang mengubah pandangannya sebagai tenaga medis: saat menghadapi seorang tenaga kerja asing yang mengalami depresi di masa pandemi. Pasien itu menutup diri, menolak berinteraksi, bahkan tidak mau makan.
“Solusinya bukan dari obat, tapi dari empati. Saya bawa bubur ketan merah dan mengajaknya ngobrol. Dari situ, ia mulai terbuka dan mau dibantu,” kenangnya.
Baginya, momen seperti itu menegaskan bahwa empati bisa menjadi bentuk pengobatan paling dasar. “Kadang orang tidak butuh diagnosis rumit, mereka hanya butuh didengarkan. Dan itu bisa membuat mereka merasa lebih baik,” tuturnya, menambahkan bahwa nilai inilah yang ditanamkan kepada seluruh tim di KHNO: bahwa setiap tindakan medis harus disertai kepedulian tulus.
Seiring berjalannya waktu, Christian turut memperkuat budaya pelayanan empatik ini melalui pelatihan dan pembiasaan di tim. Ia memastikan bahwa setiap tenaga medis memahami pentingnya komunikasi yang manusiawi, terutama saat menghadapi pasien dengan tekanan fisik dan emosional tinggi.
Christian Mamuaya bersama tim medis Klinik Harita Nickel Obi yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan di site Obi.
Ia juga mendorong seluruh karyawan di area kerja untuk memiliki kesiapan dasar dalam menghadapi situasi darurat melalui program First Aid Training dan Health Talk rutin. Bagi Christian, keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar prosedur, melainkan tanggung jawab bersama yang berakar dari rasa saling peduli.
Di sisi lain, ia juga membangun sistem manajemen klinik yang efisien agar layanan promotif, preventif, hingga kuratif dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan. Dedikasi ini mengantarkannya meraih Best Employee 2022 dari PT Halmahera Persada Lygend (HPL).
“Kuncinya bukan saya sendiri, tapi kerja sama tim. Tanpa itu, mustahil semua bisa berjalan baik,” katanya.
Bagi Christian, penghargaan bukanlah tujuan akhir. Pencapaian terbesarnya adalah melihat pasien kembali pulih, karyawan merasa aman, dan setiap orang yakin bahwa selalu ada tenaga medis yang siap menolong mereka dengan sepenuh hati.[]


