(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Cegah Pencemaran, Harita Nickel Gelar Drill Baku Mutu Air

Kategori

:
Lingkungan & K3.

10 Desember 2025 | media

detail

Harita Nickel melalui PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF) kembali menggelar drill pengendalian pencemaran air untuk meningkatkan kesiapsiagaan tim dalam menghadapi situasi darurat lingkungan. Melalui latihan tahunan ini, perusahaan menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas air dan mematuhi standar pengelolaan lingkungan di area operasionalnya.

Drill kali ini difokuskan pada penanganan kondisi ketika air hasil proses pengolahan menunjukkan parameter di luar baku mutu. Kegiatan yang dilaksanakan di fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) ini melibatkan tim Health, Safety, and Environment (HSE) PT HJF sebagai penanggung jawab pengelolaan air sisa aktivitas domestik. Latihan ini juga merupakan bagian dari pemenuhan standar ISO 14001 terkait sistem kesiapsiagaan dan tanggap darurat.

Drill diawali dengan skenario penemuan hasil uji kualitas air yang memperlihatkan nilai dissolved oxygen (DO) tidak memenuhi baku mutu. Tim kemudian menjalankan rangkaian prosedur tanggap darurat untuk menormalkan kembali parameter kualitas air.

Environment Superintendent HJF, Bobby Loys Lengga, menjelaskan langkah yang diambil tim saat kondisi tersebut ditemukan. “Temuan awal kami verifikasi melalui pengujian di outlet, dan hasilnya tetap menunjukkan DO di luar standar. Setelah itu kami menghubungi operator IPAL untuk segera memasang pompa untuk membantu aliran udara ke dalam air (pompa venturi) dan melakukan perbaikan pada sistem blower,” ujarnya.

Setelah tindakan korektif dilakukan, tim kembali melakukan uji ulang. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai DO telah kembali berada di atas baku mutu. Giovanni menekankan pentingnya latihan berkala seperti ini. “Tindakan preventif seperti ini memastikan air yang dilepas dari IPAL selalu memenuhi baku mutu sebelum mengalir ke badan air. Selain mencegah potensi dampak negatif lingkungan, kegiatan ini juga mengedukasi tim tentang pentingnya menjaga kualitas air,” tambahnya.

Drill pengendalian pencemaran air ini merupakan satu dari tiga drill lingkungan tahunan yang dilakukan tim environment, yang meliputi pengelolaan air, udara, dan limbah B3. Seluruhnya dirancang untuk memastikan kesiapsiagaan serta konsistensi penerapan prosedur operasional standar (SOP) dalam menghadapi potensi kondisi darurat.

Melalui pelatihan ini, Harita Nickel memastikan bahwa pengawasan dan pengelolaan lingkungan di area operasional perusahaan terus berjalan sesuai standar. Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen perusahaan untuk menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.