
Dalam menjalankan kegiatan operasional, pengelolaan aspek sosial dan lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai fungsi di dalam perusahaan. Setiap departemen memiliki peran dan perspektif yang berbeda, tetapi semuanya saling berkaitan, terutama ketika berhadapan dengan isu yang melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional.
Karena itu, pemahaman yang selaras antar-departemen menjadi penting. Komunikasi yang terbuka, kemampuan memahami perspektif masyarakat, serta koordinasi yang baik dapat membantu setiap tim mengenali dan merespons isu secara lebih tepat.
Untuk mendukung hal tersebut, Tim Sustainability Harita Nickel bersama Daemeter Consulting menyelenggarakan rangkaian program pengembangan kapasitas internal sepanjang Mei hingga September 2026. Program ini dirancang untuk memperkuat pemahaman dan kemampuan Insan Harita dalam mengelola isu sosial dan lingkungan, khususnya dalam berinteraksi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan.
“Sepanjang tahun 2026, kami melaksanakan tujuh sesi Internal Capacity Building. Setiap sesi membahas topik yang berbeda namun saling berkaitan. Harapannya, peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh dan melihat bagaimana materi tersebut relevan dengan peran serta tanggung jawab masing-masing,” ujar Klaus Oberbauer, Manager Sustainability Harita Nickel.
Tujuh sesi tersebut membahas berbagai standar dan praktik internasional, termasuk IFC Performance Standards, IRMA Standard, penyelesaian konflik sosial, konservasi keanekaragaman hayati, serta penilaian dan uji tuntas hak asasi manusia. Materi lainnya mencakup hubungan korporasi, filantropi perusahaan, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dan Creating Shared Value (CSV).
Pembelajaran dilaksanakan secara interaktif dengan menggabungkan pemaparan materi, diskusi, studi kasus, dan pembahasan berdasarkan konteks operasional. Pendekatan ini membantu peserta menghubungkan konsep yang dipelajari dengan situasi yang mungkin ditemui dalam pekerjaan, termasuk memahami isu sosial, menyampaikan informasi teknis dengan bahasa yang mudah dipahami, dan mempertimbangkan perspektif pemangku kepentingan.
Program ini diikuti oleh lebih dari 70 peserta dari berbagai fungsi internal, termasuk Environment, Occupational Health and Safety (OHS), Security, External Relations, Human Resources and General Affairs (HRGA), Sustainability, dan Production. Keterlibatan lintas fungsi memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbagi perspektif, memahami peran departemen lain, serta memperkuat koordinasi dalam menghadapi isu sosial dan lingkungan.
“Dengan pemahaman yang lebih selaras, kita dapat berkoordinasi dengan lebih baik, menyampaikan informasi secara konsisten, dan mempertimbangkan berbagai perspektif sebelum mengambil langkah. Pembelajaran ini dapat menjadi bekal bagi setiap tim dalam menjalankan tanggung jawabnya sehari-hari,” tambah Klaus.
Penguatan kapasitas internal bukan hanya tentang memahami standar dan konsep, tetapi juga tentang membangun cara kerja yang lebih terintegrasi. Melalui pembelajaran dan kolaborasi lintas fungsi, Insan Harita dapat menjadi semakin siap dalam membangun komunikasi yang terbuka dan konstruktif dengan masyarakat.
Sebab keterlibatan masyarakat yang bermakna dimulai dari kesiapan internal untuk memahami, mendengarkan, dan bekerja bersama.


