(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Buku Ikan Karang: Jendela Melihat Ekosistem Laut Obi

Kategori

:
Lingkungan & K3.

22 Mei 2026 | media

detail

Di perairan pesisir barat Pulau Obi, Maluku Utara, kehidupan terus berdenyut dalam warna-warni yang memikat. Ikan kakatua (parrotfish) berenang pelan melintasi gugusan karang, sementara kepe-kepe (butterflyfish) menari lincah di sela-sela anemon. Di perairan yang sama, nelayan masih leluasa menjumpai kakap, kerapu, ekor kuning, hingga sang predator tangguh, giant trevally atau bobara. 

Tak jauh dari sana, ikan napoleon yang berstatus dilindungi juga masih dapat ditemukan menjelajah perairan karang Obi. Kehadiran spesies-spesies tersebut bukan sekadar pemandangan alam biasa. Bagi para ilmuwan, mereka adalah penanda penting kesehatan ekosistem laut. Ikan kakatua, misalnya, memiliki peran menjaga keseimbangan terumbu karang dengan mengendalikan pertumbuhan alga, sementara keberadaan ikan napoleon menjadi indikator bahwa rantai ekologis laut masih berfungsi dengan baik.

Ikan di perairan laut Obi
Scaridae atau parrotfish adalah kelompok ikan karang yang penting secara ekologis di perairan tropis.

Di sisi lain, keberadaan ikan ekonomis penting seperti kerapu dan bobara menunjukkan bahwa ekosistem laut yang sehat juga menopang keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir. Laut yang terjaga berarti ruang hidup yang tetap produktif bagi nelayan lokal.

Saat ini, buku tersebut tengah memasuki proses cetak dan direncanakan dirilis pada pertengahan tahun ini oleh salah satu penerbit nasional terkemuka. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi medium edukasi sekaligus dokumentasi ilmiah mengenai kekayaan hayati laut Obi.

Menangkap harmoni antara pesona bawah laut dan denyut aktivitas industri tersebut, tim Marine Environment Harita Nickel merangkumnya ke dalam sebuah karya visual sekaligus catatan ilmiah bertajuk “Keindahan Laut Pesisir Barat Pulau Obi – Seri I Ikan Karang: Mosaik Kehidupan Laut yang Memikat”. Publikasi ini lahir dari pengamatan lapangan yang teliti, mendokumentasikan puluhan famili ikan karang lengkap dengan karakteristik, habitat, dan peran ekologisnya.

Ekosistem bawah laut Obi
Famili Pomacentridae mencakup ikan betok dan ikan badut yang banyak ditemukan di terumbu karang perairan tropis.

Direktur Health, Safety, and Environment (HSE) Harita Nickel, Tonny H. Gultom, menuturkan bahwa buku ini adalah bentuk nyata dari upaya merawat ruang hidup bersama. “Kami ingin kekayaan laut di sekitar Obi tidak hanya terjaga, tetapi juga terdokumentasi dengan baik,” ujarnya. 

Publikasi ini, lanjut Tonny, seri pertama dari rangkaian dokumentasi keanekaragaman hayati laut Obi. Ke depan, eksplorasi akan diperluas untuk membedah lebih dalam tentang ekosistem terumbu karang dan makrobenthos, sebagai fondasi edukasi publik dan konservasi berbasis sains.

Inisiatif Harita Nickel disambut hangat oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba. Ia melihat karya ini bukan sekadar buku, melainkan jendela yang membuka wawasan masyarakat luas terhadap kekayaan bahari daerahnya. 

“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat demi menjaga laut sekaligus memastikan pembangunan daerah berjalan berkelanjutan,” tutur Bassam. 

Dari sudut pandang akademis, harmoni di perairan Obi ini menjadi sinyal positif. Guru Besar Manajemen Kesehatan Ikan Universitas Khairun, Prof. Dr. Muh. Aris, S.Pi., M.P., memandang bahwa praktik pertambangan yang baik (good mining practices) memang harus berjalan beriringan dengan perlindungan ekosistem. Berbagai inisiatif rehabilitasi pesisir yang diinisiasi perusahaan membuktikan bahwa roda ekonomi dan kelestarian alam dapat melangkah berdampingan. 

Lebih jauh, nilai edukasi dari dokumentasi ini menjadi jembatan krusial antara rumitnya bahasa sains dan kearifan lokal. Ahli Genetika Ikan Universitas Sam Ratulangi, Dr. Ir. Ari Berty Rondonuwu, M.Sc., M.Si., menangkap esensi terdalam dari buku ini untuk generasi mendatang. 

“Saat anak-anak di Pulau Obi mulai bisa menyapa nama dan mengenali rupa ikan di halaman rumah mereka sendiri, di situlah benih rasa memiliki dan kesadaran menjaga alam tumbuh paling kuat,” tutur Ari merefleksikan. 

Perairan Laut di Obi
Reef Cube, terumbu karang buatan dari slag nikel, yang ditempatkan di perairan Obi telah ditumbuhi karang dan menjadi rumah bagi biota laut.

Pada akhirnya, buku ini bukan sebatas lembaran arsip di rak perpustakaan. Melalui program keberlanjutan terintegrasi yang dimulai dari rehabilitasi mangrove, transplantasi karang, hingga pemasangan terumbu karang buatan (artificial reef), dokumentasi ini menjadi saksi hidup. Sebuah bukti bahwa di Pulau Obi, komitmen menjaga ekosistem adalah ikhtiar nyata agar lautan tetap menjadi rumah yang nyaman bagi penghuninya, hari ini dan nanti.


Cuplikan buku bisa diakses melalui link ini.