(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Bukan Sekadar Bantuan, Pemberdayaan Harita Nickel Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Obi

Kategori

:
Sorotan.

20 Januari 2026 | media

detail

Komitmen Harita Nickel dalam menghadirkan pertumbuhan inklusif di Kawasan Industri Obi mendapat sorotan positif dari Perkumpulan Telapak. Berdasarkan observasi sosial independen di sejumlah desa lingkar operasional, organisasi pemantau lingkungan dan sosial ini menemukan bahwa inisiatif perusahaan telah berhasil membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan keluarga secara konkret.

Observasi sosial dilakukan di lima desa sekitar wilayah operasi Harita Nickel yang mencakup Kawasi, Soligi, Buton, Akegula, dan Gambaru. Fokus observasi meliputi perubahan sosial, penguatan ekonomi lokal, dan partisipasi masyarakat dalam program pemberdayaan. 

Wakil Ketua Perkumpulan Telapak, Dickson Aritonang, menyoroti keberhasilan ini terlihat jelas pada kelompok perempuan dan pelaku UMKM lokal. Salah satu contoh paling menonjol adalah UMKM Obi Jaya Mandiri di Desa Kawasi.

“Pada 2019, pendapatan kelompok usaha perempuan beranggotakan 34 orang ini sekitar Rp150 juta per tahun. Berkat dukungan Harita Nickel melalui fasilitas lokasi usaha dan pelatihan manajemen ritel modern (Hopmart), kini omzet mereka melonjak hingga Rp1,3 miliar per tahun,” papar Dickson.

Selain sektor perdagangan, kemandirian ekonomi juga tumbuh di sektor pertanian. Di Desa Akegula, kelompok tani yang dipimpin oleh Mama Nia kini mampu memproduksi hingga enam ton sayur dan buah setiap bulan. Kunci keberhasilan ini terletak pada peran Harita Nickel sebagai off-taker (pembeli siaga) yang menyerap seluruh hasil panen warga.

“Awalnya masyarakat ragu bertani karena takut tidak laku. Namun, berkat jaminan pembelian dari Harita Nickel, pertanian kini menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan,” ungkap Mama Nia.

Dickson menilai, pendekatan Harita Nickel telah melampaui konsep Corporate Social Responsibility (CSR) konvensional. Perusahaan dinilai tidak lagi sekadar memberikan "ikan", melainkan "kail" dan ekosistem pendukungnya.

“Program sosial Harita Nickel bukan sekadar tindakan belas kasihan (charity) untuk bantuan sementara. Lebih jauh, ini adalah upaya jangka panjang yang memperkuat sendi-sendi penghidupan masyarakat dalam aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta budaya,” tegas Dickson.

Laporan Telapak turut mencatat kontribusi signifikan di sektor dasar lainnya. Di bidang kesehatan, layanan perusahaan menjangkau lebih dari 350 ibu dan anak setiap bulan. Di sektor pendidikan, dukungan diberikan melalui insentif bagi 89 tenaga pendidik dan program Rumah Belajar Simore. Sementara itu, pembangunan infrastruktur seperti pemukiman baru Desa Kawasi dan Jembatan Akelamo menjadi bukti nyata konektivitas antar-desa.

Hasil observasi ini menjadi bukti transparansi dan akuntabilitas Harita Nickel. Perusahaan menegaskan posisinya bahwa operasional industri yang produktif harus berjalan beriringan dengan manfaat sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.[]

Sebagai referensi, Laporan Observasi Sosial oleh Perkumpulan Telapak bisa diakses melalui link ini