(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Bagaimana Air Tambang Dikelola agar Aman bagi Lingkungan

Kategori

:
Lingkungan & K3.

03 Agustus 2026 | media

detail

Setiap kali hujan turun di area tambang, air tidak langsung mengalir ke sungai atau perairan sekitar. Ada sistem yang bekerja untuk menampung, mengendapkan sedimen, mengolah, dan memastikan kualitasnya sebelum air dilepaskan kembali ke lingkungan.

Sistem tersebut menjadi bagian dari pengelolaan air di area operasional Harita Nickel. Saat ini, terdapat 52 kolam pengendapan (sediment pond), terdiri atas 35 kolam di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Trimegah Bangun Persada (TBP) dan 17 kolam di wilayah PT Gane Permai Sentosa (GPS).

Salah satu yang terbesar adalah Tuguraci (TG) 2, dengan luas sekitar 43 hektare dan kapasitas mencapai 1,2 juta meter kubik. Air limpasan dari area hulu ditampung di sini sehingga sedimen memiliki waktu untuk mengendap secara alami sebelum diproses lebih lanjut melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Hydrology Strategic Compliance Engineer Harita Nickel, Aryadhani Arihta Sembiring Milala, menjelaskan, proses pengendapan memanfaatkan gaya gravitasi.

"Air limpasan dialirkan melalui beberapa kolam sehingga partikel sedimen memiliki waktu untuk mengendap (settling time). Setelah melalui proses pengendapan dan pengolahan hingga memenuhi baku mutu, air baru dialirkan ke badan air," ujar Arya.

Sebagian air hasil pengolahan juga dimanfaatkan kembali untuk mendukung kebutuhan operasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penggunaan air.

Memastikan kualitas air tidak berhenti di kolam pengendapan. Pemantauan dilakukan setiap hari melalui sistem otomatis dan pengukuran manual, meliputi pH, Total Suspended Solids (TSS), tingkat kejernihan, hingga debit air.

Harita Nickel juga menggunakan SPARING (Sistem Pemantauan Air Limbah Secara Terus-Menerus dan Dalam Jaringan) yang terhubung dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Parameter TSS, debit air, dan pH dikirim otomatis ke server kementerian setiap dua menit. Di lapangan, tim mengambil sampel air setiap dua jam untuk memverifikasi hasil pengukuran. Seluruh pengujian dilakukan oleh laboratorium lingkungan yang telah terakreditasi ISO/IEC 17025.

Jika hasil pemantauan menunjukkan parameter berpotensi melampaui baku mutu, pintu air keluar ditutup sementara. Air tetap berada di dalam sistem hingga proses pengolahan optimal dan kualitasnya kembali memenuhi ketentuan.

Geotech & Hydrology Superintendent Harita Nickel, Reza Febri, mengatakan pengelolaan air juga berperan dalam mengendalikan erosi dan mencegah sedimentasi menuju sungai maupun perairan sekitar.

"Tujuannya bukan hanya memenuhi baku mutu, tetapi juga mencegah sedimen terbawa ke sungai atau perairan di sekitar area operasi. Karena itu, pengelolaan air sudah kami rancang sejak awal dalam setiap tahapan operasional tambang," ujar Reza.

Pada akhirnya, pengelolaan air tambang bukan sekadar soal mengalirkan air. Di dalamnya ada sistem, teknologi, pemantauan, dan kerja tim yang memastikan air dikelola dengan baik sebelum kembali ke lingkungan.[]