(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Asah Kompetensi dan Budaya K3, Harita Nickel Gelar Lomba Forklift dan Hand Pallet

Kategori

:
Lingkungan & K3.

17 Juli 2026 | media

detail

Suasana di gudang milik PT Halmahera Persada Lygend (HPL) dan PT Obi Nickel Cobalt (ONC) tampak berbeda dari biasanya. Rak berisi peralatan dan material operasional yang umumnya tersusun rapi disusun ulang untuk membuka ruang di tengah gudang. Area tersebut disulap menjadi arena lomba ketangkasan mengoperasikan forklift dan hand pallet sebagai bagian dari upaya Harita Nickel memperkuat kompetensi operator sekaligus membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Kegiatan yang diselenggarakan melalui PT HPL dan PT ONC ini diikuti operator warehouse dari kedua perusahaan. Mereka berkompetisi dalam dua kategori, yakni forklift dan hand pallet, melalui serangkaian simulasi yang dirancang untuk menguji keterampilan mengoperasikan alat sekaligus kedisiplinan dalam menerapkan prosedur kerja yang aman.

Aktivitas pergudangan merupakan salah satu bagian penting dalam rantai operasional perusahaan. Ketelitian operator saat memindahkan material tidak hanya mendukung kelancaran distribusi logistik, tetapi juga berperan dalam menjaga keselamatan pekerja, melindungi aset perusahaan, dan memastikan operasional berjalan secara aman dan efisien.

Format lomba dirancang untuk mengukur ketangkasan sekaligus kedisiplinan peserta dalam menerapkan prosedur kerja. Sebelum memulai, setiap peserta diwajibkan melakukan Pemeriksaan dan Perawatan Harian (P2H) pada unit yang digunakan. Selanjutnya, peserta mengoperasikan forklift atau hand pallet sambil membawa baskom berisi air dan melintasi rintangan cone secara zigzag. Simulasi tersebut dirancang untuk menguji kemampuan operator mengendalikan alat secara presisi. Semakin sedikit air yang tumpah, semakin baik penguasaan operator terhadap alat yang digunakan.

Penilaian meliputi kelengkapan pelaksanaan P2H, ketepatan waktu, tingkat presisi, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, termasuk membunyikan klakson pada titik-titik yang dipersyaratkan selama pengoperasian.

Superintendent Operational Health and Safety (OHS) PT HPL yang juga menjadi salah satu juri lomba, Syarif Hadi Fatullah, mengatakan kompetisi ini menjadi sarana yang efektif untuk melihat secara langsung keterampilan sekaligus kedisiplinan operator dalam menerapkan prosedur kerja.

"Keterampilan mengendalikan forklift dan hand pallet ini sangat dibutuhkan, terutama untuk mendukung keselamatan kerja. Selalu ada ruang untuk peningkatan, khususnya pada aspek presisi dan ketepatan waktu. Semoga melalui lomba ini, seluruh operator semakin terpacu untuk terus mengasah keterampilan sekaligus memperkuat kesadaran keselamatan dalam bekerja sehari-hari," jelas Syarif.

Antusiasme serupa juga dirasakan para peserta. Salah satu operator yang meraih juara pertama kategori forklift, Irwan, mengatakan lomba ini menjadi pengalaman berharga sekaligus penyegaran terhadap prosedur kerja yang dijalankannya setiap hari.

"Saya senang bisa menjadi juara. Lomba ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu taat pada prosedur saat mengoperasikan forklift, mulai dari memeriksa kelengkapan unit sebelum digunakan hingga terus memperhatikan aspek keselamatan selama pengoperasian," ujar Irwan.

Kompetisi yang diselenggarakan pada Juni 2026 ini merupakan bagian dari program penguatan K3 yang rutin dijalankan Harita Nickel. Melalui pendekatan yang melibatkan operator secara langsung di lapangan, perusahaan tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat budaya keselamatan sebagai bagian dari kebiasaan kerja sehari-hari.

Dengan penguatan kompetensi yang dilakukan secara berkelanjutan, Harita Nickel terus mendorong penerapan budaya K3 di seluruh lini operasional, termasuk pada aktivitas logistik dan pergudangan yang menjadi bagian penting dalam mendukung operasional perusahaan yang aman, andal, dan berkelanjutan.