(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');

Apa Itu Feronikel: Produk di Balik Kuatnya Stainless Steel!

Kategori

:
Ragam.

22 September 2025 | Admin

detail

Feronikel merupakan produk hasil pengolahan bijih nikel saprolit yang selanjutnya akan digunakan sebagai bahan baku baja tahan karat (stainless steel). Bahkan, produksi nikel global dimanfaatkan 65 persen sebagai feronikel yang menjadi bahan baku stainless steel ini lho! 

Yuk, kita cari tahu lebih dalam tentang salah satu produk pemrosesan bijih nikel yang ada di Harita Nickel ini!

Apa Itu Feronikel

Feronikel adalah paduan antara nikel dan besi dengan kandungan nikel berkisar antara 20 persen sampai 40 persen. 

Material ini diperoleh dengan cara meleburkan bijih nikel saprolit di dalam sebuah tungku dengan suhu mencapai 1.500 derajat celcius lho! 

Proses Pembuatan Feronikel

Feronikel dibuat dengan menggunakan teknik pirometalurgi, yakni proses ekstraksi mineral menggunakan panas. Teknologi yang paling umum digunakan dalam teknik ini adalah Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF). 

Proses RKEF terdiri dari beberapa tahapan: 

  • Pemisahan bijih nikel

Bijih nikel yang berukuran lebih besar dari 2 cm dipisahkan dengan yang berukuran di bawah 2 cm. 

  • Pengeringan

Bijih nikel lalu dikeringkan menggunakan alat bernama rotary dryer. Di sini, bijih nikel dipanaskan dengan suhu 200-300 derajat celcius guna mengurangi kadar air dari 40 menjadi 20 persen.

  • Kalsinasi
    Bijih yang sudah dikeringkan lalu dilebur dalam tungku listrik pada suhu mencapai 1.600 derajat Celcius guna memisahkan nikel dan besi dari bahan-bahan pengotornya.

  • Pencetakan
    Feronikel cair lantas dicetak menjadi ingot, dan setelah mengering maka akan didinginkan agar bisa dikemas dan dikirim ke industri baja.

Perbedaan Feronikel dan Nikel Matte

Secara umum, feronikel dan nikel matte memiliki perbedaan dari sisi kadar nikelnya. Jika feronikel memiliki 20 hingga 40 persen kandungan nikel, maka nickel matte memiliki kandungan nikel mencapai 78 persen.

Padahal, baik feronikel dan nikel matte sama-sama berbahan baku bijih nikel saprolit. Keduanya pun sama-sama diolah dengan teknologi RKEF. Namun, apa yang membuat kandungan nikel pada nikel matte bisa lebih tinggi? Pembuatan nikel matte setelah proses kalsinasi dilakukan dengan menambahkan sulfur. Sulfur akan membantu memisahkan nikel dan besi sehingga kandungan nikelnya jadi lebih tinggi.

Kegunaan Feronikel

Feronikel memiliki sifat tahan korosi sekaligus tahan panas, di sisi lain tetap elastis untuk diolah. Karenanya, feronikel banyak digunakan dalam industri dan kehidupan sehari-hari, antara lain : 

  • Bahan baku baja tahan karat
    Stainless steel ini kemudian digunakan untuk peralatan rumah tangga, otomotif, dan konstruksi.

  • Paduan dalam produksi mesin
    Feronikel juga banyak digunakan sebagai paduan dengan mineral lainnya untuk memproduksi mesin dan komponen industri

  • Infrastruktur
    Karena sifatnya yang tahan terhadap korosi, feronikel banyak diolah untuk menjadi bahan baku jembatan, gedung bertingkat, dan pipa industri.

Feronikel di Harita Nickel

Harita Nickel adalah perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi dan berkelanjutan yang beroperasi di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. 

Saat ini, Harita Nickel memiliki 12 jalur produksi feronikel dengan kapasitas mencapai 120 ribu ton kandungan nikel per tahun!