_3.jpg&w=3840&q=75)
Di industri pertambangan global, keterbukaan secara sukarela terhadap audit independen masih menjadi pengecualian. Padahal, transparansi merupakan tolok ukur penting dalam menunjukkan komitmen perusahaan terhadap penerapan standar internasional dan keselarasan dengan pasar global. Bagi Harita Nickel, keterbukaan ini ditunjukkan melalui tindakan nyata.
Sejak 2024, perusahaan secara sukarela menjalani proses audit Initiatives for Responsible Mining Assurances (IRMA), menjadikannya sebagai perusahaan pertambangan pertama di Asia yang berkomitmen melaksanakan standar ini. Kini, perjalanan ini mendekati satu titik penting, yaitu proses verifikasi rencana tindakan perbaikan (CAP) IRMA yang akan diikuti Harita Nickel dalam waktu dekat.
Dalam tahap ini, implementasi perbaikan yang telah dilakukan perusahaan berdasarkan temuan audit sebelumnya akan dinilai secara langsung di lapangan, menjadi puncak dari perjalanan panjang yang dimulai sejak dua tahun silam. Tapi sebelum kita membahas lebih lanjut perjalanan IRMA Harita Nickel, mari kita lihat kembali: apa itu IRMA, dan mengapa sertifikasi ini menjadi penting bagi perusahaan?
Apa itu IRMA?
IRMA adalah standar global yang menilai kinerja operasional perusahaan pertambangan dalam aspek lingkungan dan sosial. Standar ini ditetapkan melalui kolaborasi antara perusahaan, komunitas terdampak, pekerja, lembaga swadaya masyarakat, dan pembeli material hasil tambang. Berbeda dengan standar lain yang berfokus pada aspek tertentu, IRMA melihat keseluruhan sistem pengelolaan operasi pertambangan. Observasi ini mencakup tata kelola perusahaan hingga dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.
Proses evaluasi IRMA dimulai dari Self-Assessment dengan perusahaan menilai secara mandiri praktik operasionalnya berdasarkan persyaratan IRMA, lalu dilanjutkan dengan audit pihak ketiga oleh auditor independen. Evaluasi ini mencakup tahap 1 dengan peninjauan kelengkapan dokumen, tahap 2 dengan audit langsung lapangan, dan jika diperlukan, fase Corrective Action untuk menangani kesenjangan yang teridentifikasi.
Setelah tahapan ini, IRMA menerbitkan laporan hasil audit. Namun, penilaian tidak berhenti di sana, karena laporan ini akan ditinjau secara berkala melalui Surveillance Audit yang diikuti dengan Re-certification Audit. Capaian IRMA diakui melalui empat tingkat: IRMA Transparency, IRMA 50, IRMA 75, dan IRMA 100. Setiap tingkatan ini mencerminkan tingkat kepatuhan yang semakin tinggi terhadap standar IRMA.
Mengapa Sertifikasi IRMA?
Sebagai perusahaan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi, Harita Nickel memandang penilaian IRMA sebagai peluang mengevaluasi praktik operasional, dan mengidentifikasi ruang perbaikan. Proses ini juga menjadi respons terhadap ekspektasi global yang semakin menuntut transparansi dan keterlacakan rantai pasok mineral, khususnya untuk kendaraan listrik. Melalui sertifikasi IRMA, Harita Nickel menegaskan posisinya sebagai perusahaan yang kredibel bagi regulator dan pasar internasional.
"IRMA memberikan kami kerangka kerja untuk menilai sejauh mana praktik operasional kami selaras dengan ekspektasi global. Mengikuti IRMA berarti membuka praktik operasional kami untuk dinilai secara independen berdasarkan standar global. Kami melihat proses ini sebagai kesempatan untuk terus belajar, memperbaiki, dan membangun kepercayaan," ujar Klaus Oberbauer, Sustainability Manager Harita Nickel.
Sampai Manakah Audit IRMA Harita Nickel?
Di Harita Nickel, proses audit IRMA dimulai pada tahun 2024 dengan tahap 1 tinjauan dokumen yang kemudian dilanjutkan dengan Stage 2 On-Site Audit pada April 2025. Setelahnya, proses berlanjut ke tahap tinjauan dokumen tambahan pada Juni hingga September 2025. Draf laporan kemudian diterbitkan pada Oktober 2025.
Saat ini, Harita Nickel tengah menjalani periode CAP yang dimulai dari November 2025. Pada periode ini, perusahaan bekerja menangani kesenjangan yang teridentifikasi, menerapkan inisiatif perbaikan, dan memperkuat proses agar lebih selaras dengan persyaratan IRMA. Dari tahap ini, langkah selanjutnya adalah verifikasi CAP melalui tinjauan dokumen dan kunjungan lapangan yang dijadwalkan pada akhir 2026, sebelum penerbitan laporan final setelah tinjauan hasil audit dari IRMA selesai.
“Bagi kami, mengikuti proses IRMA bukan hanya untuk mendapatkan laporan audit. Setiap persyaratan yang kami tinjau, dan peluang perbaikan yang kami identifikasi menjadi bahan untuk terus memperkuat cara kami beroperasi secara bertanggung jawab,” tambah Klaus.
Perjalanan menuju IRMA menunjukkan bahwa praktik pertambangan yang bertanggung jawab bukanlah tujuan yang dicapai sekali, melainkan proses perbaikan yang terus berlangsung. Bagi Harita Nickel, setiap tahapan audit menjadi kesempatan untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, dan memastikan bahwa pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan, pekerja, dan masyarakat.


