Membangun Keberlanjutan melalui Data dan Transparansi di Pulau Obi

Kategori

:
Hak Jawab.

17 November 2025 | Admin

detail
Foto :
Subekti/Tempo

Sebagai bagian dari komitmen terhadap keterbukaan dan tata kelola yang bertanggung jawab, Harita Nickel secara konsisten menyampaikan perkembangan terkini terkait pengelolaan lingkungan di Pulau Obi. Pendekatan berbasis data, kajian ilmiah independen, serta program keberlanjutan yang melibatkan masyarakat menjadi fondasi utama dalam memastikan kegiatan industri berjalan berdampingan dengan pelestarian lingkungan. 

Harita Nickel juga sangat terbuka terhadap penelitian dan liputan pihak eksternal, termasuk kajian dari universitas ternama seperti IPB, Universitas Indonesia, dan Universitas Khairun, serta pemberitaan media nasional yang melakukan pemantauan langsung di lapangan sekitar pertengahan tahun 2025. Berbagai dokumentasi independen tersebut turut memberikan gambaran objektif mengenai kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat di Pulau Obi.

 

Keterbukaan terhadap  Penelitian Ilmiah Independen

Harita Nickel selalu membuka diri terhadap penelitian independen yang dilakukan oleh lembaga akademik dan instansi pemerintah. Seluruh proses kajian, mulai dari metode hingga kesimpulan, sepenuhnya berada dalam kewenangan lembaga penelitian, tanpa campur tangan perusahaan.

Sejumlah penelitian dari berbagai universitas dan organisasi riset selama beberapa tahun terakhir menunjukkan gambaran yang konsisten bahwa ekosistem pesisir di Pulau Obi masih berada dalam kondisi yang mendukung aktivitas perikanan dan kehidupan biota laut. Temuan ini sejalan dengan prinsip transparansi dan evaluasi berbasis data yang menjadi dasar komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

Penelitian lanjutan pada 2025 oleh Perkumpulan Telapak bersama Universitas Indonesia dan Universitas Khairun Ternate juga mencatat bahwa nelayan di Kawasi dan Soligi tetap beroperasi secara normal dengan hasil tangkapan yang produktif. Hal ini menjadi indikator penting bahwa kondisi perairan di sekitar kawasan operasi masih stabil dan mendukung aktivitas masyarakat pesisir. Laporan lengkap tersedia melalui situs resmi Telapak:

Kajian Lingkungan Laut di Kawasan Pesisir dan Laut Obi Selatan 

Observasi Universitas Khairun atas Dampak Lingkungan dan Sosial Harita Nickel di Pulau Obi

Komitmen terhadap Transparansi dan Standar Global

Harita Nickel menjadi perusahaan nikel terintegrasi pertama di Indonesia dan Asia yang secara sukarela menjalani audit Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), standar global paling ketat dengan lebih dari 400 indikator ESG. Audit ini dilakukan oleh lembaga sertifikasi internasional yang menilai seluruh aspek operasi, termasuk pengelolaan lingkungan, perlindungan keanekaragaman hayati, serta hubungan dengan masyarakat.

Selain itu, perusahaan juga mengikuti proses Responsible Minerals Initiative – Responsible Minerals Assurance Process (RMI RMAP) untuk memastikan praktik rantai pasok yang bertanggung jawab sesuai prinsip HAM dan tata kelola transparan. Kedua proses ini merujuk pada standar global seperti UN Guiding Principles on Business and Human Rights, ILO Core Conventions, dan OECD Guidelines.

Komitmen ini mencerminkan pendekatan beyond compliance, yaitu upaya perusahaan untuk melampaui kewajiban hukum nasional. Audit independen tersebut menjadi bukti keterbukaan Harita Nickel terhadap verifikasi eksternal serta umpan balik dari masyarakat, lembaga riset, dan regulator.

 

Pengelolaan Lingkungan dan Pemantauan Kualitas Laut

Perairan Pulau Obi

Harita Nickel menerapkan pengelolaan berbasis data dan teknologi untuk menjaga kualitas air dan ekosistem laut. Perusahaan membangun 58 kolam pengendapan (settling ponds) untuk menahan dan mengolah air limpasan sebelum dialirkan ke laut.

Air tersebut dipantau melalui sistem SPARING (Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Industri Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan) milik KLHK yang terhubung real-time ke pusat data pemerintah sebelum dilepas ke lingkungan.

Pemantauan kualitas air juga dilakukan melalui laboratorium independen terakreditasi, dengan hasil rata-rata parameter utama berada di bawah ambang batas baku mutu. Selain itu, pengujian ekosistem laut mencakup sedimen, plankton, benthos, dan terumbu karang, untuk memastikan seluruh rantai ekologi pesisir tetap seimbang. Lebih lanjut, Harita Nickel juga menebar struktur buatan reef cubes yang berfungsi sebagai substrat pertumbuhan karang dan habitat baru bagi ikan, mendukung regenerasi ekosistem secara alami.

 

Pemberdayaan Nelayan dan Penguatan Ekonomi Pesisir 

Foto: Maman Sukirman/Sindomakassar.com
Foto: Maman Sukirman/Sindomakassar.com

Keberlanjutan sosial menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan. Melalui program SUTAN (Sentra Pengolahan Ikan Nelayan) di Kawasi dan Soligi, Harita Nickel membantu nelayan meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan melalui fasilitas pengolahan ikan, cool storage, dan pelatihan manajemen mutu serta keuangan.

Sepanjang 2024, kelompok nelayan SUTAN telah menyalurkan 28,5 ton ikan untuk kebutuhan konsumsi karyawan, menciptakan rantai ekonomi yang stabil dan berkelanjutan. Selain memberikan pasar yang pasti bagi nelayan, program ini juga melibatkan peran aktif istri nelayan dalam pengawasan mutu dan pencatatan keuangan, sehingga manfaat ekonominya menyentuh seluruh struktur keluarga pesisir.

Selain dukungan program dan fasilitas, suara masyarakat pesisir juga menjadi bagian penting dalam pemantauan kondisi di Pulau Obi yang telah dilakukan secara konsisten dalam beberapa tahun belakangan. Sejumlah nelayan yang diwawancarai media menjelaskan bahwa mereka masih dapat melaut seperti biasa, dengan hasil tangkapan yang stabil untuk konsumsi keluarga maupun untuk dijual. Aktivitas harian mereka juga berlangsung tanpa gangguan berarti. Para nelayan menambahkan bahwa komunikasi dengan perusahaan berjalan baik, terutama terkait pemanfaatan fasilitas seperti sentra pengolahan ikan dan cold storage yang membantu menjaga kualitas hasil tangkapan serta meningkatkan nilai ekonomi produk mereka.

Pendekatan ini menunjukan pemberdayaan nelayan tidak hanya bertumpu pada peningkatan sarana dan prasarana, tetapi juga pada penguatan kapasitas dan keberlanjutan ekonomi komunitas pesisir. Program-program tersebut menjadi bagian integral dari upaya Harita Nickel memastikan bahwa manfaat ekonomi pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Audit independen internasional (IRMA dan RMAP), penelitian akademik terbuka, serta program pemberdayaan masyarakat pesisir memperlihatkan komitmen Harita Nickel dalam mewujudkan praktik pertambangan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Kami juga terus membuka diri terhadap penelitian lanjutan, kolaborasi akademik, serta inisiatif lingkungan berbasis masyarakat untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai kondisi di Pulau Obi. Sejumlah dokumentasi dari berbagai pihak mengenai inisiatif dan kegiatan di Pulau Obi dapat dilihat pada tautan https://dariobiuntukindonesia.com/. 

Ikan dari Obi Fishing 2025

Obi Fishing 2025

Sebagai bukti bahwa kualitas air di perairan Pulau Obi tetap terjaga dengan baik, sejak tahun 2023 hingga 2025 Harita Nickel secara konsisten menyelenggarakan Obi Fishing Tournament.

Dalam kegiatan ini, para peserta berhasil menangkap berbagai jenis ikan dalam jumlah melimpah, yang menunjukkan bahwa ekosistem laut di sekitar kawasan operasional masih produktif dan mendukung aktivitas perikanan. Berikut beberapa publikasi terkait kegiatan tersebut:

  1. https://www.suara.com/bisnis/2025/06/16/111742/direktur-hse-nckl-pastikan-kondisi-perairan-di-kawasi-masih-produktif#goog_rewarded 

  2. https://www.liputan6.com/on-off/read/6054038/obi-fishing-tournament-2025-jadi-ajang-silaturahmi-harita-nickel-dan-nelayan-kawasi 

  3. https://ambon.antaranews.com/berita/273753/135-peserta-ikuti-turnamen-memanng-obi-fishing-2025 

  4. https://www.tempo.co/info-tempo/obi-fishing-tournament-dan-upaya-menjaga-perairan-pulau-obi-203683 

  5. https://www.cnbcindonesia.com/news/20240513183707-4-537753/jaga-perairan-desa-soligi-harita-nickel-gelar-turnamen-mancing 

  6. https://tbpnickel.com/id/nelayan-lokal-beri-tanggapan-soal-dugaan-pencemaran-pantai-kawasi-di-perairan-obi-oleh-limbah-nikel