
Laporan Tahunan 2023
Laporan Tahunan 2023
Memimpin Perubahan Menuju Rantai Nilai yang Berkelanjutan
Pasar komoditas global terus terkoreksi di sepanjang tahun 2023 setelah mengalami kondisi commodity supercycle terutama sebagai imbas dari konflik geopolitik di Eropa. Tren harga nikel berbalik arah karena turunnya permintaan dan tingginya pertumbuhan pasokan. Namun, Perseroan memitigasi dinamika yang terjadi dengan terus mengedepankan keunggulan operasional melalui penerapan praktik penambangan yang baik, fokus pada penguatan budaya keselamatan kerja, dan menjaga cost leadership untuk mencapai tingkat produksi yang efektif dan efisien.
Diselesaikannya beberapa proyek ekspansi entitas anak menghasilkan peningkatan kapasitas produksi yang signifikan dan mendorong pertumbuhan pendapatan. Strategi Perseroan adalah menjaga tingkat produksi dan penjualan pada posisi yang paling optimal sehingga dapat menjaga profitabilitas yang positif dan kinerja keuangan yang sehat. Di tengah tantangan pasar global, Perseroan fokus merealisasikan hilirisasi industri nikel terintegrasi sebagai tonggak sejarah pencapaian baru dalam industri sumber daya energi baru di Indonesia. Di saat pasar membaik, Perseroan siap memimpin perubahan menuju rantai nilai yang berkelanjutan.
Tata Kelola
Kami memperkuat tata kelola keberlanjutan dengan beberapa kebijakan penting yang diperkenalkan untuk mengintegrasikan keberlanjutan di seluruh organisasi. Secara khusus, peluncuran kebijakan keberlanjutan konsolidasi Perusahaan menandai momen penting, yakni komitmen strategis untuk menanamkan keberlanjutan sebagai inti dari kegiatan operasional.
Kebijakan pengadaan bahan baku dan pembebasan lahan yang bertanggung jawab juga diluncurkan dan Kebijakan Hak Asasi Manusia yang baru dikembangkan. Kebijakan-kebijakan tersebut tidak hanya menjadi seperangkat pedoman, namun juga merupakan cerminan dari dedikasi grup untuk menjadi pemimpin industri dalam bidang pertambangan dan pengolahan yang bertanggung jawab.
Perseroan terus secara aktif menanggapi perubahan standar industri dan harapan para pemangku kepentingan. Oleh karena itu, Perseroan meningkatkan penilaian terhadap 2 (dua) standar industri terkemuka:
- The Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), yang akan menilai seluruh lokasi pertambangan yang berada di bawah tanggung jawab Perseroan yang diharapkan selesai pada tahun 2025.
- Responsible Mining Initiative Responsible Minerals Assurance Process (RMI RMAP) yang akan mengesahkan standar pengadaan bahan tambang yang bertanggung jawab di PT HPL yang diharapkan dapat mencapai status patuh pada tahun 2024.
Lingkungan Hidup
Pengurangan emisi gas rumah kaca (grk) merupakan prioritas utama di Indonesia dan di seluruh dunia, sehingga pada tahun 2023, Perseroan bekerja sama dengan sebuah lembaga pengembangan internasional dalam kapasitas penelitian untuk memperkirakan berbagai skenario dekarbonisasi yang sesuai dengan lokasi terpencil di Pulau Obi.
Perseroan juga melakukan penilaian internal untuk lebih memahami risiko iklim dan biaya siklus hidup yang terkait dengan operasinya. Hal ini akan memungkinkan Perseroan untuk menerapkan pendekatan investasi bertahap untuk dekarbonisasi yang menyeimbangkan kebutuhan investor dengan keberlanjutan jangka panjang bisnis.
Pada tahun 2023, perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 300 MWp telah dimulai dan akan mulai beroperasi pada tahun 2025, dan pengembangannya sedang berlangsung pada saat laporan ini dibuat.
Dalam hal perlindungan keanekaragaman hayati, Perusahaan berkomitmen untuk mencapai keuntungan konservasi terestrial bersih dalam waktu 20 tahun. Untuk mendukung ambisi ini, kami meluncurkan Penilaian Risiko Alam di tingkat lanskap di seluruh pulau Obi untuk mengukur dampak yang lebih luas dari operasi pertambangan terhadap pulau dan penduduknya.
Ambisi jangka panjang Perseroan untuk melakukan konservasi melampaui garis batas wilayah dan kami terus melakukan reklamasi dan revegetasi lahan, dengan total 232,09 hektare lahan yang telah direvegetasi pada akhir tahun 2023 di wilayah operasional kami. Selain itu, kami juga melindungi wilayah pesisir dengan melakukan rehabilitasi hutan bakau, dan di bidang konservasi laut, kami telah memasang hampir 1.700 blok terumbu karang buatan untuk mendorong pertumbuhan karang dan mendukung pemijahan ikan di laut.
Pada tahun 2023, kami juga memperbesar kolam sedimen hingga berkapasitas lebih dari 500 kolam renang ukuran olimpiade untuk memastikan kapasitas pengelolaan air limpasan yang memadai di wilayah operasional kami.
Sosial
Perseroan melakukan penilaian uji tuntas Hak Asasi Manusia pada tahun 2023 melalui Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST). Penilaian ini, yang selaras dengan Prinsip-Prinsip Panduan PBB tentang Hak Asasi Manusia, akan memungkinkan Perseroan untuk merespons secara efektif terhadap meningkatnya permintaan akan perlindungan hak asasi manusia dalam rantai pasokan mineral.
Penilaian ini juga akan memungkinkan Perseroan untuk lebih memahami, mendukung, dan berinteraksi dengan masyarakat yang kami dukung di Pulau Obi. Dukungan masyarakat terus berlanjut di tahun 2023 dengan tingkat Pengembalian Sosial atas Investasi (Social Return on Investment/SROI) sebesar 2,81. Program-program UKM yang telah ditetapkan Perseroan
berkembang dengan peningkatan total pendapatan yang signifikan pada tahun 2023 dan Perseroan juga meluncurkan Salam Kawasi, sebuah pusat pertanian terpadu dan menyelesaikan pembangunan Pemukiman baru Desa kawasi sejalan dengan inisiatif pemukiman kembali oleh Pemerintah.
Penilaian uji tuntas Hak Asasi Manusia juga menginformasikan upaya kami di bidang Operasional, Kesehatan & Keselamatan di mana grup dengan bangga telah meraih ISO 14001 (sistem manajemen lingkungan), ISO 45001 (sistem kesehatan & keselamatan kerja), dan SMK3 (manajemen kesehatan & keselamatan kerja) untuk beberapa unit bisnis, dengan sertifikasi lebih lanjut yang direncanakan untuk unit-unit bisnis lainnya pada tahun 2024.
Di bidang ketenagakerjaan, Perseroan meningkatkan komitmennya terhadap keberagaman dan inklusi dengan membentuk kelompok kerja gender dan keberagaman.
Pada tahun 2023, 85% dari total tenaga kerja kami adalah warga negara Indonesia, dan 46% dari total tenaga kerja berasal dari Maluku Utara. Perseroan juga meningkatkan jumlah pemasok lokal menjadi 164 pemasok dari hanya 35 pemasok pada tahun 2020. Pada tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara merupakan yang tertinggi di antara 38 provinsi di Indonesia.

Tinjauan Kondisi Eksternal
Pada tahun 2023, ekonomi global menghadapi tantangan besar akibat perlambatan pertumbuhan di negara-negara maju, dampak berkepanjangan dari perang Rusia-Ukraina, serta ketidakpastian kebijakan moneter. Di Tiongkok, meskipun perekonomian mulai pulih setelah pelonggaran kebijakan Zero-COVID, krisis sektor properti masih menjadi hambatan. Tekanan geopolitik dan penurunan harga komoditas utama turut berdampak pada perdagangan global, termasuk Indonesia. Sementara itu di dalam negeri investor cenderung bersikap wait and see karena memasuki masa Pemilu 2024.
Meskipun begitu, Indonesia tetap menunjukkan resiliensi dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05%. Program hilirisasi yang didukung oleh berbagai kebijakan pemerintah mampu menahan perlambatan investasi di tahun politik. Investasi hilirisasi di sektor mineral seperti pembangunan smelter nikel, bauksit, dan tembaga, serta pabrik sel baterai kendaraan listrik terus berjalan dan menjadi penopang pertumbuhan investasi.
Tinjauan Industri
Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, menjadikannya pemain kunci dalam industri global. Permintaan nikel selama ini didominasi oleh sektor baja nirkarat, namun transisi energi mulai mendorong pertumbuhan permintaan untuk baterai kendaraan listrik. Pada 2022, industri nikel mengalami tren positif dengan harga yang menguat signifikan akibat meningkatnya permintaan global dan faktor geopolitik. Namun, pada 2023, pasar nikel mengalami tekanan akibat perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, dan kelebihan pasokan, terutama dari Indonesia dan Tiongkok. Harga nikel pun mengalami penurunan tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, Indonesia terus mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah industri nikel dalam negeri.
Tinjauan Segmen Usaha
Perseroan berperan dalam hilirisasi nikel Indonesia dengan mendirikan pabrik RKEF untuk produksi feronikel dan pabrik HPAL pertama di Indonesia untuk bahan baku baterai kendaraan listrik. Operasi utama meliputi pertambangan bijih nikel dan pengelolaan kawasan industri di Pulau Obi, Maluku Utara. Perseroan memiliki cadangan sekitar 301,9 juta WMT dari empat konsesi pertambangan (PT TBP, PT GPS, PT JMP, PT GTS). Pada 2023, Perseroan mendirikan perusahaan patungan PT KTS (36% saham) untuk ekspansi bisnis.
Bank Dunia memproyeksikan harga nikel turun 10% pada 2024 akibat peningkatan pasokan dari Tiongkok, Indonesia, dan Filipina. Meski demikian, permintaan baterai kendaraan listrik diprediksi meningkat pada 2025. Untuk menghadapi tantangan ini, Perseroan fokus pada efisiensi operasional dan cost leadership, serta memperluas pasar melalui kerja sama strategis dengan Tiongkok.
Perseroan juga melanjutkan ekspansi dengan pembangunan pabrik feronikel PT KPS & PT OSS, serta produksi HPAL PT ONC yang ditargetkan beroperasi April 2024. Dengan kapasitas 125% lebih besar dari PT HPL, fasilitas ini akan menjadi yang terbesar di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, Perseroan akan mengembangkan tambang PT GPS dan PT JMP.


