Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman Hayati

Pilih

Keanekaragaman Hayati

 

Harita Nickel menyadari bahwa kegiatan operasional kami dapat berdampak pada ekosistem yang bernilai tinggi di Pulau Obi seperti hutan tropis, danau air tawar, dan lingkungan laut yang merupakan bagian dari Segitiga Terumbu Karang Dunia. 
Harita Nickel
Itulah sebabnya, Harita Nickel berusaha keras untuk menunjukkan bahwa dampak lokal kami terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistem dapat dikelola dengan baik, dan sebagian besar dapat dipulihkan.

 

Buku Ikan Karang: Menjaga Keanekaragaman Laut Pulau Obi

Merekam Kehidupan Ikan Karang sebagai Potret Kesehatan Ekosistem Laut


Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, Harita Nickel menerbitkan buku “Keindahan Laut Pesisir Barat Pulau Obi – Seri I Ikan Karang: Mosaik Kehidupan Laut yang Memikat”. Publikasi ini memuat dokumentasi visual dan hasil pengamatan terhadap berbagai jenis ikan karang yang ditemukan di wilayah perairan Pulau Obi, Maluku Utara.


Disusun oleh Tim Marine Environment Harita Nickel, buku ini merangkum pengamatan terhadap puluhan famili ikan karang serta menampilkan berbagai spesies yang umum digunakan dalam kajian ekologi laut. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi tambahan referensi mengenai keanekaragaman hayati laut sekaligus memperkenalkan potensi bahari Maluku Utara kepada masyarakat yang lebih luas.


Publikasi ini juga menjadi bagian dari upaya Harita Nickel dalam melakukan praktik pertambangan bertanggung jawab. Pada sisi yang lain, buku ini juga berupaya untuk mendokumentasikan kondisi lingkungan laut yang akan dikembangkan secara bertahap melalui seri-seri berikutnya, terutama terkait ekosistem pesisir dan laut di Pulau Obi.

 

Unduh E-Preview Seri I Ikan Karang
*Versi lengkap dan hard copy buku akan tersedia secara terbatas pada publikasi berikutnya

 

Penilaian Risiko Alam di Lanskap (LRNA)

Harita Nickel telah menyelesaikan Landscape Level Nature Risk Assessment (LRNA), sebuah pendekatan yang menilai dampak dan risiko operasional terhadap alam di luar batas wilayah konsesi. Penilaian ini bertujuan untuk memahami bagaimana aktivitas pertambangan memengaruhi ekosistem sekitar serta mengidentifikasi langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.

Pendekatan ini melampaui standar industri yang umumnya hanya menilai dampak dalam batas izin usaha melalui AMDAL. LRNA yang dilakukan Harita Nickel mempertimbangkan risiko lingkungan di empat area utama di Pulau Obi, termasuk potensi dampak terhadap hutan, sungai, kawasan industri, dan lahan yang dimanfaatkan masyarakat.

Hasil dari penilaian ini akan diintegrasikan dalam sistem manajemen risiko perusahaan dan menjadi bagian dari diskusi dengan mitra usaha serta pemasok. Selain itu, LRNA juga menjadi dasar dalam merancang strategi perlindungan dan pemulihan lingkungan yang lebih komprehensif ke depan.


Unduh ringkasan LNRA versi pertama di sini

Unduh ringkasan LNRA versi kedua di sini

 

Upaya Kami

Reklamasi dan Revegetasi


Sebelum memulai proses penambangan, Harita Nickel telah membuat Rencana Penutupan dan Reklamasi Tambang yang berisi uraian langkah-langkah kami dalam memulihkan mengembalikan area tersebut sesuai dengan peruntukannya setelah lokasi itu dinonaktifkan. 
harita
Dari keseluruhan area yang telah direklamasi, hingga Desember 2024 sebanyak 231,51 hektare dilakukan revegetasi sementara 1.137 hektare untuk penggunaan lainnya.
harita
Dalam proses revegetasi, kami memperbanyak penanaman pohon lokal seperti kayu nani (Metrosideros vera), Bintangur (Calophyllum sp), Johar (Cassia siamea), Trembesi (Samanea saman), Mersawa (Anisoptera sp), dan jambu mete (Anacardium occidentale).  Kami pun secara rutin merawat area revegetasi dengan memberikan pupuk, melakukan penyiangan, dan pengendalian hama dan penyakit.
harita
Hingga 2023, Harita Nickel telah melakukan revegetasi terhadap area seluas 201,06 hektare.

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS)


Harita Nickel telah menanam kembali hutan seluas 5.739 hektare di 5 daerah aliran sungai
harita
Harita Nickel mengelola 5 area daerah aliran sungai yang berada di bawah lisensi kami. Hal ini merupakan bagian dari kewajiban kami untuk merehabilitasi daerah aliran sungai dalam rasio minimum 1:1 dengan area yang digunakan untuk penambangan. Namun, kami melangkah lebih jauh dengan merehabilitasi 10% lebih banyak dari area yang diharuskan.
harita
Hingga Desember 2024, Harita Nickel telah berhasil menanam kembali hutan seluas 5.739 hektare di daerah aliran sungai, dan sebanyak 475,35 hektar di antaranya sudah dikembalikan ke pemerintah.

Rehabilitasi Mangrove


Sampai tahun 2024, kami telah menanam lebih dari 70.000 bibit mangrove di area seluas 23 hektare di Pulau Obi, Pulau Bacan, dan Pulau Kayoa
harita
Hutan bakau merupakan elemen penting dari ekosistem yang memberikan banyak manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Bakau berperan sebagai penahan alami terhadap erosi pantai dan menjadi lokasi pembibitan berbagai spesies laut.
harita
Sejak tahun 2021, Harita Nickel bekerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun, pemerintah desa, dan masyarakat setempat memulai program rehabilitasi mangrove di Maluku Utara, spesifiknya di Pulau Obi, Pulau Bacan, dan Pulau Kayoa.
harita
Harita Nickel telah telah menanam 67.691 bibit bakau di area seluas 23,04 hektar hingga 2023. Setelahnya, kami memantau pertumbuhannya dan mendapati laju pertumbuhan Rhizophora dan Avicennia masing-masing adalah 4,77cm dan 7,79cm per tahun.

Pemantauan Air Laut dan Studi Ikan


Harita Nickel secara aktif memantau kualitas air laut dengan bekerja sama dengan konsultan independen, pakar dari universitas, serta komunitas lokal, termasuk kelompok pemuda.
harita
Sejak 2010, pemantauan ini membantu kami melacak perubahan kualitas air dan kesehatan ekosistem, sehingga kami bisa mengambil langkah korektif jika diperlukan. Para ahli independen juga melaporkan bahwa aktivitas perikanan di sekitar Desa Kawasi tetap produktif, yang menunjukkan bahwa habitat laut utama masih mendukung keanekaragaman hayati dan mata pencaharian masyarakat setempat.

Pemulihan Kesehatan Terumbu Karang


Per Desember 2023, Harita Nickel telah meletakkan 1.696 terumbu karang buatan di dasar perairan Pulau Obi.
harita
Sebagai perusahaan yang beroperasi di dekat garis pantai, kami berkomitmen untuk menjaga ekosistem laut dengan tindakan nyata. Melalui program pemulihan laut, kami berupaya meningkatkan kualitas ekosistem di sekitar area operasional kami dan sekitarnya.
harita
Salah satu fokus utama kami adalah pemulihan terumbu karang di sekitar Pulau Obi, khususnya di Perairan Kawasi, seperti di area Jetty Kawasi Baru, Front Atoll PT HJF, dan Pasir Pasturi. Untuk itu, kami menggunakan struktur berongga berbentuk kubus yang berfungsi sebagai terumbu karang buatan. Kubus ini terbuat dari campuran beton dengan bahan daur ulang seperti terak nikel dan fly ash, yang membantu menciptakan habitat baru bagi kehidupan laut. Dengan adanya terumbu karang buatan ini, diharapkan lebih banyak ikan datang untuk bertelur, sehingga memberikan manfaat bagi ekosistem bawah laut serta nelayan setempat.
harit
harit