(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-MZ6PLDCC'); !function(f,b,e,v,n,t,s) {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod? n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)}; if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0'; n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0; t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0]; s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js'); fbq('init', '1536990446882598'); fbq('track', 'PageView');
Investor/Analyst Briefing 1Q26

Investor/Analyst Briefing 1Q26

Pilih

1Q26

Investor/Analyst Briefing Maret 2026

Ikhtisar Kinerja Keuangan

  • Pendapatan tahun 2025 (FY25) meningkat sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY), terutama karena dimulainya operasional KPS. Sementara itu, pendapatan kuartal pertama tahun 2026 (1Q26) melambat sebesar 4% YoY akibat penurunan harga jual rata-rata (ASP) pada bisnis pertambangan.

  • Laba kotor tahun 2025 (FY25) meningkat sebesar 15% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY), yang terutama didorong oleh peningkatan volume pada bisnis pertambangan. Harga jual rata-rata (ASP) dan biaya tunai pada FY25 tercatat sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada kuartal pertama tahun 2026 (1Q26), laba kotor melambat sebesar 35% YoY akibat penurunan pendapatan serta meningkatnya harga pokok penjualan.
  • Pertumbuhan EBITDA dan PATMI didorong oleh peningkatan kepemilikan di ONC, volume penjualan MHP dan produk turunannya yang lebih tinggi, serta peningkatan produksi dari KPS.
Ikhtisar Kinerja Bisnis

  • Peningkatan volume penjualan dari bisnis pertambangan pada FY25 dan 1Q26 terutama disebabkan oleh meningkatnya pasokan bijih (ore feed) ke KPS seiring dengan bertambahnya lini produksi dari waktu ke waktu. Selain itu, dimulainya operasional ONC pada April 2024 juga turut berkontribusi terhadap peningkatan volume penjualan bisnis pertambangan pada FY25.
  • Untuk volume penjualan HPAL FY25, ONC (yang mencapai kapasitas penuh pada Agustus 2024) menjadi pendorong utama pertumbuhan penjualan MHP. Total penjualan gabungan dari HPL dan ONC mencapai 130.551 ton kandungan nikel, meningkat 28% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY). Sementara itu, volume penjualan HPAL pada 1Q26 mencapai 32.613 ton kandungan nikel, meningkat 8% YoY.
  • Pertumbuhan signifikan volume penjualan RKEF didorong oleh KPS fase 1 (yang mencapai kapasitas penuh pada Maret 2025), fase 2 (yang mencapai kapasitas penuh pada Desember 2025), serta dimulainya operasional 2 lini produksi fase 3 pada 1Q26. Secara keseluruhan, volume penjualan FeNi meningkat sebesar 49% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY) pada FY25 dan naik 22% YoY pada 1Q26.