.jpg)
Investor/Analyst Briefing 1Q24
1Q24
Investor/Analyst Briefing Mei 2024

-
Pertumbuhan pendapatan didorong oleh peningkatan produksi pada fasilitas pertambangan dan pengolahan nikel (smelter HJF).
-
Meskipun harga nikel dan kobalt global menurun, TBP tetap mampu membukukan pertumbuhan positif pada Laba Kotor sebesar 3% dan EBITDA sebesar 1% secara tahunan (YoY).

-
Produksi tambang berasal dari dua tambang yang sudah beroperasi (TBP dan GPS), sementara JMP, OAM, dan GTS masih dalam tahap eksplorasi. Produksi naik 30% YoY dari 2,78 juta WMT pada 1Q23 menjadi 3,61 juta WMT pada 1Q24.
-
Pada 1Q23, TBP telah mengoperasikan dua smelter RKEF, MSP dengan 4 jalur produksi berkapasitas 25.000 ton nikel (Ni) per tahun dalam bentuk feronikel (FeNi) dan HJF dengan 5 jalur produksi dari total 8 jalur smelter RKEF
Selain dua smelter RKEF tersebut, TBP juga mengoperasikan 1 kilang HPAL (HPL) dengan 3 jalur produksi berkapasitas 55.000 ton nikel (Ni) per tahun dalam bentuk MHP. -
Tingginya permintaan bijih nikel pada 1Q24 berasal dari beroperasinya penuh 8 jalur produksi smelter RKEF (HJF). Dengan demikian, pada 1Q24 TBP mengoperasikan total 12 jalur produksi RKEF dengan kapasitas 120.000 ton Ni per tahun dalam bentuk FeNi, serta 3 jalur produksi HPAL dengan kapasitas total 55.000 ton Ni per tahun dalam bentuk MHP.
-
Peningkatan produksi bijih limonit dibandingkan tahun lalu ditujukan untuk mendukung pembangunan kilang HPAL berikutnya (ONC).

-
Pada akhir tahun 2021, dua jalur produksi HPAL (HPL) mulai beroperasi dengan kapasitas terpasang sebesar 37.000 ton nikel per tahun dalam bentuk MHP. Jalur ketiga, dengan kapasitas terpasang sebesar 18.000 ton nikel per tahun dalam bentuk MHP, mulai beroperasi pada Januari 2023 dan mencapai kapasitas penuh dalam waktu dua bulan.
-
HPL mulai mengekspor nikel sulfat pada Juni 2023 dan kobalt sulfat pada Juli 2023. Fasilitas sulfat tidak mencatat produksi pada kuartal pertama 2023.
-
Pada kuartal pertama 2024, produksi HPL mencapai 16.716 ton nikel dalam bentuk MHP, atau 22 persen di atas kapasitas terpasang.
-
Dalam pelaporan produksi HPAL, volume produksi nikel sulfat termasuk dalam produksi MHP karena nikel sulfat merupakan hasil konversi dari MHP. Namun, dalam pelaporan volume penjualan, total volume penjualan HPL pada kuartal pertama 2024 dihitung sebagai jumlah volume MHP ditambah volume nikel sulfat.

-
Pada akhir tahun 2021, dua jalur produksi HPAL (HPL) mulai beroperasi dengan kapasitas terpasang sebesar 37.000 ton nikel per tahun dalam bentuk MHP. Jalur ketiga, dengan kapasitas terpasang sebesar 18.000 ton nikel per tahun dalam bentuk MHP, mulai beroperasi pada Januari 2023 dan mencapai kapasitas penuh dalam waktu dua bulan.
-
HPL mulai mengekspor nikel sulfat pada Juni 2023 dan kobalt sulfat pada Juli 2023. Fasilitas sulfat tidak mencatat produksi pada kuartal pertama 2023.
-
Pada kuartal pertama 2024, produksi HPL mencapai 16.716 ton nikel dalam bentuk MHP, atau 22 persen di atas kapasitas terpasang..
-
Dalam pelaporan produksi HPAL, output nikel sulfat dihitung sebagai bagian dari produksi MHP karena nikel sulfat merupakan hasil konversi dari MHP. Namun, dalam pelaporan volume penjualan, total volume penjualan HPL pada kuartal pertama 2024 dihitung sebagai jumlah volume MHP ditambah volume nikel sulfat.
